
..."Hmmm, kau anak yang baik. Baiklah! Aku ke sini karena ingin menjelaskan soal ujian padamu!"...
POV: Seas
"Lupakan, aku sedang tidak dalam mood yang bagus," ucapku cuek lalu segera menaruh sisa perban dan obat di sakuku. Sementara X, dia terlihat terkejut karena aku menolak dengan cepat.
"Apa kau sedang cemburu? Dasar anak puber, aku dan Venom tidak ada hubungan apapun!" jelas X dengan ekspresi datar.
"Aku tau, mana mungkin Venom mau dengan orang sepertimu?" ucapku dengan seringaian. Sudah jelas, karena Venom hanya mau denganku saja.
"Sialan! Jadi kau mau dengar atau tidak?!" geram X sambil mencengkram kepalaku.
"ADUH! ADUH! IYA-IYA MAU! LEPASKAN CEPAT!" teriakku kesakitan sambil memukul tangan X yang berada di atas kepalaku. X kemudian menghela nafas lalu melepaskan cengkeramannya.
"Kita tunggu Valeria dan Sky masuk dulu, aku tidak mau menjelaskan dua kali pada kalian," ucap X lalu berjalan ke ruang tamu. Aku hanya diam lalu mengikutinya dari belakang. Tak lama kemudian Sky dan Valeria datang dan mengikuti kami.
"Nah! Bisakah kalian buatkan aku teh?" ucap X sambil menyandarkan dirinya ke sofa. Aku dan Sky saling bertatapan, setauku di sini sudah tidak ada teh lagi. Maksudku, ayolah! Di asrama ini hanya ada aku dan Sky saja!
"Di sini tidak ada teh, adanya racun. Apa kau mau minum?" tanyaku dengan senyuman yang sangat ramah. Sky mengangguk kemudian menyiapkan satu cangkir penuh racun dengan asap yang mengepul. Asap itu bukan berasal dari hawa panas, tapi itu reaksi oksidasi antara racun dan udaranya.
"... Kalian mau membunuhku?" tanya X dengan ekspresi kecewa.
"Apa maksudmu? Kami hanya berniat memberi pelayanan terbaik! (Sebelum kau pergi ke neraka nanti)" Kalimat terakhir aku ucapkan dalam hati. X kemudian langsung terdiam, dia hanya menatap tidak suka padaku dan Sky.
"Haaah, dasar kalian ini!" X menghela nafasnya lalu tersenyum lembut. Aku tidak tau apa yang dipikirkannya, dan yang membuatku heran, meskipun aku dan Sky sudah sering menjahilinya akhir-akhir ini, tapi dia selalu sabar. Bahkan Valeria sudah membuatnya selalu kerepotan setiap hari.
"Aku akan menjelaskan tentang ujian yang anak itu maksud! Dengarkan baik-baik!
Seperti yang kalian tau, Underworld School adalah sekolah yang memberi pendidikan dan praktik tentang pembunuhan! Dan berbeda dengan sekolah yang membuka pendaftaran setiap satu tahun sekali, Underworld School hanya membuka pendaftaran setiap 5 tahun sekali!
Tentu saja ada pengecualian seperti Seas, karena dia adalah anak yang direkomendasikan oleh agen tingkat atas! Jadi dia bisa masuk ke Underworld School! Dan seperti yang kalian tau, sekolah ini memiliki siswa yang sangat sedikit, tapi juga tidak sedikit.
__ADS_1
Sekolah ini punya 3 jurusan untuk pemula, dan kalian pasti tau berapa jumlah teman sekelas kalian sebelum menjalankan misi pertama waktu itu. Tapi yang kalian kenal hanyalah beberapa. Kalian tau maksudnya?
Meskipun sekolah ini hanya memiliki 3 jurusan untuk pemula, tapi ada begitu banyak agen tingkat atas yang siap menjadi pembimbing kalian! Jadi, selain teman sekelas yang kalian kenal dulu, ada banyak anak-anak lain yang berasal dari agen pembimbing lain tentunya!
Kembali ke topik awal, ujian Underworld School!
