
"Nah, ayo kita sambut ujian ke 5!"
POV: Seas
Aku melihat ke kiri dan kanan, dari jumlah orang yang kuhitung ... sepertinya masih kurang satu tim lagi. Siapa ya? Aku tidak cukup hafal wajah anak yang lolos kemarin.
"Wah~ sepertinya kita tim terakhir yang datang ya?~" Suara seorang perempuan yang rasanya tidak asing di telingaku. Aku melirik ke asal suara tersebut, sesuai dugaanku. Dia adalah Van dan timnya.
"Hehehe, tokoh utama memang biasanya datang di akhir bukan?" ucap seorang laki-laki dengan rambut keriting, rekan satu tim Van. Aku tau mereka tidak berniat untuk memancing masalah, tapi entah kenapa rasanya aku sangat kesal mendengar kalimat orang itu.
Prok prok!
"Baiklah! Karena semua tim sudah lengkap, aku akan menjelaskan aturan untuk ujian kali ini!" Seorang pria dengan rambut silver serta satu matanya cacat, perawakan yang tidak asing di mataku.
...
AGEN C?!
"Aku yakin beberapa dari kalian sudah ada yang mengenalku, tapi biar kutegaskan satu hal di sini. Aku adalah pengawas ujian ke 5, aturanku mutlak.
Bagi siapa yang melanggarnya, aku tidak akan memberi belas kasihan." Seperti biasa, beliau selalu tegas dalam menyampaikan sesuatu. Aku tersenyum kecil sambil menatapnya.
"Ujian ke 5 adalah permainan hitam dan hijau! Tim yang tertunjuk adalah tim yang akan kabur, dan tim lainnya harus mengejar tim itu! Tidak boleh ada pembunuhan, tapi kalian boleh melukai secara fisik ataupun mental.
Permainan ini hanya akan dilakukan sebanyak satu kali, jadi akan ada 2 tim, tim hijau dan tim hitam.
Nah itu saja aturan dasarnya, kemenangan ditentukan jika tim penangkap berhasil menangkap seluruh anggota tim yang kabur, jangka waktunya adalah 2 jam.
Oh lalu satu lagi, bagi yang anggotanya tertangkap, kalian bisa membebaskan anggota kalian jika kalian membawa anggota kalian keluar dari area penahanan, dan untuk orang yang ditahan, tidak boleh menggunakan kekuatan sampai keluar dari area penahanan, yah sama saja seperti permainan anak kecil.
Apa ada yang ditanyakan?" ucap Agen C sambil mengeluarkan 3 lembar kertas. Kami semua hanya diam dan menatap Agen C.
"Karena tidak ada, jadi aku akan membagi timnya, dengarkan baik-baik, aku hanya akan membacakannya satu kali." Agen C mulai membuka kertas pertama.
"Tim Hitam.
Seas, Valeria, Sky, Ruo, Cedrik, Remi, Ned, Nibi, Ruga, Cassio, Aran, Van, Fani, Edrin, Ratia.
Tim Hijau.
Reksa, Gio, Lili, Barka, Seidon, Rota, Kasan, Dicy, Ricy, Alio, Jessya, Felra, Renya, Illa, Ishi."
Baiklah! Aku adalah tim hitam!
"Nah, silakan gunakan tanda pengenal kalian. Untuk tim hitam ambillah kain hitam dan tim hijau ambil kain hijau. Ikatkan kain itu di tempat yang terlihat.
Jika sudah Tim Hitam dan Tim Hijau saling berhadapan sekarang."
Gerombolan yang awalnya hanya ada satu, kini mulai terpecah menjadi dua, dengan bermodalkan satu ikat kain di tubuh kami. Tim untuk ujian ke 5 telah dibentuk.
"Jangka waktunya 2 jam, seluruh area Underworld School adalah batasnya.
Kalau begitu ... tim yang tertunjuk adalah ..."
Deg ... deg ... deg.
"Tim Hitam."
DEG!
__ADS_1
"[Teknik bayangan: nomor 3, langkah bayangan.]"
Whuss!
Aku langsung menyeret Sky serta Valeria, dengan langkah bayangan yang bisa membuat musuh berhalusinasi sementara serta kegelapan Underworld School membantu meningkatkan dampak dari teknik ini.
"Sky, kuserahkan padamu," gumamku pada Sky yang sudah kugenggam di tangan kiriku.
Tim Hitam adalah tim yang kabur. Sepertinya para tim lainnya juga sudah segera berpencar. Hal ini cukup bagus untuk mengatasi adanya pertarungan antara kelompok kecil dan kelompok besar.
Pyar.
"Ramuan kamuflase, penghilang cahaya."
Fyutt!
Efek dari ramuan ini adalah untuk menyamarkan tubuh kami hingga bening seperti air. Sambil terus berlari dengan langkah bayangan, aku menengok sekeliling untuk mencari lokasi sembunyi.
Ah tempat itu ... sepertinya cukup bagus!
Tak! Bruk!
Aku mendarat di depan sebuah lubang yang cukup besar di dalam pohon. Setelah itu barulah aku menurunkan Sky serta Valeria.
