Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Cedrik dan Remi VS Ned!


__ADS_3

"Namanya, dokter ahli fraktura. Sang dokter patah tulang."


POV: Author


Remi mengeluarkan palu kecilnya dengan tenang lalu mulai menatap tajam ke arah Ned. Cedrik juga mulai mengisi pistolnya dengan slot peluru yang baru.


"10 tembakan cukup?" tanya Cedrik sambil melirik Remi. Gadis dengan sanggul kecil di kepalanya itu mengangguk lalu tersenyum.


"Kita lakukan seperti biasa?" tanya Remi lagi.


Cklik.


"Ya."


DASH!


Remi mulai maju seorang diri. Sambil berlari, Remi menuangkan sebuah cairan ungu ke ujung palunya. Yang bisa kalian tebak bahwa itu adalah racun.


"Tck!" Ned yang melihat pergerakan Remi tidak tinggal diam, dia segera menyebarkan jaringnya lebih luas lagi dan berencana mengikat Remi.


"Jaringmu terlalu rapuh, kau tidak akan bisa menahan teknik Cedrik," ucap Remi saat melihat jaring Ned mulai mengepungnya. Ned memang memberikan tekanan kuat pada pertahanannya dengan tidak membiarkan Remi menerobos maju.


Tapi Ned melupakan Cedrik sehingga anak itu bisa membidik dengan bebas.


"[Teknik garis: nomor 2, peluru 100 kilogram.]"


DOR!


Peluru dengan ukuran normal itu melesat ke arah jaring Ned yang tengah mengerubungi Remi. Meskipun tembakannya dalam kecepatan normal, tapi beban peluru itu sangat berat.


Kraakk! SRAT SRAT SRAT!


Saat peluru itu pertama kali mengenai jaring Ned, jaring yang bahkan bisa menahan irisan pedang itu langsung bengkok kemudian hancur. Begitu juga dengan jaring-jaring yang selanjutnya. Peluru itu baru berhenti setelah menerobos jaring Ned sekitar 8 meter dalamnya.


"Aku sudah bilang loh, jaring rapuhmu itu tidak bisa menahan peluru temanku." Setelah jaring Ned hancur, Remi langsung menerobos maju lagi. Ned masih belum menyerah walaupun dalam hati dia sedang panik sekarang.


"[Teknik laba-laba kematian: nomor 2, sangkar kematian.]"


WUSHHH!


Seperti teknik yang sebelumnya digunakan di ujian ke 5, Ned menyebar luaskan jaringnya hingga hampir menutupi seluruh bagian atas area kristal biru. Setelah itu jaring-jaring kecil akan mulai menjulur keluar dan melilit satu-persatu orang di dalamnya atas kehendak Ned.


Melihat teknik Ned yang cukup merepotkan ini, Cedrik segera mengambil langkah mundur untuk keluar dari jangkauan Ned.


"Kali ini, aku akan serius." Ned mulai menggerakkan jari-jarinya dan beberapa benang mulai berkumpul ke tangan kanannya.


"[Teknik laba-laba kematian: nomor 3, bor sengatan.]"


SRUUUTTT!


Jaring-jaring di sekitar tangan kanan Ned mulai menggumpal dan membentuk sebuah bor yang cukup besar, yaitu dari ujung jari hingga siku Ned. Diameter dari bor itu juga cukup lebar, dan jika dilihat dari tekstur luarnya, bor itu sangat keras.


"Kalian lupa kalau aku juga dari kelas pertarungan jarak dekat?" sindir Ned sambil melotot ke arah Remi. Tangan kiri Ned mengatur teknik nomor 2, dan tangan kanannya digunakan untuk bertarung dari jarak dekat dengan teknik nomor 3. Tak hanya itu, ujung jaring Ned selalu dilapisi dengan racun saraf yang membuat mati rasa, dan jika overdosis akan membuat lumpuh sementara.

__ADS_1


Sebuah pembunuh yang sempurna dari jarak dekat ataupun jarak jauh dan racun.


Remi terus maju ke depan hingga akhirnya dia hanya berjarak 2 meter di depan Ned. Bersamaan dengan Ned yang hendak menerobos Remi. Gadis itu mulai menarik palunya ke belakang, bersiap untuk memukul.


"Teknik keberuntungan iblis: nomor 1, undian kena dan tidak.]"


Remi lalu memukulkan palunya ke arah bor yang ada di tangan kanan Ned. Bor yang super keras itu juga tidak mau kalah, Ned ganti mengarahkan ujung lancip bor itu ke palu mungil Remi.


Teknik yang baru saja Remi gunakan adalah teknik yang istimewa, karena pada dasarnya teknik bukan untuk bertarung. Remi adalah anak yang membuat teknik ini menjadi teknik untuk bertarung.


