Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Ujian ke 6!


__ADS_3

Kita balaskan saja dendam ini di ujian ke 7, di pertarungan individu."


POV: Seas


Akhirnya, kita sampai. Di lokasi ujian ke 6 dilaksanakan!


Aku berdiri sambil menatap sebuah bangunan super besar di depanku. Dari bawah, aku tidak tau bangunan ini sebesar apa, tapi jika dari yang kudengar dari para senior, bangunan ini bahkan lebih luas dari stadion sepak bola.


Cklik.


"Ikuti aku." Agen C yang ada di depan kami, membuka pintu lalu masuk dari sisi bawah bangunan. Aku, Valeria dan Sky, memilih untuk berjalan di barisan paling akhir. Saat aku memasuki bangunan ini, hal yang pertama aku lewati adalah lorong yang cukup sempit, karena hanya bisa dilewati oleh satu orang saja.


Setelah itu, kami melewati lorong kaca, yang menampakkan seluruh isi bangunan ini.


"Ini ... seperti hutan lindung?" gumamku sambil menyentuh kaca yang dingin itu dengan telapak tangan.


"Nama bangunan ini adalah Killer Project 364. Bangunan ini dibuat dengan membuat situasi seperti hutan dan sungai seperti ekosistem aslinya." Dari depan terdengar suara dari Agen C yang menjelaskan tentang bangunan ini. Sambil terus melihat ke sisi dalam bangunan, kami akhirnya memasuki ruangan yang mirip dengan ruangan kontrol CCTV.


"Ujian ke 6 akan dilaksanakan bergantian. Karena ada 8 tim yang tersisa, maka akan ada 4 giliran dengan 1 giliran yang masing-masing berisi 2 tim untuk saling berhadapan," ucap Agen C sambil menunjukkan sistem dari ujian ke 6 ini di layar lebar belakang tubuhnya. Setelah itu Agen C mengeluarkan sebuah kotak hitam yang cukup besar dengan lubang berbentuk lingkaran di atasnya.


"Di dalam sini, ada 8 kertas yang bertuliskan angka 1 sampai 4. Jadi ada 2 kertas dengan angka yang sama. Bagi yang mendapat angka sama, maka mereka adalah musuh. Nah jadi, silakan maju perwakilan tim." Setelah mendengarkan ucapan Agen C, aku, Valeria dan Sky saling bertatapan.


"Siapa yang mau maju?" tanya Valeria dengan senyuman jahil.


"Tentu saja Seas bukan?" ucap Sky sambil cemberut.


"Ey ey ey tidak bisa begitu dong. Apa kalian ingat ketua tim ini siapa?" Aku berbicara sambil melipat kedua tanganku di dada.


"Sky~." Aku dan Valeria berbicara bersamaan, yang membuat Sky semakin kesal.


"Curang! Padahal waktu itu aku sedang tidur!" geram Sky, namun dia tetap berjalan maju untuk mengambil kertas. Bersamaan dengan Sky, sepertinya tim lain juga sudah memutuskan untuk memilih siapa yang akan mengambilnya.


Secara bergantian, aku melihat mereka yang ada di depan memasukkan tangannya ke dalam kotak. Hingga sampai pada orang terakhir. Setelah selesai, C segera membuang kotak hitam itu ke sampingnya.


"Cepat buka dan berikan padaku nomor berapa," ucap C pada mereka. Setelah memberikan kertas yang sudah dibuka itu, layar lebar di belakang C berubah tampilan, dan menunjukkan urutan tim mana yang akan bertarung.


"Ujian ke 6, ujian menghancurkan kristal.


Urutan peserta tim.


Giliran pertama.


Tim Ruo, Cedrik, Remi.


VS


Tim Ned, Nibi, Ruga.


Giliran kedua.


Tim Gio, Reksa, Lili.


VS


Tim Van, Cassio, Aran.


Giliran ketiga.

__ADS_1


Tim Sky, Seas, Valeria.


VS


Tim Renya, Ishi, Illa.


Giliran ke-empat


Tim Alio, Jessya, Felra.


VS


Tim Fani, Edrin, Ratia.


Akan ada dua tim yang tereliminasi dari ujian kali ini. Kriteria penilaiannya dirahasiakan, jadi berusahalah sekuat tenaga. Untuk giliran pertama, Tim Ruo segera ke pintu warna merah, dan Tim Ned segera ke pintu warna biru.


Ujian ke 6, dimulai sekarang."


***


POV: Author


Dari dalam ruangan yang mirip dengan ruangan CCTV itu, Seas dan semua murid yang belum menerima waktu gilirannya, akan menunggu dan melihat.


Seas duduk di sambil bersandar di tembok belakang, begitu juga dengan Valeria, sedangkan Sky memilih untuk duduk.


"Kupikir aku bisa mendapatkan angka yang sama dengan Van," gumam Sky sedikit kecewa. Valeria menoleh ke arah Sky lalu tertawa sinis.


"Apa kau segitu tidak sabarnya untuk balas dendam?" tanya Valeria sambil mengeluarkan pistol dan sapu tangan.


"Kau pikir aku tidak marah tiba-tiba ditusuk dari belakang seperti itu? Setidaknya aku harus menusuk dahi mereka sebagai gantinya bukan?" ucap Sky sambil menatap tajam ke arah Aran. Seas yang memperhatikan kedua temannya, jadi menghela nafas.


