Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Pertemuan yang tidak menyenangkan.


__ADS_3

"Kita taruhan, siapa yang akan mati duluan."


POV: Author


Valeria menggunakan Belmere dengan wujud pertama, bazoka. Dengan hati yang ragu-ragu, Valeria tetap membidik ke arah kadal itu.


Deg deg deg.


"Tunggu!"


CRING! ZRASHHH!


Sebuah teriakan menghentikan gerakan Valeria, dalam hitungan detik muncul sebuah es yang bersinar terang, menjulang tinggi di depannya. Saat Valeria menoleh ke samping, mata coklatnya melihat seorang anak perempuan yang mungkin seumuran dengan Valeria.


Anak itu memakai jas yang biasa dipakai oleh Sky, rambut coklat pendek yang dikucir kuda, serta kacamata bulat yang dipakainya.


"Kalau kau ... hah hah ... menembakkan bazoka itu di sini, maka itu akan memanggil kadal yang lainnya!" ucap anak itu sambil mengatur nafasnya. Valeria mengangguk pelan lalu berjalan ke arah gadis tadi.


"Terimakasih? Tapi kenapa kau membantuku? Bukankah kau juga harusnya sedang ujian?" tanya Valeria dengan tatapan bingung. Gadis itu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya, dia membenarkan kacamatanya yang ke bawah lalu menatap mata Valeria.


"Tidak ada alasan untukku menyerangmu. Ujian ke-dua ini kita tidak disuruh untuk saling bertarung. Lebih baik kita bekerjasama agar bisa keluar dari terowongan ini," ucap gadis itu sambil berjalan ke arah yang lain. Valeria mengikuti gadis tadi dari belakang, sambil sesekali melihat ke arah es di belakangnya.


"... Apa kau teman sekelas Sky?" tanya Valeria.


"Hah? Kau kenal Sky?" tanya gadis di depannya yang ikut kaget.


"Mana mungkin tidak kenal? Hahaha! Dia adalah teman satu timku!" Valeria tertawa saat mengatakannya.


"Kau benar, namaku Remi. Dulu aku satu kelas dengan Sky! Tak kusangka aku bisa bertemu rekan satu timnya di ujian ini!" Remi berucap sambil melemparkan satu botol ramuan hijau ke arah Valeria. Untung saja Valeria langsung sigap dan menangkap ramuan itu, tatapan waspada langsung Valeria tujukan pada Remi.


"Itu adalah ramuan penghilang bau, lebih baik segera kau tuangkan ke tubuhmu. Kadal itu punya hidung yang sensitif," ucap Remi sambil menumpahkan ramuan yang sama ke atas kepalanya. Valeria mencium ramuan di tangannya sejenak, lalu mulai menumpahkan ramuan itu dengan ragu ke atas kepalanya.


Currr.


Hm? Benar juga, bauku langsung hilang. Bahkan bau keringatku saja tidak ada,-batin Valeria.


"Ngomong-ngomong, apa kau tau apa maksud dari ujian kali ini?" tanya Valeria setelah menumpahkan ramuannya.


Remi terdiam sejenak, matanya menatap dalam ke arah jalan gelap di depannya.


"... Namamu ... siapa?" tanya Remi tanpa menoleh ke arah Valeria.


"Valeria," jawab Valeria.


"Apa kau bisa berlari cepat?" tanya Remi.


"Bisa, kenapa?" jawab Valeria lagi.


Trik!


Remi mengeluarkan ramuan kuning kemerahan dari dalam jubahnya. Kacamatanya memancarkan aura yang menyeramkan, gerakannya begitu serius dan kaku.


"Kalau aku menjatuhkan ramuan ini, kita harus lari ke belakang secepat mungkin," ucap Remi sambil bersiap melemparkan ramuan di tangannya.


WHUS!


PRANG!

__ADS_1


BLARRR!


Api langsung menyala. Apinya sangat terang hingga cahayanya memenuhi terowongan ini dalam sekejap mata. Dan pada saat itu juga, Valeria bisa menyadari sesuatu.


DEG!


Di belakang kobaran api, ada lebih dari 9 kadal raksasa yang menunggu dengan air liur yang terus menetes. Valeria mulai mengangkat bazokanya dan membidik ke arah kadal raksasa.


"Belmere, wujud ke 2. Sniper."


BZZZT!


Senjata Valeria berubah menjadi sniper yang mempunyai lengan sangat panjang.


[Teknik mata-mata: peluru bayangan.]


WHUNG!


CRATT!


Valeria menembakkan peluru snipernya dengan kecepatan tinggi, peluru ini langsung mengenai mata salah satu kadal raksasa, yang membuat dia meraung kesakitan.


