
POV: Author
Layaknya jarum jam yang tidak pernah berhenti bergerak, dan layaknya angin di langit yang tak berhenti berhembus. Walaupun matahari tidak pernah terbit di Underworld School, tapi sekolah ini tak pernah kehilangan waktu dan kewarasannya.
3 hari berlalu sejak pertemuan tim Seas dengan Rex. Hari itu, Rex mengumumkan bahwa dia akan mendirikan kelas baru yang disebut Eksekutioner Class. Sebuah kelas yang mempunyai kekuatan lebih tinggi daripada kelas Agen tingkat atas, baik itu kelas Codename maupun kelas Spy.
3 hari yang berlalu dengan cepat itu, Seas habiskan dalam kesunyian. Tim itu tidak sekalipun keluar dari asrama, seolah menghilangkan diri dari keramaian para pembunuh.
Namun yang sebenarnya terjadi adalah ...
***
POV: Seas
"AAAAAA SKY BODOH! KAU BILANG HANYA MINTA SEDIKIT?! KENAPA SANGAT BANYAK JADINYA?!" Aku berteriak sambil bersembunyi di atas lemari kayu, menghindari Sky yang mendatangiku dengan memegang jarum suntik yang sebesar lengan pria dewasa.
"Darahmu itu sangat luar biasa Seas. Biarkan aku menelitinya." Sky tersenyum mengerikan sambil menatapku. Aku merasakan bahwa tubuhku langsung merinding.
Ya ... sejak kita pulang dari ruangan Rex, Sky menawarkan sebuah hal padaku. Yaitu ... aku diminta untuk menjadi objek penelitiannya, dan sebagai imbalannya, aku akan mendapat beberapa bom kimia yang biasanya Sky bawa.
Masalahnya adalah ...
SKY BILANG BAHWA DIA HANYA MINTA DARAHKU SEBANYAK SETENGAH GELAS SAJA, KENAPA DIA SEKARANG MINTA SATU BAK AIR?!
"AKU SUDAH MEMBIARKANMU MENELITINYA SEBANYAK KESEPAKATAN KITA YA! KENAPA KAU MEMINTA LEBIH?!" Aku masih terus mendekam di atas lemari sambil menghindari jarum suntik Sky. Tapi dia tidak menyerah dan malah berusaha untuk ikut naik!
"Ayolah! Darahmu ini akan sangat berguna untuk kemajuan manusia di masa depan nanti!" ucap Sky sambil menggoyangkan lemari yang kunaiki ke kiri dan kanan.
"YA MEMANG BENAR UNTUK MASA DEPAN MANUSIA! LALU MASA DEPANKU BAGAIMANA?! KAU MAU MEMBUATKU MATI KEHABISAN DARAH?!" teriakku sambil berpegangan kuat di kedua sisi lemari.
BRAK!
Kegiatanku dan Sky terhenti, mata kami terpaku pada Valeria yang masuk sambil menendang pintu. Ya tentu saja pintunya jadi rusak, aku yakin pintunya sudah tidak bisa digunakan lagi.
"Ada apa?" tanya Sky sambil menurunkan suntiknya yang diikuti helaan nafas lega dariku. Valeria menatapku dan Sky bergantian, lalu dia menunjuk ke arah pintu keluar dengan ibu jarinya.
"Apa kalian lupa hari ini adalah hari pengumuman?" tanya Valeria. Aku dan Sky terdiam, kami benar-benar lupa bahwa hari ini adalah hari pengumuman!
GUBRAK!
"AKU GANTI BAJU DULU!" Aku meloncat turun dari lemari yang membuat lemari itu jatuh dan menimpa Sky yang ada di depannya.
"SEAS SIALAN! KELUARKAN AKU DARI SINI! VAL!" teriak Sky yang bisa kudengar setelah aku keluar dari kamarnya.
Entah setelah itu Valeria menolongnya atau tidak, aku tidak menoleh dan terus berlari ke arah kamarku.
Jika hari ini aku mendapat peringkat pertama, maka aku akan mendapat informasi tentang Arma!
***
Setelah aku bersiap-siap dan mengganti baju, tak lupa aku memakai gelangku, Lumius. Serta dua buah dagger lama pemberian Venom yang masih kupakai sampai sekarang.
"Di sini ramai ya?" gumam Sky sambil meringkuk dan memegang lengan bajuku. Kini kami sudah berada di tempat pengumumannya, yaitu di pusat Underworld School dengan seragam yang biasa kami pakai. Sky yang tidak pernah lupa dengan jas hitam dokter miliknya, serta Valeria dan aku yang memakai seragam hitam khas milik kami masing-masing.
"Apa kau masih malu-malu Sky?" Valeria bertanya sambil tersenyum miring. Sky menganggukkan kepalanya dan wajahnya terlihat sedikit pucat karena gugup. Aku sempat heran bagaimana dua anak ini bisa akrab, padahal keduanya punya kepribadian yang berbeda total, kecuali kegilaan mereka tentang pembunuhan.
__ADS_1
Aku sih masih berada di tengah-tengah.
"Tapi kau benar, kenapa sekarang sangat ramai ya?" Aku ikut memperhatikan sekeliling. Biasanya sekolah ini tidak pernah seramai ini di suatu tempat, ini seolah-olah ... seluruh pembunuh dibawah naungan Underworld School yang sedang dalam misi dipaksa untuk kembali ke Underworld School.
"Oh! Apakah kalian tidak tau? Para pembunuh memang harus kembali ke Underworld School ketika ujian sudah mencapai di tahap ke-4!" Seorang perempuan dengan mata hitam beramput hitam panjang dengan bando berhiaskan tengkorak manusia versi mini itu tiba-tiba mengajak kami berbicara.