"Ternyata kita mendapat tim yang kabur," ucap Valeria pelan.
"Kalau begitu, kita gunakan rencana ke 2," ucapku yang dibalas dengan anggukan oleh Sky.
Jadi rencananya, aku akan berkeliaran sendiri di sekitar markas musuh yang menahan tim kami, dan akan membebaskan mereka jika memungkinkan. Sedangkan Sky dan Valeria, akan pergi berdua untuk melindungi diri.
Alasannya sederhana, dalam seni yang aku kuasai, sudah ada teknik untuk melarikan diri serta pertahanan. Sedangkan dalam seni yang dikuasai Sky, hanya ada teknik pertahanan tanpa teknik melarikan diri, sedangkan di seni Valeria, hanya ada teknik untuk melarikan diri tanpa ada teknik pertahanan.
Karena itu, menggabungkan Sky dan Valeria dalam satu tim adalah keputusan yang bagus.
"Hati-hati Seas, jangan sampai tertangkap."
***
Whuss!
Setelah berpencar dengan Sky dan Valeria, aku memilih untuk mencari di mana tempat mereka menahan tim Hitam yang mereka tangkap.
Wrrrrrr!
Sesekali aku melihat ke arah atas, drone yang tersebar secara acak untuk memantau kondisi kami dan mungkin, untuk memastikan potensi kami.
DUUUAAARRR!
DRRRKKKK!
Sebuah ledakan yang besar hingga menimbulkan getaran kuat, membuatku berhenti berlari sejenak. Mataku melihat ke arah kobaran api merah yang membara di arah Barat.
Pertempuran pertama telah pecah!
***
POV: Cedrik
DUUUAAARRR!
__ADS_1
DRRRRRKKK!
Sial! Ini tidak bagus! Mereka membuatku terpisah dari Remi serta Ruo! Meskipun nanti aku bisa dibebaskan, tapi aku yakin itu tidak akan mudah!
Dan lagi ... APA-APAAN SENI PEREMPUAN DI DEPANKU INI?!
BURUNG API? PHOENIX?!
"[Teknik Phoenix: nomor 3, tebasan pemusnah.]"
Gadis bersenjata pedang yang berkobar itu mengayunkan pedangnya secara horizontal. Ayunan pedangnya yang kuat membuat efek seperti api yang terbang ke arahku dalam bentuk bulan sabit.
Aku bukanlah ahli dalam pertarungan jarak dekat! Kalau begitu, menjaga jarak sejauh mungkin adalah hal yang bagus!
"[Teknik garis: nomor 1, tembakan horizontal.]"
Dzing!
BLAAARR!
Aku adalah ahli dalam pertarungan jarak jauh, senjataku sebenarnya adalah crosbow.
Teknik yang aku kuasai bukanlah teknik yang keren, justru ini hanyalah teknik dasar. Tapi itu tidak masalah, asal aku bisa menggunakannya dengan benar, maka teknik ini bisa jadi merepotkan.
Kobaran api yang terkena panahku langsung melebur dan menyebar seperti balon air yang meletus. Apinya membakar banyak pohon kering di sini.
Kalau tidak salah ... nama gadis ini Felra bukan? Dia sekuat ini ... tapi aku tidak punya datanya sama sekali! Apakah selama ini dia menyembunyikan kekuatannya?
Tapi yang terpenting ...
APAKAH TIDAK ADA YANG MAU MEMBANTUKU?! INI BISA-BISA AKU JADI TAHANAN GOSONG!
"[Teknik bayangan: nomor 1, garis lurus.]"
WHUSSS!
TRANGG!
Teknik ini ... Seas?! Akhirnya datang juga penyelamatku! Aku akan jadi fans setiamu Seas!
"Hei! Cedrik! Kenapa kau sendirian?" tanya Seas dengan wajah yang sumringah, padahal dia sedang menahan pedang berapi milik Felra.
"Tck." Gadis itu berdecak kesal dan segera menghempaskan tubuh Seas dengan tenaganya.
SRAKKK!
Seas yang terdorong mundur masih bisa mendarat dengan aman. Aku segera berlari dan berlindung di belakang Seas.
"Seas ya, peringkat satu di ujian ke 3," ucap gadis itu dengan tatapan yang tajam. Rambut gadis itu berwarna oranye yang cerah, matanya juga berwarna kuning kemerahan. Tatapannya tajam serta tegas.
Dia mengerikan.
Aku ganti melihat ke arah Seas.
"Benar, kau siapa ya? Aku tidak hafal namamu hahaha?" tanya Seas ganti dengan wajah yang santai. Gadis tadi langsung terlihat kesal.
"Kau hanya beruntung karena aku menyembunyikan kekuatanku yang sebenarnya, lihat saja. Hasil pertarungan kita adalah aku yang akan menang."
BLARR!
__ADS_1
Aku menutup mulutku ngeri, menatap gadis itu membuat api yang berkobar di pedangnya lebih besar dan kuat. Darimana dia punya ketahanan untuk menahan hawa super panas itu?!
TBC ...