Seas memegang pucuk kepala Sky dari atas. "Hei musuh kita sekarang bukan tim mereka! Fokus dong! Kalau kita kalah di ujian ini maka kita tidak bisa sampai di ujian ke 7!" Seas sedikit mencengkram kepala Sky hingga dia kesakitan.


"Ow ow aw! Baiklah baiklah aku mengerti!" Setelah itu barulah Seas melepaskan cengkraman tangannya dari kepala Sky. Mereka berdua kini kembali untuk memperhatikan layar lebar.


"Menurutmu, siapa yang akan menang? Ruo atau Ned?" tanya Valeria sambil menyenggol siku kanan Seas. Anak laki-laki bermata ungu menatap ke arahnya yang masih melihat layar sambil mengelap pistolnya.


"Hm, ini cukup sulit. Secara pribadi, aku tau bahwa Ned dan Ruo kini berada di level yang setara. Jadi sulit untuk menentukan siapa yang lebih hebat diantara mereka," jelas Seas sambil memperhatikan Ruo dan timnya yang ada di titik kristal merah.


"Lalu? Bagaimana dengan tim mereka?" tanya Sky pada Seas.


"Itu ... aku bahkan belum tau kemampuan anggota Ned apa saja ... kalau Cedrik dan Remi, setidaknya aku sudah cukup tau tentang mereka," ucap Seas lagi sambil melihat tim Ned yang ada di titik kristal biru.


"Yah ... kita lihat saja, bagaikan pertarungan ini akan berjalan," ucapnya sambil menatap layar.


"Baiklah, kedua tim sudah siap? Aku akan menjelaskan mengenai denah tempat ini. Saat ini kalian berdua berada di ujung yang berlawanan. Tempat ini memiliki 3 area.


Area depan kristal adalah area hutan. Lalu area tengah adalah adalah area sungai, dan area sekitarnya adalah area pemukiman. Manfaatkan dengan baik area ini untuk strategi kalian.


Tujuan kalian di sini jelas, yaitu menghancurkan kristal lawan. Tidak diperbolehkan membunuh tetapi kalian boleh melukai lawan hingga tidak bisa bertarung." Perkataan Agen C menyiratkan, bahwa kita tidak bisa membunuh lawan, tapi kita bisa membuat mereka cacat. Itu cukup mengerikan, tapi dengan teknologi di Underworld School dan koneksinya, seperti cedera seperti apapun bisa disembuhkan asal dia tidak mati.


"Pertarungan pertama!


DIMULAI!"


TENG! TENG! TENG!

__ADS_1


WHUSSHH!


Kedua tim langsung menyerbu ke arah area tengah. Di tim merah ada Ruo yang menjaga kristal, sedangkan di area biru, ada Ned yang menjaga kristal.


Jadi yang menyerang untuk maju di tim merah adalah Remi dan Cedrik, sedangkan yang menyerang di tim biru adalah Nibi dan Ruga.


Seluruh murid yang masih mengawasi dari CCTV menonton dengan diam. Mereka semua mengamati dengan serius.


"Pertarungannya dimulai," ucap Seas saat melihat Cedrik mengeluarkan pistolnya.


KLIK.


DOR DOR DOR DOR!


Cedrik langsung menembakkan 4 peluru ke arah depan. Secara mengejutkan, ke-empat peluru itu ditangkis oleh sesuatu yang tidak terlihat.


"Remi!"


"Aku tau!" Remi mulai mengeluarkan sebuah botol mungil dari dalam sakunya. Dengan cepat Remi melemparkan botol itu ke sebuah pohon.


"Racun regenerasi, pertumbuhan tanpa henti!"


ZRAAAAAKKKK!


Pohon yang baru saja ditumpahi cairan itu, langsung tumbuh menjadi pohon raksasa dan hampir memenuhi setengah bagian bangunan ini.


"Hah? Dia membawa obat yang merepotkan," ucap Ruga sambil meletakkan sebuah peti yang dari tadi dia bawa di punggungnya.


"[Teknik pengontrol mayat: nomor 0, benang kontrol.]"


BRAK!


Peti mati itu terbuka dan memunculkan sebuah boneka berwajah seram dan 8 tangan. Ruga memilih duduk di satu tempat dan memainkan jari-jarinya.


Krek kretek!


TRAAAAKK!


Boneka itu langsung terbang ke atas, mengincar Remi dan Cedrik yang berada di atas pohon. Cedrik mengarahkan pistolnya ke arah boneka milik Ruga.


Dor dor dor!


Tang tang tang!


Boneka itu menepis semua peluru yang ditembakkan oleh Cedrik.


Creesk!


"Jangan lupakan aku." Tiba-tiba Nibi muncul dari belakang Remi dan Cedrik. Kedua anak itu sudah terkepung dari depan dan belakang.


"Gawat!" Cedrik yang sempat bereaksi lebih cepat, langsung berbalik badan dan hendak menembak Nibi. Tapi sayangnya dia terlambat.


ZRAAASHH!


CRAT!


Nibi sudah menyerang Remi terlebih dahulu dengan cakar panjang yang ada di sela-sela jarinya.

__ADS_1


"Sial!"


TBC.


__ADS_2