Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Pertanyaan ke 7?


__ADS_3

Baiklah! Ayo kita mencontek!


***


POV: Seas


Aku mengeluarkan daggerku lalu memasukkannya ke dalam lengan bajuku yang panjang, dengan begini, daggernya bisa berfungsi sebagai cermin. Sekarang aku hanya tinggal mencari dimana tempat duduk Sky.


Aku memiringkan dagger yang menempel di telapak tanganku ke kiri dan kanan berkali-kali, rupanya hanya aku yang terlambat menyadari celah peraturan ini. Dari seluruh peserta, hampir semuanya mencontek, dan hanya ada beberapa yang bisa menghitung sendiri, termasuk Sky.


Cara mencontek mereka ada yang tergolong cukup ekstrim, ada yang menggunakan teknik hipnotis, ada yang bisa meniru gerakan tangan lewat suara, dan ada yang mempunyai mata elang, maksudku dia punya jangkauan penglihatan yang tidak dimiliki orang biasa.


Coba kuingat-ingat, apakah aku punya teknik bayangan yang bisa kumanfaatkan?


...


Setauku, semua teknik yang kumiliki hanya untuk bertarung ...


Oh ada! Teknik ke 11! Baiklah! Ayo kita meniru teknik mata elang orang tadi!


Bay bay Sky aku tidak jadi menunggu jawabanmu!


[Teknik bayangan: nomor 11, sang peniru - teknik elang: nomor 3, mata elang]


***


POV: Valeria


Bisakah aku mengebom ruangan ini hingga tersisa aku saja? Untuk apa sih kertas diciptakan? Bagaimana caraku mengerjakan ini?!


Seas ... tadi dia terlihat kesulitan, tapi sekarang dia bahkan bisa menulis dengan lancar! Apakah Seas punya teknik yang bisa dia gunakan untuk mencontek? Atau tiba-tiba dia mendapat keajaiban dengan otaknya?


Aku ingin punya otak.


Maksudku, aku ingin punya otak yang pintar.


Bagaimana caraku menjawab pertanyaan-pertanyaan ini ya? Coba aku ingat-ingat lagi, memangnya aku punya teknik untuk mencontek?


[Hei.]


Huh? Suara ini ... Belmere?


Tumben sekali dia mengajakku bicara. Bukankah dia bilang hanya akan bersuara jika aku dalam bahaya?


[Kupikir kau akan mati karena otakmu terlalu panas.]


Sialan.


[Aku tau kau bodoh dan otakmu hanya ada otot saja, tapi aku tidak menyangka kau sebodoh ini.]


Daripada kau mengomel, bukankah lebih baik kau membantuku?

__ADS_1


[Memang itu tujuanku. Tapi aku tidak berniat untuk memberitahumu jawabannya secara langsung, manfaatkan matamu yang tidak pernah meleset dalam membidik, aku yakin kau paham maksudku.]


Mata?


Mataku?


...


OH! AKU PAHAM! Benar juga! Kalau hanya dari jarak sedekat ini, aku bisa mencontek kertas ujian peserta lain! Terimakasih Belmere!


***


POV: Sky


Ughh! Akhirnya selesai! Sekarang, tinggal nomor 7. Aku tidak bisa menjawabnya karena ... bahkan tidak ada pertanyaan yang ditulis di sini.


Baiklah, mari kita lihat Valeria dan Seas sudah sejauh apa.


Aku menatap ke arah sekelilingku.


Mengejutkan, Seas bisa menulis dengan lancar bahkan tanpa menengok ke kiri dan kanan. Hm, apakah dia meniru teknik seseorang? Lalu Valeria ... oho akhirnya dia menggunakan matanya. Meskipun dia bodoh, sepertinya dia cukup punya akal.


Nah, kita tunggu pertanyaan yang terakhir.


***


POV: Seas


SE LE SAI!


Ayo kita lihat, bos monster seperti apa yang menunggu, wahai nomor 7?


PRANG!


Tiba-tiba salah satu kaca ruangan ini pecah, dan muncullah seorang wanita beramput hitam pendek dengan jas panjang yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Aku adalah penyelenggara ujian ke 4, kalian tidak perlu tau siapa aku, tapi tujuanku ke sini adalah untuk menjalankan soal nomor 7.