"Astaga!" Aku dan Sky kaget untuk sesaat.
"Apakah ada sesuatu yang istimewa di ujian ke-4?" Valeria tampaknya tidak terkejut, dia masih berekspresi biasa dan bertanya dengan nada yang tenang. Gadis tadi menganggukkan kepalanya dan mulai mengangkat jari telunjuknya.
"Karena dimulai sejak ujian ke-4. Tingkat kesulitannya akan bertambah parah. Bahkan di ujian ke-4 saja, hanya akan ada 10 tim yang lolos."
Deg!
Hanya ada 10 tim katanya?
PRITTTT!
DUARRR!
Sebuah ledakan besar tiba-tiba muncul di tengah orang-orang yang berkerumun. Dari ledakan itu, muncul X yang membawa sebuah surat yang tergulung.
"Ekhem! Aku akan membacakan tim siapa dan anggotanya yang lolos dalam ujian ke-3! Wajah mereka akan ditampilan di layar proyektor di atas gedung!" Suara X yang menggelegar membuat seluruh keadaan di sini menjadi sangat sepi. Seluruh orang menjadi diam, mereka melihat X dan proyektor layar secara bergantian.
"Aku akan mengumumkannya dari peringkat paling bawah!
Peringkat ke 10, tim yang berisi nama Renya! Illa! Ishi!"
Syutt!
"Peringkat ke 9! Fani! Edrin! Ratia!"
Aku membelalak saat mendengar nama Fani.
Serius? Fani teman sekelasku dulu juga lolos? Ini jadi makin menarik! Terlebih tim mereka beranggotakan dua perempuan dan satu laki-laki!
"Peringkat ke 8! Alio! Jessya! Felra!"
Alio juga lolos.
"Peringkat ke 7! Reksa! Gio! Lili!"
"Peringkat ke 6! Kasan! Dicy! Ricy!"
"Peringkat ke 5! Ned! Nibi! Ruga!"
Ned juga lolos?!
"Peringkat ke 4! Barka! Seidon! Rota!"
"Setelah ini ada 3 tim yang menduduki 3 besar, dan 3 orang yang menduduki tempat rockstar of US!"
Suara sorak meriah dari para orang di sini memekakkan telingaku. Mereka berteriak dengan sangat semangat seolah menunggu apa yang akan X katakan selanjutnya.
"TIM PERINGKAT KE 3! RUO! CEDRIK! DAN REMI!"
__ADS_1
DEG!
HAH RUO?! DIA PERINGKAT KE 3?!
"TIM PERINGKAT KE 2! SEAS! VALERIA! DAN SKY!"
Sorakan makin kencang, tapi aku tidak peduli. Yang aku pedulikan ... aku peringkat 2? Siapa tim peringkat pertama?!
"PERINGKAT PERTAMA! CASSIO! ARAN! DAN VAN!"
Saat aku melihat ke arah proyektor, aku sadar siapa dia.
Dia adalah gadis berambut kuning dengan mata merah, Van. Anak yang menantangku setelah aku pulang dari misi.
"SELANJUTNYA, ROCKSTAR OF US!
PERINGKAT KE 3! RUO! AHLI DALAM PERTARUNGAN JARAK DEKAT DAN BAHKAN MEMBUAT SENI MILIKNYA SENDIRI!"
Saat nama Ruo muncul di proyektor berserta wajah dan seluruh perkembangan statistiknya. Aku menyadari apa fungsi dari rockstar of US. Ini adalah ajang lain untuk mendapatkan tempat promosi di tim tingkat tinggi.
Dengan kata lain, sama saja seperti memberitahukan kandidat terbaik di ujian kali ini.
"PERINGKAT KE 2! DI DAPATKAN OLEH VAN! PEMILIK SENI DEWA PETIR! KECEPATAN DAN KEKUATAN SERTA KECEKATAN DALAM BERTARUNG! DIA ADALAH YANG TERBAIK DALAM PERTARUNGAN CEPAT!"
Suara sorakan mulai muncul dan bisik-bisik.
"Dewa petir? Bukankah itu adalah seni yang sangat sulit? Dia sangat hebat bukan?"
Ya, begitulah yang kudengar.
"PERINGKAT PERTAMA! DI DUDUKI OLEH SEAS! PEMILIK SENI TERLARANG! BAYANGAN IBLIS! DENGAN SELURUH PERKEMBANGAN STATISTIK BERSTATUS A+ DAN A! AHLI DALAM PERTARUNGAN TERBUKA MAUPUN TERTUTUP! JARAK DEKAT MAUPUN JARAK JAUH!"
Giliran bagianku, Valeria dan Sky malah kaget dan menatapku heran.
Sejujurnya aku juga kaget.
Aku baru tau nama seniku itu bayangan iblis?! Kupikir ini hanyalah teknik bayangan biasa?!
"Hei ... kenapa wajahnya mirip dengan 'dia'? Apakah mereka bersaudara?"
"Tidak mungkin ... aku tidak pernah mendengar bahwa 'dia' punya saudara!"
Apakah ... mereka membicarakan Arma? Kenapa mereka tidak langsung menyebut nama saja?!
"UJIAN KE 4 AKAN DIMULAI 3 JAM DARI SEKARANG!"
Setelah itu X melompat pergi, kembali masuk ke dalam gedung. Begitu juga dengan gerombolan yang sangat ramai ini mulai masuk ke dalam gedung.
"Seas. Ayo ke Rex!" Valeria menarik kerah bajuku dan membawaku ikut masuk ke dalam gedung.
Aku terlalu bingung untuk mencerna situasinya.
TBC.
Jangan lupa likenya ya guys!
__ADS_1