Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Hell of flame.


__ADS_3

"PERTANDINGAN ... DIMULAII!!"


POV: Author


"GRAAAA!" Raksasa itu berteriak kencang lalu mulai berlari menerjang ke arah Sky. Anak berambut kuning kebiruan yang masih tampak bingung itu, segera memfokuskan dirinya dan bersiap untuk bertahan.


"Ayo mulai, Hades."


BLARR!


"WOAAAAA!"


"WUUHUUUU!"


"BAGUSS ANAK MUDAA!"


Sorak-sorak dari para penonton mulai membara seirama dengan kobaran api dari senjata Sky.


WHUNG!


"GILA! DIA LOMPAT BERAPA METER?!" teriak Sky sambil melihat Hell yang melompat tinggi di atas Sky. Dengan cepat, Sky langsung berusaha lari agar tidak tertindih oleh raksasa itu.


DUARRR!


Begitu Hell mendarat, tanah yang dia pihak langsung retak. Sky menatap horor ke arah tanah yang pecah itu.


Kalau aku masih berdiri di sana, pasti aku jadi keripik penyet,-batin Sky.


Sky berhenti berlari, lalu mulai berhadapan dengan Hell. Sabit di tangan kanannya mengeluarkan api yang membara, Sky memasang kuda-kuda khusus yang telah dia latih. Posisi ini adalah Sky yang berdiri tegak, dengan posisi ujung kaki kiri yang menghadap ke lawan. Dengan bahu kanan yang dimiringkan ke belakang, sabit panjang Sky jadi bebas untuk berotasi ke mana saja.


"Grrr."


WHUS!


TAK!


Sky ikut maju bersamaan dengan Hell. Tatapan mata Sky berkobar penuh tekad untuk memperjuangkan Seas yang kini jadi tawanan.


SRINGG!


Hell mengeluarkan pedang super besar yang dari tadi dia simpan di punggungnya. Bersamaan dengan Hell yang mengeluarkan pedangnya, Sky melompat sambil bersiap mengayunkan sabit berapi miliknya.


TRANGGG!


Suara dentingan antara dua senjata besar ini menggemakan arena gladiator ini. Percikan api yang keluar bahkan mengenai kulit tidak menjadikan halangan bagi mereka untuk terus beradu senjata.


TRANG TRANG TRANG TRANG!


Pertarungan sengit dengan kecepatan tinggi terus berlanjut, Hell dengan tubuh raksasanya, tidak disangka punya kecepatan yang tidak masuk akal. Sedangkan di sisi lain, Sky tampak sedikit kesulitan untuk mengimbangi gerakan Hell.


Tubuhnya sebesar ini, tapi dia bisa bergerak dengan cepat?! Monster tidak masuk akal apa ini?!,-batin Sky.


TRANGG!


DUAGH!


Sky lengah. Karena pikirannya teralihkan sejenak, monster itu menghantam perut Sky dengan ekor yang entah datang darimana.

__ADS_1


BRUK!


Sky yang tak siap menerima serangan, langsung tersungkur dan hanya menggeliat seperti ular. Perutnya sangat perih seperti diaduk-aduk organnya. Ditambah lagi schyte Sky yang terlempar menjauh karena pegangan tangan Sky yang melemah.


WHUNGG!


Sky langsung menatap ke arah langit yang terang. Sebuah bayangan kini berada tepat di atas wajahnya, itu adalah Hell yang melompat lagi untuk meremukkan tubuh Sky.


Whir whir whir!


Sky menggelindingkan tubuhnya ke kiri secepat mungkin untuk menghindari terinjak oleh Hell.


DUARRR!


Lagi-lagi tanah yang Hell pijak langsung retak, Sky berusaha berdiri sambil memegang perutnya yang masih perih. Bahkan tatapan mata Sky masih terlihat kesakitan, air liur kadangkala lolos dari mulutnya yang setengah terbuka itu.


Sial ... perutku sangat sakit. Seluruh obat-obatanku juga diambil. Lalu bagaimana ... aku bukan pengguna seni beracun,-batin Sky.


DARKK!


Hell langsung berlari menerjang ke arah Sky. Tapi remaja laki-laki berambut kuning itu masih terdiam melamun tanpa mencoba untuk menghindar.


BUAGH!


Sky terkena pukulan telak dengan pedang tumpul milik Hell. Ditambah lagi bagian yang terkena pukulan tetaplah perut Sky.


"A ... aa-akh." Sky merintih kesakitan, tangannya berusaha menggapai tanah berpasir yang panas itu. Ekspresi wajahnya sudah putus asa untuk bertarung lebih lanjut.


Dem ... dem ... dem.


Sky bisa mendengar Hell yang semakin lama mendekat ke arah Sky. Lebih dekat, lebih dekat lagi, hingga bayangan Hell bisa terlihat oleh Sky yang tengkurap.


