
"GEMPA BUMI?!" Aku ikut berteriak dan malah jadi main tebak-tebakan.
"BUKAN ANAK BODOH! ADA PENYUSUP YANG MAS- SEAS! DI BELAKANGMU!"
POV: Seas
"DI BELAKANGMU!"
DEGDEG!
Refleks aku langsung menoleh ke arah belakang, dan sebuah telapak tangan besar langsung menghampiri wajahku.
Blar.
JREBB!
"A-APA?" Aku terkejut bukan main. Hades, schyte milik Sky tiba-tiba aktif dan menusuk orang itu, tapi ... WOY KENAPA DIA JUGA MENUSUK SKY?! Aku menatap horor ke ujung schyte Sky yang menusuk ke perutnya dan juga pundak Sky.
"Ha ... HADES! KENAPA KAU MENUSUK SKY?!" Aku berteriak panik sambil mencabut Hades yang masih menancap. Ajaibnya, tepat setelah aku mencabut Hades, Sky langsung membuka matanya, dan dia bisa langsung merespon bahwa kami sedang bertarung.
"Turunkan aku ... Seas." Sky berbisik di telingaku. Aku menurunkan Sky perlahan, dan Sky juga langsung menyambar Hades yang kupegang.
Tep!
Sky memposisikan pegangan Hades secara horizontal, dengan lengkungan sabitnya yang mengarah ke atas.
"Aku sudah bersumpah, aku tidak akan diam lagi."
[Teknik istimewa sabit Hades: nomor 2, Tungku Pemanas.]
"Semua syarat sudah terpenuhi. Aku akan serius kali ini." Darah yang menetes dari pundak Sky mulai mengeluarkan asap, dan langsung memunculkan kobaran api.
BLARRR!
Seluruh tubuh Sky terbakar hebat, aku masih diam dan kagum menatap teknik istimewa milik Sky.
"Hihihi ... teknik yang lumayan hebat." Pria itu malah tertawa. Saat aku melihat wujud pria itu, aku baru sadar ... bahwa dia adalah Rex?! Tapi nada suaranya sangat berbeda, dan tidak mungkin Rex mau menyerangku tadi. Lalu siapa dia?
Pria itu menutup wajahnya dengan telapak tangannya, dan tak lama kemudian, kabut putih muncul dengan lebat di sekelilingnya. Bayangan pria itu yang awalnya mirip dengan Rex, perlahan berubah menjadi orang lain.
Dan orang itu adalah ...
"Tidak mungkin ... Sky ... dan Hades?!" Aku menatap tidak percaya, pria itu keluar dari kabut, dengan wujud Sky yang sama persis dengannya, bahkan dia juga membawa Hades yang benar-benar mirip aslinya!
Sky menggeram pelan, dia menatap benci ke arah sosok di hadapannya. "Kau bisa meniru wujudku, tapi tidak dengan teknikku-"
"Kata siapa?"
BLAR!
Aku semakin kaget karena dia ... juga menggunakan teknik istimewa milik Sky, bahkan tanpa bantuan Hades.
[Teknik istimewa sabit Hades: nomor 2, Tungku Pemanas.]
"... SIALAN KAU!" Sky hilang kesabaran dan langsung melesat maju ke arah pria yang meniru wujudnya itu. Aku kaget karena kecepatan Sky meningkat drastis, apakah ini efek dari teknik istimewa miliknya?
"Hahaha~ bagaimana rasanya menghadapi teknikmu sendiri?~"
TANGGG!
__ADS_1
TRANG TRANG TRANG TRANG!
Pertempuran super cepat dan menyilaukan terus terjadi di depanku. Gaya bertarung Sky benar-benar kebalikan demganku, jika gaya bertarungku mengutamakan kesunyian dan kegelapan, justru gaya bertarung Sky adalah untuk menarik perhatian.
"SEAS! BERSIAP UNTUK MEMBANTU SKY!" Valeria melepaskan antingnya dan mulai melemparkannya ke langit.
"AYO BANTAI! BELMERE!"
JDARRR!!!
Kilat super terang menyambar ke arah Valeria.
"BELMERE WUJUD KE 2, SHOTGUN!"
ZAPPPP!
Anting itu berubah menjadi sebuah shotgun dengan ... 9 lubang?! Sejak kapan lubangnya bertambah?!
Valeria menangkap shotgun yang jatuh ke bawah, lalu langsung melesat maju ke arah tempat Sky bertarung. "Kau tidak bisa meniru dua orang di saat bersamaan bukan?!"
Cklik!
Saat sudah sampai di jarak 2 meter, Valeria berhenti dan membidik tepat ke arah Sky imitasi itu.
DEG!!
