
"Nah! Kita mulai pencarian kita!"
POV: Seas
Meskipun aku bilang ayo mulai pencarian kita ... sejujurnya aku juga tidak tau harus mencari kemana. Akhirnya aku dan rekanku kini hanya berjalan santai di jalanan Underworld School yang super sepi ini.
Jalannya gelap dan tidak ada orang, bahkan kuburan saja kalah sepi.
"Oh! Seas! Rambutmu sudah tumbuh! Aku bisa melihat warna hitam di pangkal rambutmu!" Sky menatap rambutku dengan tatapan kaget, aku juga sebenarnya sudah sadar bahwa rambutku mulai tumbuh lagi. Tapi aku tidak sempat mewarnai rambut lagi karena terlalu sibuk berlatih.
"Ini jadi kita kemana? Sepertinya kita hanya berjalan tanpa arah," ucap Valeria dengan langkah kaki yang gontai. Aku hanya tertawa kecil mendengar keluhan Valeria.
Yah dia tidak salah sih, kita memang hanya berjalan tanpa arah dari tadi. Tapi kupikir ini lebih baik daripada anak-anak bodoh yang memilih untuk mengejar Rabbit yang jelas-jelas kecepatannya tidak masuk akal. Aku yakin belum sampai seminggu mereka sudah mampus duluan.
"Wah, bukankah kau adalah Seas? Si rubah putih?" Seorang pria dengan topi koboi dan pistol yang disangkutkan di pingganya keluar dari dalam gang kecil. Begitu juga dengan orang-orang lain yang mulai keluar dari tempat persembunyiannya.
"Kau mau cosplay jadi anak gurun? Kayaknya kau cocoknya jadi anak haram saja deh," ucap Valeria dengan mulutnya yang tidak ada remnya.
"Maaf aku memang sudah anak haram, jadi kau tidak perlu menyuruhku cosplay jadi anak haram," jawab pria tadi dengan ekspresi wajah yang marah. Aku hanya menahan tawaku sebisa mungkin, sedangkan Sky sudah terpingkal-pingkal berguling di tanah.
Humor Sky memang yang paling rendah diantara kami.
"Lupakan itu! Kali ini kalian tidak akan selamat!" Pria tadi mengeluarkan kedua pistolnya dan mengarahkannya pada kami. Para siswa lain juga kelihatannya sudah mengeluarkan senjata mereka dan bersiap untuk menerjang kami.
Ah- aku paham sekarang. Mereka ingin mengurangi kandidat yang kuat agar ujian yang selanjutnya tidak perlu berhadapan dengan kami ya? Ini langkah yang bagus, tapi ini bukan langkah yang cerdas.
Mereka kira kami akan kalah hanya karena kalah jumlah?
"Wah~ aku yakin kalian sudah mendengar tentangku. Tapi kalian masih berani menantangku? Kalian mau dipotong jadi berapa? 2 atau 3?" tanyaku sambil menyentuh leherku sendiri. Para siswa lainnya malah tertawa, mereka malah saling berbisik dan menatapku dengan tatapan remeh.
"Kau pikir kami akan percaya? Mana ada anak yang mampu melawan 4 tim seorang diri. Kau hanya mengada-ada bukan?! Aku sudah melihat banyak pembual sepertimu!" ucap pria dengan topi koboi itu sambil menjulurkan lidahnya.
Aku masih tersenyum sebentar, lalu tanpa basi-basi aku langsung menerjang maju ke arahnya dengan teknik tercepat yang ku-punya.
[Teknik bayangan: nomor 5, bayangan pohon.]
Whus.
CRASHHH!
Aku langsung berada di depan pria itu, mencekal lidahnya dan memotongnya jadi dua.
"Aku dengar lidah pembual itu enak jika dibakar. Karena itu aku akan mengolahnya jadi steak lidah nanti. Terimakasih atas partisipasinya," ucapku dengan senyuman yang dingin. Pria di depanku itu langsung terduduk lemas, mulutnya tak henti-hentinya meneteskan darah.
"AAAAAAAAAAA" Teriakan pria itu terdengar nyaring di telingaku, aku segera menoleh ke samping, melihat gerakan siswa lain yang mulai menyerbu.