Hell mengangkat pedangnya tinggi-tunggi, menargetkan kepala Sky kali ini.


Peraturan dalam dunia gladiator itu sederhana. Awal mulai tradisi dilakukannya gladiator adalah hanya untuk hiburan masyarakat serta orang bertakhta. Namun seiring berkembangnya zaman, gladiator digunakan untuk hal lain.


Salah satunya adalah seperti saat ini, hiburan serta taruhan, kepada siapa yang akan menang atau siapa yang akan mati duluan.


Dengan kata lain, para penantang tidak akan berhenti bertarung sampai salah satu diantara mereka kehilangan nyawa.


"Pfft, apa yang kau lakukan? Sky?"


DEG DEG.


Suara Seas menghentikan Hell yang hendak membunuh Sky. Mata kuning yang sekarat itu, kini menatap ke arah remaja laki-laki berambut putih dengan tangan yang terpasung di tengah arena.


"GRRRR!" Karena suara Seas cukup keras, hal ini menarik perhatian Hell. Monster raksasa itu langsung berjalan cepat sambil menggotong pedangnya ke arah Seas. Melihat seorang raksasa yang datang padanya, Seas malah hanya diam dan tersenyum.


"GRAAAAH!"


WHUNG!


Hell mengayunkan pedangnya langsung ke leher Seas. Entah kenapa ...


...


...

__ADS_1


Sky bisa melihat gerakan monster itu menjadi lambat. Tanpa ragu, Sky langsung bangun dan berlari secepat kilat mencapai raksasa yang hendak membunuh Seas.


CRANGGG!


Sky berhasil menghentikan pedang Hell, menggunakan rantai yang mengikat kakinya tadi.


"Siapa ... yang bilang kau boleh menyentuh rekanku?!" ucap Sky dipenuhi kemarahan.


"WOAAAAA!"


Teriakan penonton mulai ramai lagi, setelah suasana hening yang terjadi karena pembantaian satu pihak, kini mereka menantikan perlawanan Sky.


"Psst. Dengarkan aku Sky, ada satu seni beracun yang bisa kau gunakan. Ini mungkin hanya seni yang sederhana, tapi aku yakin kau mampu menggunakannya dengan baik.


Aku pernah membacanya satu kali saat aku di mansion dulu, dengarkan baik-baik, ....." Seas mulai membisikkan sesuatu pada Sky. Mata Sky perlahan melebar, seperti menyadari sesuatu.


Semudah itu? Aku baru tau ada seni yang semudah ini! Kalau hanya begini, kupikir aku bisa melakukannya?,-batin Sky.


CRANGG!


WHUNGG!


"Woah!" Sky terlempar ke udara karena Hell menarik rantai yang tengah Sky pegang. Tapi kini keadaannya berbeda, Sky merasa yakin bahwa dirinya bisa membalikkan keadaan.


Crang!


Sky langsung membuang rantai itu begitu dia mendarat. Sky baru ingat bahwa dia menyimpan sekitar 10 jarum di celananya, dia lalu mengeluarkan jarum itu, lalu ...


JREB!


Menusukkannya ke kukunya sendiri.


***


POV: Seas


Saat aku sadar, aku langsung tau bahwa aku kini telah dijadikan tawanan. Tapi yang membuatku kaget adalah, Sky yang dibantai habis-habisan oleh raksasa buruk rupa itu. Padahal aku yakin Sky lebih kuat, tapi kenapa dia tidak bisa melawan.


Tapi setelah kulihat lagi, Sky tidak mengenakan jubah laboratoriumnya, jadi pasti obat-obatnya dirampas, schyte Sky juga terlempar. Dia tidak akan bisa mengambilnya.


Untung saja aku bisa mengulur waktu dan membuat Sky datang untuk menyelamatkanku. Kini aku bisa memberitahukannya sebuah seni, yang hanya bisa dilakukan dengan mudah 'olehnya' saja.


Alasannya? Sky adalah orang yang seluruh hidupnya berada di antara racun dan obat-obatan. Tanpa sadar, dia pasti sudah menghirup atau bahkan mencicipi beberapa jenis racun kuat dari laboratoriumnya.


Hehe, dan seni yang kuberitahu pada Sky adalah ...


Seni yang menggunakan darah Sky sebagai senjatanya.


Seni ini mudah, karena yang melakukannya adalah Sky. Meskipun aku paham dasarnya, aku tidak bisa menguasai seni ini, karena darahku tidak beracun.


Nah Sky, tunjukkan pada mereka.


Kengerian dari Underworld School.


"[Teknik teratai darah: nomor 1, kuku siluman.]"


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa likenya ya guys!


Oh dan juga, novel ini akan terus update kecuali hari minggu selama bulan Agustus hingga Oktober!


__ADS_2