Sebelum aku mengucapkan pertanyaannya, apakah kalian sudah siap?" Wanita itu mirip seperti Venom, tanpa ekspresi, wajahnya selalu datar dan tatapannya yang seolah mati. Kami semua merasakan perasaan yang sama seperti kami baru saja masuk ke Underworld School, perasaan tertekan dihadapan pembunuh tingkat atas.


"Ya." Kami menjawab serempak. Wanita itu mulai mengeluarkan sebuah bola kecil yang mengeluarkan asap dengan pelan, bau asap itu sangat harum dan menenangkan.


"Pertanyaannya adalah


Di jalan yang gelap dirimu tersesat, di dalam kegelapan itu maka kau akan temukan cahaya. Lihatlah ke dalam labirinmu yang pecah, beracun, dan penuh benda tajam. Beritahu aku jika kau sudah menemukan jawabannya.


Sedikit petunjuk,


Seseorang yang nyaman dalam kegelapan, tidak sama dengan seseorang yang nyaman di dalam bayangan." Setelah mengatakan itu, perempuan tadi bersandar ke dinding dan mulai menutup matanya. Membiarkan kami semua dalam kebingungan.


Ini ... tidak pakai rumus kan? Mengerjakannya?

__ADS_1


Apa ini? Teka-teki? Lalu bagaimana?


BRAK!


Aku menoleh dengan cepat ke arah suara orang yang menggebrak meja. Ternyata itu adalah Sky. Sorot matanya terlihat panik dan wajahnya penuh dengan keringat.


"GAWAT! SEMUANYA! TUTUP HIDUNG KALIAN!" Sky berteriak dengan lantang di ruangan ini, hal ini membuat para pengawas datang dan langsung menodongkan pisau serta senapan pada Sky.


"Ukh! GAS YANG WANITA ITU BAWA ADALAH GAS BERACUN! JIKA MENGHIRUPNYA LEBIH LAMA LAGI! KALIAN AKAN-"


Bruk.


Sebelum menyelesaikan kalimatnya, Sky sudah lebih dulu tumbang, pelakunya adalah wanita yang tadi bersandar di dinding.


Apa?! Kapan dia pindah?! Pergerakannya tidak bisa dilihat oleh mata! Sial ini gas beracun?!


Apakah masih sempat jika aku menutup hidung?!


NYUT!


DEG DEG!


Sial ... kepalaku mulai berdenyut sakit. Para peserta lainnya ...


Aku menoleh ke arah belakang, hampir semuanya sudah tidak sadarkan diri, kecuali ada beberapa orang, termasuk aku dan Valeria yang punya kekebalan cukup baik terhadap racun.


"Sial, harusnya aku tau bahwa aku tidak perlu membuang waktu untuk mengerjakan soal ini." Seorang laki-laki dengan tudung hitam berkata dengan ekspresi marah, dari yang kutahu, dia bernama Reksa.


"Hoi! Kalian masih sadar bukan! Apakah kalian akan diam saja!?" teriak Reksa yang menggema di ruangan itu. Aku dan Valeria saling bertatapan, lalu kami tersenyum.


"Ayo mulai, Lumi-"


BUAGH!


"OHOK!" Aku tercekat, tenggorokanku dicengkeram dengan sangat kuat, wanita yang tadi berada di belakang Sky, dalam secepat kilat berada di depanku, bahkan bisa mencekik leherku.


"Hm, kau memang hebat untuk ukuran seseorang yang masih berada di kelas dasar. Tapi biar kuperingatkan satu hal, kekuatanmu jika dibandingkan dengan agen tingkat atas terlemah.


Agen tingkat atas yang paling lemah hanya perlu mengeluarkan 50% kekuatannya untuk menghadapimu.


Dan jika untukku, aku hanya perlu mengeluarkan 35% kekuatanku untuk mengalahkanmu." Warna mata hitam yang lebih gelap dan pekat daripada langit malam, bibir ungu yang pucat serta suara yang dingin. Wanita ini kuat. Mungkin sekuat Venom.


"Nah sekarang, tidurlah. Lihatlah ke dalam mimpimu, beritahu aku jawaban dari pertanyaan tadi."


Sial- aku mulai pusing! Sakit kepala ini makin lama makin kuat! Valeria? Reksa?


Aku melirik ke arah mereka berdua, yang kini tergeletak di atas meja.


Sial!


"Beritahu aku, Seas. Apa itu kegelapan, apa itu cahaya, dan apa itu bayangan?"

__ADS_1


***


TBC.


__ADS_2