__ADS_1
Semuanya terlihat begitu lambat, bagaikan efek slowmotion, setiap gerakan mereka terbaca dengan jelas di mataku.
"Ayo mulai, Belmere."
"Ayo mulai, Lumius."
BZZZTTT!
ZRAAASHHHHH!
Aku dan Valeria mengeluarkan senjata kami. Percikan petir yang disertai dengan warna merah darah. Sesuai perjanjian kami sebelumnya, Sky tidak akan mengeluarkan Hades hingga ujian ke-5 selesai. Karena itu kini dia mengeluarkan jarum dan benang yang dulu dia gunakan untuk bertarung.
"Beri aku 2 menit, aku akan mengoleskan racun terlebih dahulu." Sky membuka botol dengan cairan yang berwarna merah muda di dalamnya. Aku dan Valeria mengangguk paham lalu mulai menerjang maju.
Krrt.
Aku mengeratkan genggamanku di Lumius, menatap ke arah para siswa lain yang ada di depanku.
Akan merepotkan kalau mereka mati. Kubuat lumpuh saja bagaimana?
Aku melompat ke udara, dan berputar untuk bersiap melancarkan serangan.
"Mati kau!" Seorang siswa yang membawa sniper bersiap untuk membidik ke arahku. Aku hanya menyeringai saat melihatnya.
"Belmere, wujud pertama. Sniper."
BZZT!
DOR!
CRATT!
Orang yang tadi menodongkan senapan ke arahku kini berakhir dengan kepalanya yang meledak.
WHUNG!
KLAP!
Sebuah cambuk dengan duri-duri tajam melilit lengan kananku. Aku menoleh dengan cepat, melihat ke arah perempuan yang memegang cambuk ini.
Aku menyeringai sedikit, tanganku langsung memutar cambuk tadi agar tidak bisa lepas, dan menarik paksa agar perempuan itu yang kini terlempar ke arahku.
WHUNG!
Aku melirik ke arah samping, melihat sebuah tongkat besi yang melayang cepat ke depan mataku. Dengan refleks cepat aku segera menunduk, tapi hal ini membuat perempuan tadi bisa melepaskan cambuknya tepat waktu sebelum aku menusukkan daggerku ke paru-parunya.
__ADS_1
"Jangan remehkan kerja sama kami!" ucap pria tadi yang menyelamatkan wanita itu. Aku melepaskan cambuk berduri yang melilit tanganku, lalu tersenyum ke arah mereka.
"Kalian juga jangan meremehkan kami. Sniper kami tidak pernah meleset loh." Aku tersenyum tulus.
DOR!
DOR!
CRAST!
Kedua orang itu mati dengan kepala yang meledak lagi. Dari kejauhan, aku bisa melihat Valeria dikejar oleh 3 orang, tapi dia tetap bisa membantuku.
Woah, perkembangannya sangat luar biasa.
"Nah, sudah selesai. Ayo kita mulai."
Kringcing!
Sky memegang benang besinya yang masih basah karena racun, dan membiarkan jarum besi miliknya digantung dengan benang besi itu.
Whus!
Sky memutarkan seluruh jarumnya bagaikan helikopter di udara, dan langsung menyebarkannya ke seluruh penjuru. Aku sebisa mungkin menghindari benang Sky dan berusaha untuk menuju ke tempat aman.
Sebelum aku meninggalkan area ini, aku berhenti sejenak dan menatap sisa orang yang masih hidup.
"Padahal tadi awalnya akan kubuat kalian lumpuh saja, sepertinya nyawa kalian akan berakhir di sini, sampai jumpa! Racun Sky itu mematikan loh!" ucapku pada mereka lalu lanjut berlari untuk sembunyi.
Kalau aku tidak salah ingat, aku pernah membaca buku resep racun Sky secara tidak sengaja. Dan racun dengan warna merah muda itu ditandai dengan klip merah oleh Sky.
Bisa diartikan bahwa racun itu sangat berbahaya. Diketerangannya tertulis,
'Gunakan racun ini kalau malas bersihin mayat.'
Begitu, memang apa maksudnya ya?
Aku mencoba untuk menoleh ke arah Sky.
Dan kini akhirnya aku paham apa maksudnya.
Itu adalah ... racun peleleh tubuh manusia.
TBC.
Jangan lupa likenya ya guys!
__ADS_1