Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Anak Bertudung Katak!


__ADS_3

..."Oiya, ngomong-ngomong ... Sky bagaimana?"....


POV: Sky


Aku sangat mengantuk sialan! Bisa-bisanya mereka menyerang tepat saat tengah malam?! Aku bahkan belum memberi penawar pada Valeria! Gas yang orang ini keluarkan cukup merepotkan, jarang ada orang yang memilih menggunakan racun dengan tipe infeksi yang lambat seperti ini.


Tapi sekali ada yang menggunakannya, mereka biasanya adalah seorang profesional. Seperti orang yang memakai gas ini, kalau bukan aku, pasti tadi seluruh timku akan mati terbantai.


Aku memang sudah melepaskan gas penawar yang aku buat, kini gasku sedang beradu dengan gas milik orang itu. Dan untuk mengatasi racun dengan penyebaran lambat ini, akan lebih efektif kalau aku menggunakan penawar dosis kuat.


"Nah, bagaimana kalau kita mulai permainannya? Apa ya namanya?" gumamku pelan sambil memakai masker hitam untuk menutup mulut dan hidungku.


"Petak umpet?".


***


POV: Author


Di tengah gelapnya malam, serta remang-remang cahaya bulan. Kepulan asap yang terdiri dari reaksi kimia itu terus menguap keluar. Sungguh mengherankan karena tidak ada yang menyadari kejadian itu, atau mungkin tidak ada yang berani mendekat untuk memastikan apa itu.


Dan di luar gedung asrama itu, ada seorang pria dengan tudung kayak berwarna hijau tua lengkap dengan mata yang mencuat dari tepi tudungnya. Dia membawa sebuah kotak yang terus mengeluarkan gas itu.


"Sudah apa belum sih? Aku sangat mengantuk," gumamnya pelan sambil berjongkok. Karena kelengahannya itu, dia tidak menyadari ada sebuah jebakan di belakangnya.


JREB!


Sebuah pisau menancap tepat di belakangnya, satu inci lagi, bisa dipastikan yang kena adalah kepalanya. Pria itu segera menoleh ke arah pisau yang menancap di tanah, ada sebuah tabung kecil di gagang pisau itu.


"Loh? Kayaknya aku pernah baca deh. Apa ya namanya? Bom kristal?" ucap pria itu dengan tampang yang bingung dan mengantuk.


DUAR!


Pisau tadi meledak dan menyebabkan tekanan angin yang kuat, pria tadi terhempas masuk ke dalam asrama dengan paksa.


BRUK!

__ADS_1


"Aduh!" rintihnya pelan begitu masuk ke dalam asrama, gas yang awalnya sedikit hilang karena tekanan angin, mulai berkumpul kembali ke dalam gedung.


Pria itu spontan langsung menutup hidung serta mulutnya, dan berjalan merangkak mencari jalan keluar.


"Hm? Tapi kok baunya agak berbeda ya? Rasanya aku tidak meraciknya begini kok?" gumam pria itu, dia melepaskan tutup mulutnya dan mulai mengendus perlahan. Bau udara dan gas kimia yang telah bercampur sempurna.


"Ini ... ternyata gas penawarnya ya? Aku tidak menyangka ada orang yang sanggup membuatnya dalam waktu sesingkat ini," ucap pria itu. Akhirnya dia melepaskan tudung katak imutnya, menampakkan wajah anak yang berusia 14 tahun. Warna matanya hijau terang, begitu juga dengan warna rambutnya.


"Wah, ternyata kau itu masih seorang anak-anak?" Suara Sky muncul dengan tiba-tiba. Di tengah pekatnya gas ini, anak tadi tidak bisa melihat apapun. Bahkan bayangan Sky saja tidak bisa kelihatan.


"Siapa kau?" tanyanya dengan sikap waspada.


"Harusnya aku yang tanya begitu, berani-beraninya kau mencoba mengambil amplop kami? Dan bahkan mencoba membunuh rekanku?" Suara Sky terdengar marah dan dingin. Hal ini cukup untuk membuat anak usia 14 tahun itu gemetar ketakutan.


"A-aku hanya menuruti perintah kaptenku! Dia bilang ... b-bahwa rencana ini pasti akan berhasil," jelasnya dengan gugup. Mendengar hal itu, justru membuat Sky tertawa terbahak-bahak.


"Hanya menuruti katamu? Ayolah, berhenti berlagak polos. Lalu kenapa kau masuk Underworld School?" tanya Sky tanpa memperlihatkan wujudnya. Anak itu terdiam, lalu menundukkan wajahnya.


