Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Berangkat ke negara Hyacinth!


__ADS_3

POV: Seas


"Yuu! Kita satu tim lagi dalam misi kali ini!" X datang dengan wajah yang sumringah. Setelah, tak lama kemudian C juga datang, dia memakai seragam yang sama dengan X.


"Wow! Senior terlihat keren jika pakai seragam!" ucap X kagum, sedangkan C yang dipuji hanya berdehem pelan. Setelah itu agen C menatap ke arah kami bertiga. "Ini pertama kalinya kita dalam misi yang sama, aku juga dibebani tanggungjawab untuk memberitahu kalian sesuai perkataan Rex.


Ayo kita berjalan ke arah mobil, aku akan bercerita sambil bergerak," ajak C. Tanpa basa-basi, kami berlima segera berjalan ke arah mobil milik X.


Kami sekarang sudah keluar dari ruangan Rex, dan langsung bersiap untuk berangkat. Setelah tau bahwa agen C akan ikut, Rex hanya tertawa kecil tak menjawab, dia bilang bahwa C yang akan menceritakan semuanya. Begitulah kami sekarang di sini, tanpa perlu menunggu lama, para agen tingkat atas mendatangi lokasi bertemu.


"Hm, kalian mau mulai dari yang mana?" tanya agen C.


"Mulai dari ... misi kita saat ini." Tanpa diduga, Sky lah yang pertama kali menjawab pertanyaannya! Aku dan Valeria saling bertatapan, kami pasti merasakan hal yang sama. Sejak mendengar tentang dimana misi ini dijalankan, Sky menjadi agak aneh.


Dia seperti orang yang takut akan bertemu sesuatu.


Saat aku melihat ke arah agen C dan X, mereka berdua juga menatap Sky. Mungkin agen C tidak terlalu paham tentang Sky karena Sky bukanlah anak didiknya, tapi agen X yang sudah pernah bersama kami cukup lama, pasti juga merasakan keanehan pada Sky sekarang.


"... Tentang misi kita kali ini, yang kita lakukan adalah penyelidikan."


"Penyelidikan?" tanya Valeria.


"Hm, Rex sudah menyebutkan tentang sebuah organisasi aneh yang sedang bergerak, kan? Kami masih tidak tau nama organisasi itu, mereka bergerak atas tujuan apa, dan siapa pemimpinnya.


Tapi organisasi itu mulai membawa dampak buruk, bukan hanya pada dunia, namun juga pada Underworld School," ucap C serius.


"Dampak buruk bagaimana?" tanyaku.


"Begini, Underworld School adalah sekolah pembunuh, yang bahkan bisa dianggap sebagai negara kecil. Walaupun luasnya hanya seluas ibukota, tapi Underworld School punya kekuatan tempur yang kuat.


Dan seperti namanya, lokasi Underworld School adalah kerahasiaan. Hanya para petinggi negara dan kerajaan saja yang tau tentang kita.


Tapi ... ini justru menjadi bumerang.


Kerahasiaan yang dulu menjaga kita dari kehancuran, justru berbalik membuat kita berada di ujung jurang. Organisasi aneh yang merugikan banyak negara itu, membuat sebuah konspirasi bahwa Underworld School adalah pelakunya.

__ADS_1


Sedikit demi sedikit, hal itu semakin parah. Yang lebih buruknya lagi, kami tidak bisa menangkap ekor organisasi itu. Mereka lebih licin dari belut. Pola pergerakan mereka tidak bisa ditebak.


Dan baru-baru ini, pergerakan mereka tercium. Lokasinya adalah di negara Hyacinth. Tujuan kita adalah menyelidiki dan menangkap ekornya," jelas agen C panjang lebar. Dari penjelasannya, aku bisa mengetahui sebuah kesimpulan.


Tujuan dari misi ini adalah untuk memusnahkan organisasi aneh sialan itu.


"Lalu? Apa ada lagi yang kalian tanyakan?" tanya agen C sambil menatap kami. Baik itu Sky maupun Valeria, mereka berdua menggelengkan kepala. Aku masih diam, rasanya ada sesuatu yang tadi mau aku tanyakan.


Apa ya?


OH IYA!


"Itu! Apa beredar rumor aneh tentang tim kami? Kenapa kami harus sampai dipenjara dalam waktu yang singkat?" tanyaku yang baru teringat. Valeria langsung melebarkan mata dan mengangguk cepat.


"... Oh, benar juga. Aku belum menjelaskan pada kalian bagian itu.


Hm ... darimana ya aku harus memulainya ... ah benar, saat setelah kalian mengalahkan orang yang kalian kenal dengan nama Cassio itu." Agen C melirik ke arahku, dan kembali melihat ke depan. Cassio? Jadi ini ada hubungannya dengan anak itu?