Ujian ini dilaksanakan hanya untuk para pemula saja, yaitu di pertengahan pembelajaran kalian! Ujian ini memiliki beberapa tujuan, yang pertama, mengenalkan kalian pada pembunuh profesional! Kedua, menilai kemampuan kalian lebih rinci daripada data statistik perkembangan! Dan yang ketiga-
Tentu saja untuk mengurangi jumlah murid yang hidup," jelas X dengan seringaian di akhir kalimatnya.
Saat itu, aku merasakan perasaan yang aneh. Bukan rasa takut ... ini seperti perasaan yang bersemangat. Tapi justru perasaan inilah yang membuatku takut. Apa aku sudah kehilangan rasa kemanusiaanku sepenuhnya? Kenapa aku begitu bersemangat tentang pembunuhan?
"Yah, kalian pasti lolos kok~ sadar atau tidak, kalian adalah salah satu tim pemula terbaik di tahun kalian. Karena itu aku yakin kalian pasti akan baik-baik saja.
Tapi!
Tim yang hebat bukan hanya tim kalian saja. Ada tim pemula dengan pertahanan yang kuat. Ada tim pemula dengan strategi yang luar biasa. Ada tim pemula dengan kombinasi yang tidak pernah kalian bayangkan!
Lalu untuk ujiannya sendiri. Ada 7 tahapan.
Hmm, aku tidak terlalu tau seperti apa ujiannya, karena setiap tahunnya ujiannya berbeda. Tentu juga ada ujian yang sama. Setidaknya, aku akan memberitau kalian ujian pada generasi yang berada di atas kalian.
Tahap pertama, ujian bertahan hidup di lembah. Ini adalah ujian tim.
Tahap ke-dua, pencarian kode rahasia, ini juga ujian tim.
Tahap ke-tiga, percobaan buronan, ini ujian individu, tapi kalian bisa melakukannya sebagai tim.
Tahap ke-empat, gelas mana yang beracun, ini ujian individu. Tapi untuk ujian ini, aku tidak yakin apakah ini masih dimasukkan atau tidak, sepertinya Seas sudah melewati ujian ini saat berhadapan dengan Rex dulu.
Tahap ke-lima, pertarungan tim, menghancurkan permata.
__ADS_1
Tahap ke-enam, ujian tulis, individu.
Tahap ke-tujuh, pertarungan individu.
Itu adalah ujian untuk tahun sebelumnya, aku tidak tau apakah tahun ini sama atau tidak. Kalian bisa mulai mencari informasi sendiri dan berlatih. Aku memang berkata bahwa kalian hebat, tapi ada banyak juga anak hebat selain kalian. Berusahalah!" jelas X lalu dia membuka jendela.
"Aku harus pergi, aku belum melapor pada Rex tentang misi kali ini, dahh!" X melambaikan tangannya kemudian melompat keluar dari jendela. Sekarang hanya tinggal kami bertiga, aku, Sky, dan Valeria.
"Jadi ... haruskah kita mulai berlatih?" tanya Sky sambil mulai meracik racun lagi.
***
POV: Author
"Kau memberi begitu banyak informasi yang tidak berguna," ucap Venom yang berdiri di atas gedung, matanya mengawasi jendala yang terbuka di bawah sana. Itu adalah jendela tempat dimana Seas dan rekan-rekannya berkumpul.
"Ujian Underworld School sangat ketat. Aku tidak bisa mencuri informasi apapun, hanya Rex dan Remor saja yang tau," ucap X yang berdiri di sebelah Venom.
"Yah, meskipun begitu ... ada satu hal yang aku yakini. Ujian kali ini, tingkat kesulitannya tidak bisa dibandingkan dengan tahun yang sebelumnya," ucap X dengan senyuman kosong.
"Kau pasti bisa menebaknya, mereka adalah generasi monster. Adik Arma, anak kaisar, keturunan pembunuh nomor satu dunia, anak jenius yang gila obat, psikopat licik dan monster tanpa rasa sakit," ucap X lagi. Venom hanya diam, tidak berkata apapun.
Karena dia tau, bahwa yang X katakan itu benar. Bahkan generasi Venom saja tidak sekacau ini.
"Kau terlalu banyak bicara, bukankah kau akan pergi menemui Rex?" tanya Venom tanpa menoleh ke arah X.
"Hahaha! Kau masih saja dingin!" ucap X lalu bersiap untuk melompat pergi.
..."Tahun ini, akan jadi ujian yang meriah."...
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa like ya ya guys!