Teknik mata-mata, peluru bayangan bukan hanya untuk menghilangkan suara senapan. Tapi juga untuk menambah kecepatan tembak,-batin Valeria.


Greb!


"Lah?"


WHUSS!


"Tadi aku hampir menang loh!" ucap Valeria kesal.


"HAMPIR MENANG APANYA?! KAU CUMA MENGENAI SATU MATA KADAL ITU! MEREKA ADA BANYAK BODOH! LARII SAJAAAAA!" teriak Remi sambil terus berlari menyeret Valeria. Perempuan barbar berambut coklat merah gelombang itu terlihat seperti boneka yang diseret oleh majikannya.


***


POV: Sky


Ugh ... ini dimana? Kepalaku sakit. Bagian belakang tubuhku juga ... apa tadi aku membentur sesuatu?


"PERHATIKAN SEMUANYA! KEMBALI LAGI BERSAMA SAYA! PEMANDU ACARA DARI PASAR GELAP DUNIA!


HARI INI KITA KEDATANGAN PENANTANG YANG MENARIK! DIA ADALAH SISWA DARI UNDERWORLD SCHOOL, YANG BERUSAHA UNTUK MENYELAMATKAN REKANNYA!"


Suara lantang dan keras ini membuatku terperanjat bangun dengan paksa. Dan saat aku sudah sadar, hal pertama yang kulihat adalah.


Penonton.


Panggung.


Dan tembok yang tinggi.


Serta ... SEAS?!


Mataku terpaku menatap Seas yang dipasung di tengah arena ini. Tubuhnya dirantai dengan rantai baja, bahkan ada banyak luka lebam di tubuhnya.


"Seas!"

__ADS_1


CRANG!


Saat aku mencoba untuk berlari menghampirinya, aku baru sadar bahwa kakiku juga dirantai di sebuah tiang.


Deg!


Ini ... bukan rantai biasa. Aku tidak bisa melepaskan rantai ini dengan kekuatanku sendiri. Tapi ... mereka bahkan melepaskan jas laboratoriumku?!


"OHO! SEPERTINYA PENANTANG KITA SUDAH TERSADAR! BERARTI KITA BISA MULAI ACARANYA!" Orang yang mengaku sebagai pemandu acara itu berteriak dengan sangat lantang. Dan yang membuatku lebih kesal ... adalah para penonton yang malah bersorak melihat kami yang terikat.


Aku benci ini, mereka pikir aku hewan?!


"HAHAHA~ LIHATLAH TATAPAN MATA PENANTANG ITU! TATAPAN KEBENCIAN, TATAPAN DARI SEORANG PEMBUNUH DARI UNDERWORLD SCHOOL!" teriak pemandu acara itu sambil menunjuk ke arahku. Andai saja dia tidak berada di panggung yang digantung di atas, aku akan mencabik-cabiknya langsung dengan Hades.


"BAIKLAH! KITA BUKA KANDANG SANG GLADIATOR KITA! JUARA BERTAHAN!


HELL OF FLAME!"


CRANGGG!


Sebuah jeruji besi yang besar itu terangkat ke atas. Menampilkan seorang manusia dengan tubuh yang berotot, dia memakai zirah berlian yang menyelimuti seluruh tubuhnya.


Apa dia pria atau wanita? Ukurannya tidak normal untuk ukuran manusia dewasa.


Dia ... seperti dipaksa untuk tubuh sebagai raksasa.


...


APA?! JANGAN BILANG!


Aku langsung menoleh ke sekelilingku lagi. Memastikan semoga dugaanku tidak benar. Tapi tidak peduli berapa kali aku melihat, dugaanku yang menang.


Di sini bukan Underworld School.


Ini benar-benar pasar gelap dunia.


Aku tidak tau kenapa aku bisa terbangun di sini, hal terakhir yang kuingat adalah aku dijatuhkan saat kalah bermain catur.


...


Tunggu, atau jangan-jangan ... sejak awal kita ke pesta, itu adalah sebuah kereta? Pestanya diadakan di dalam kereta bawah tanah. Dan kereta itu membawa kami langsung ke pasar gelap.


"BAIKLAH! KITA MULAI SAJA PERTANDINGANNYA! SKY LATRIX HARUS MELINDUNGI REKANNYA AGAR TIDAK TERBUNUH, DAN HELL OF FLAME HARUS MEMBUNUH REKAN SKY!"


INI GILA! BAGAIMANA AKU BISA MENANG MELAWAN MANUSIA 5 METER ITU?!


Aku menatap raksasa di depanku dengan ragu-ragu.


KLANG!


Rantai yang mengikat kakiku sudah terlepas secara tiba-tiba.


"PERTANDINGAN ... DIMULAII!!"


TBC.


Jangan lupa likenya ya guys!

__ADS_1


__ADS_2