"Mungkin kalian sudah menduganya, Cassio itu bukanlah penghuni Underworld School. Dia adalah penyusup.


Nama aslinya Enderota, pembunuh dengan seni terlarang yang mengendalikan pikiran. Dia adalah anggota dari sebuah organisasi yang bernama Seven Sins, tapi harusnya organisasi ini sudah hancur beberapa tahun yang lalu ...


Karena itu kami kaget saat dia muncul lagi di Underworld School. Terlebih dia menargetkanmu. Kami curiga bahwa dia telah bergabung dengan organisasi lainnya.


Tapi yang lebih parah, adalah karena kau berhasil membunuh salah satu anggota organisasi Seven Sins. Para agen tingkat atas jadi mencurigaimu, mereka berpikir bahwa kau adalah senjata Arma, dan mereka ingin kau ditangkap lalu diinterogasi.


Yah tapi, Rex berhasil memainkan permainannya," jelas agen C.


"Omongan tidak masuk akal macam apa itu?!" geram Valeria sambil menghentakkan kakinya selama dia berjalan.


"Mulut mereka sepertinya perlu dijahit," ucap Sky pelan namun ada nada tidak suka dari sana.


...


Kurang ajar ... BERANI-BERANINYA MEREKA BILANG AKU ADALAH ALAT ARMA?! PRIA SIALAN ITU ADALAH TUANKU?! APAKAH MEREKA TIDAK PUNYA OTAK?!

__ADS_1


Rasanya aku ingin menginjak kepala mereka dan berteriak di telinganya!


"Jangan khawatir, masalah ini akan cepat reda. Setelah kita pulang dari misi, aku yakin semuanya sudah lupa," ucap agen C yang tampak ingin menenangkanku. Walaupun sebenarnya aku tidak peduli masalah itu ... yang kupedulikan adalah hal lainnya hehe.


"Yak sudah sampai! Seas kau duduk depan di sampingku!" X membukakan pintu untukku, membuat Valeria dan Sky saling bertatapan bingung. X langsung berjalan mendekatiku, lalu merangkul pundakku.


"Valeria dan Sky belum akrab dengan C, biarkan mereka saling mengenal terlebih dulu. Karena itu kau duduk denganku ya!" bisik X yang ternyata begitu maksud pribadinya. Aku hanya mengangguk paham.


"Oke! Aku duduk denganmu!" balasku semangat. Setelah itu aku langsung duduk di sebelah kursi kemudi, dan X juga segera duduk di sebelahku, di depan setir. Dari kaca spion tengah mobil, aku bisa melihat Valeria dan Sky yang lebih dulu masuk, baru agen C.


"Oke kita berangkat!" ucap X semangat.


"Butuh berapa hari sampai ke sana?" tanyaku.


"Hm~ biasanya 2 bulan!"


JDER!


"HAH?! SELAMA ITU?! APA BENAR SKY?!" tanyaku tak terima. Aku harus duduk di kursi tidak nyaman ini 60 hari?! Lebih baik aku disuruh lari mengelilingi bukit 60 kali! Kesabaranku tidak sebaik itu!


"Benar ... perjalanan darat satu bulan, dan perjalanan laut satu bulan, tapi ada rute untuk mempercepat, aku yakin X sudah tau," ucap Sky yang membuatku seperti kertas tercelup air. Dahlah.


Aku menoleh ke arah Valeria, dia sudah menempelkan wajahnya ke jendela kaca mobil dengan wajah suram. Saat aku melihat ke arah C, dia sendiri juga tampaknya antara setengah tahan dan tidak tahan.


Brrrrmmm!


X menjalankan mobil, mulai meninggalkan area Underworld School. Sebetulnya, ini adalah kedua kalinya aku keluar dari sini, meskipun begitu aku tidak hafal jalan keluarnya. Tapi X kelihatannya sudah hafal di luar kepala.


"Ngomong-ngomong, Seas." X tiba-tiba memanggilku.


"Hm?"


"Sebenarnya tadi kau tidak peduli, kan? Kau tidak masalah difitnah seperti apapun, yang kau pedulikan adalah mereka menganggapmu sekomplot dengan Arma, iya kan? Hahaha!" tanya X yang langsung tepat sasaran. Aku tersenyum tipis sambil menatap ke arah pohon-pohon.


"Kau benar-benar mengenalku, X. Memang benar sih, aku tidak peduli tentang fitnahnya. Tapi bisa-bisanya mereka mengira aku sejenis dengan manusia macam itu?! Apa mereka tidak punya otak?!" ucapku kembali agak geram rasanya. X kemudian tertawa, rasanya tawa X menemani perjalanan kami ke negara Hyacinth.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2