"VALERIA! MUNDUR LAGI! KAU BISA TERJANGKAU SABITNYA!" Aku memberi peringatan pada Valeria tapi sepertinya dia tidak mendengarkan. Jangkauan sabit Hades itu dua setengah meter, jika ditambah dengan panjang lengan Sky, maka bisa menjangkau hingga tiga meter.
Sial!
"Lumius! Ayo mulai!"
ZRASHH!
[Teknik bayangan: nomor 5, Bayangan Pohon.]
ZRASHH!
Aku langsung melesat ke arah Sky imitasi, tepat berada di depan Valeria. Untungnya, Lumius berhasil membuat sosoknya tepat waktu.
ZRASHH!
TRANGGGG!!
UGH! KENAPA RASANYA SANGAT PANAS?!
"Tahan Seas." Suara Valeria menyadarkanku. Dan di posisi ini, aku menyadarinya. Valeria berlindung di belakangku dengan shotgun yang siap ditembakkan, dan Sky ada di belakang Sky imitasi dengan posisi sudah siap untuk menebas lehernya.
Ini adalah kerja sama tanpa rencana yang tiba-tiba muncul.
[Teknik mata-mata: Peluru Bayangan.]
Krrt.
WHUS!
PSYU!
Secara bersamaan, Sky dan Valeria melancarkan serangannya. Karena sabit imitasi milik pria itu berhasil kutahan dengan Lumius, dia kini tidak punya senjata untuk melindungi diri.
__ADS_1
"Hahaha. Bukankah kalian terlalu meremehkanku?"
[Teknik bayangan: nomor 5, Bayangan Pohon.]
DEG!!
A-apa?
Whus.
Pria itu menghilang, dia kini langsung ada di belakang Valeria dengan tangan kirinya yang sudah berada di depan leher Valeria.
Dia ... MENCURI TEKNIKKU?!
"HAHAHAHA! KALIAN CEROBOH-! UHUK UHUK! UHUK UHUK UHUK!" Aku terdiam untuk sejenak, pria yang meniru wujud Sky itu kelihatan sangat kesakitan di paru-parunya. Seperti ... saat aku pertama kali seni ini.
TUNGGU! ITU DIA! KARENA SENI MILIKKU ADALAH SENI TERLARANG, JADI DIA JUGA TIDAK BISA MENGGUNAKANNYA SEMBARANGAN!
Aku tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang datang. Aku langsung memposisikan kedua daggerku di depan dada, dan bersiap untuk menyerang Sky imitasi.
[Teknik bayangan: nomor 11, Sang Peniru - Teknik pedang bulan: nomor 1, Pedang Bulan Sabit.]
Yang bisa meniru teknik bukan hanya kau!
ZRATTT!
WHUSSS!
Aku melancarkan serangan bulan sabit itu, dan kini itu melayang ke arah Sky imitasi. Tapi sebelum serangannya mengenasi Sky imitasi itu, tiba-tiba seranganku hancur. Saat aku menoleh ke arah X, ternyata dia yang menahan seranganku dengan teknik snipernya.
"Kenapa?!" Aku bertanya dengan nada yang sedikit tinggi, X hanya diam dan menatapku tajam.
"Sial! Kau bocah terkutuk! Kau juga menggunakan seni terlarang?! Harusnya aku tidak menggunakan teknik yang akan mengurangi umur penggunanya ini!"
DEGG!
Apa? Mengurangi umur penggunanya? Aku baru tau ...
Karena aku yang tiba-tiba melamun, Sky imitasi itu langsung melompat mundur dan berlari pergi. Kobaran api di tubuh Sky sudah padam, Valeria juga sudah terduduk lemas dengan keadaan kelelahan.
Tap!
X datang menghampiri kami, dan dia berniat untuk menyentuhku.
"KENAPA?! KENAPA KAU MENGHENTIKAN SERANGANKU?!" Aku marah dan mencengkram kerah X. Pria dewasa itu menggenggam pergelangan tanganku kasar dan menjauhkan tanganku dari kerah seragamnya.
"Kau pikir kau akan menang hanya karena seranganmu tadi mengenainya? Dia itu peringkat ke 3 di seluruh dunia. Kau yang kualahan mengalahkan top 100, mau mencoba melawan top 3? Aku menyelamatkanmu agar tidak membuat dia marah!"
DEG!
"APA?! PERINGKAT KE 3?! KENAPA DIA SANGAT LEMAH?!" Aku justru ikut kaget.
"Karena dia meremehkan kalian, dia hanya bermain-main dengan kalian, dan tak sengaja malah meniru teknikmu yang jelas-jelas adalah teknik terlarang," ucap X sambil melepaskan genggaman tangannya.
"Ngomong-ngomong soal pengurangan umur ... apakah itu benar?"
TBC.
Jangan lupa likenya ya guys!
__ADS_1