"Tentu saja, karena aku suka membunuh. Dasar bangs*t." Anak mendongak sambil tersenyum lebar. Tentu saja, mana ada orang yang masuk ke Underworld School secara normal?


Mungkin ada. Tapi itu tidak dibahas sekarang.


"Nah, akhirnya kau menunjukkan wajah aslimu," ucap Sky lagi. Kabut asap di dalam ruangan itu semakin pekat, bahkan mungkin kalian tidak bisa melihat dalam jarak 1 meter.


"Aku tidak suka basa-basi, ayo segera keluar dan bertarung denganku," ucap anak itu sambil mengeluarkan sebuah pulpen. Mungkin itu terlihat seperti pulpen biasa, tapi di dalam pulpen itu, ada tinta yang terbuat dari berbagai jenis racun mematikan, bahkan jika kalian menghirupnya sedetik saja. Nyawa kalian tidak akan selamat.


Mendengar tantangan darinya, Sky hanya tertawa kecil lalu kembali melemparkan pisau dengan bom kristal di gagangnya.


JLEB!


DUAR!


Seluruh gas itu terhempas keluar dari asrama, menyisakan anak laki-laki itu dan Sky yang berjalan dengan jubah dokter hitam panjang miliknya. Mata hijau anak itu bertatapan dengan mata kuning cerah milik Sky.


"Ternyata kau tidak menakutkan seperti yang kubayangkan," ucap anak itu memprovokasi Sky.

__ADS_1


"Kau juga ternyata lebih pendek kalau kulihat dari dekat," balas Sky dengan cepat. Atmosfer ruangan itu menjadi semakin menegangkan, pertarungan kedua murid jurusan obat dan racun ini, akan menjadi pertarungan yang mengerikan.


Greb.


DASH!


Anak itu langsung maju menerjan ke arah Sky, tangannya mengarahkan ujung pulpen beracun miliknya tepat ke arah mata Sky. Dengan tenang Sky mengeluarkan jarum besi dari balik jubahnya, lalu langsung menangkisnya.


TANG!


Dentingan pulpen dan jarum Sky berbunyi nyaring dan keras. Ternyata pulpen milik anak itu juga terbuat dari besi yang kuat, bahkan itu tidak bengkok setelah bertabrakan dengan jarum besar milik Sky.


Anak itu membuka jaket kataknya dan mengeluarkan beberapa botol obat. Dengan cepat dia langsung melemparkan botol itu ke arah Sky. Tentu saja Sky bisa menangkisnya dengan mudah, peluru yang sangat cepat saja bisa ditangkis oleh Sky, apalagi botol yang dilempar oleh tangan.


Trang! PRANG!


Mata Sky membelalak terkejut, ternyata jenis kaca yang anak itu lemparkan adalah jenis kaca yang mudah pecah. Cairan hijau di dalam botol itu langsung menyebar kemana-mana.


Sringg!


Layaknya di negeri dongeng, tumbuh sebuah tumbuhan dengan daun yang cukup kecil tapi sangat banyak. Tumbuhan itu tumbuh di bekas tumpahan cairan tadi.


"Tumbuhan ini ... jenis perekat ya?" gumam Sky saat merasakan kakinya yang tidak bisa ditarik. Tumbuhan ini berfungsi layaknya lem yang sangat kuat, membuat musuh tidak bisa keluar dari medan ini.


"Nah, kau memang kuat dan cepat. Tapi jika kau tidak bisa bergerak, bukankah itu semua percuma? AKU TINGGAL MENUSUKMU SEKALI LALU KAU AKAN MATI!" Anak itu maju menerobos dengan brutal. Sky yang masih tenang dan menatap anak itu dengan tatapan iba.


"Bagaimana ya, dengan pengalaman yang aku dapatkan di misi sebelumnya. Aku jadi tidak merasa ini menakutkan, kau bukanlah orang yang pernah jadi 1000 bintang, apa yang harus kutakuti darimu?" tanya Sky dengan ekspresi malas.


"OMONG KOSONG! KAU PASTI SUDAH BERGETAR KETAKUTAN SEKARANG!" Anak itu sudah dibutakan dengan nafsu membunuhnya. Matanya sudah melebar penuh, dan hanya fokus menatap ke arah jantung Sky.


JREB!


TBC.


JANGAN LUPA LIKENYA YA GUYS!

__ADS_1


__ADS_2