Sesuai dengan namanya, teknik keberuntungan iblis.


Artinya semua seranganmu akan bergantung pada keberuntungan.


Jika tidak kena, maka artinya seranganmu gagal. Namun jika kena, maka seranganmu akan memberikan efek yang sangat fatal. Layaknya keberuntungan di atas sebuah kertas, tinta yang dituangkan bisa menjadi indah atau malah melubangi kertas.


WHUNG!


Di saat kedua benda keras itu hampir bersentuhan, maka teknik Remi ini akan mulai aktif. Peruntungan dari kena dan tidak. Seperti lotre yang berputar, kali ini adalah keberuntungan untuk Remi.


DUAGHH! KRATAKK!


Teknik Remi yang membawa keberuntungan ini memberi dampak yang fatal pada teknik Ned. Bor keras yang bahkan bisa disetarakan dengan besi, kini pecah seperti kaca plastik dengan berbagai retakan di seluruh bagiannya.


Setelah selesai memukul, Remi segera berbalik badan dan berlari mundur. Karena ini adalah teknik keberuntungan, maka tidak baik jika terus digunakan.


Karena keberuntungan tidak mungkin datang terus-menerus. Dan jika keberuntungan datang terus-menerus, maka kemalangan yang mengerikan akan datang setelahnya.


DOR!


SRAT!


Dari kejauhan, Cedrik bertengger di atas sebuah pohon sambil membidik dengan satu mata untuk menyelamatkan Remi. "Kau pikir aku akan membiarkannya begitu saja?" gumam Cedrik sambil terus membidik.


Dor!


Dor!


Dor!


Dor!


Sudah 6 peluru yang Cedrik keluarkan untuk menyelamatkan Remi dari kejaran jaring Ned. Tapi pada akhirnya Remi juga tertangkap.


SRATT!


"HEH! Akhirnya kena juga!" ucap Ned sambil melihat Remi yang mulai terkena racun Ned.


"Diamlah di sana, kau akan lumpuh sebentar lagi." Ned kemudian segera berlari maju ke dalan hutan untuk menangkap Cedrik. Dia terus berlarian di antara pohon-pohon sambil melihat ke sekeliling.


Harusnya sisa pelurunya tinggal 4,- batin Ned.


Ned kemudian berhenti di tengah hutan. Dengan pelan Ned mulai menyebarkan jaringnya melewati ranting-ranting pohon, seperti ular.

__ADS_1


SRAK!


Ned membelalakkan matanya saat melihat Cedrik muncul dari balik semak-semak sambil mengarahkan pistol ke kepalanya.


"Teknik garis: nomor 1, tembakan horizontal."


DOORR!


ZRASH!


Ned masih sempat menghindar ke samping walaupun pipinya mengeluarkan segaris darah segar. Ned langsung menyibakkan tangan kirinya untuk menangkap Cedrik dengan jaringnya.


"Gawat!" Cedrik sedikit berdecak kesal lalu berniat untuk segera kabur. Tapi karena pada dasarnya dia dilatih untuk pertarungan jarak jauh, reflek serta ketahanan tubuhnya lebih rendah dari kelas jarak dekat.


Karena hal inilah, Cedrik akhirnya tertangkap di kaki kirinya. Ned langsung mengontrol jaringnya untuk menggantung Cedrik secara terbalik di pohon yang cukup tinggi.


"Sial! Turunkan aku!" Cedrik berteriak marah sambil membidik dengan kepala di bawah karena tergantung.


Dor! Dor! Dor!


Klik klik!


"ARGHHH peluruku habis!" umpat Cedrik kesal karena ketiga pelurunya tadi sama sekali tidak mengenai Ned.


Ned berjalan mendekat ke arah Cedrik sambil mengusap pipinya yang berdarah dengan tangan kanannya setelah bor itu hancur oleh palu Remi. "Kuakui kalian cukup hebat, tapi hanya sampai di sini saja, setelah ini aku akan mengalahkan Ruo," ucap Ned serius lalu berbalik badan dan hendak berlari lagi.


Tapi terjadi sesuatu yang aneh pada tubuh Ned.


Yaitu tubuhnya tidak bisa bergerak. Seolah-olah dia adalah patung.


"A-apa?" gumam Ned pelan sambil berusaha menoleh ke arah Cedrik dengan tubuhnya yang kaku. Dari atas pohon dengan posisi digantung, Cedrik menahan tawanya.


"Aduh-aduh~ apa kau bodoh? Tangan kananmu itu kena racun Remi daritadi. Racun itu bisa masuk melalui pori-pori kulit. Dan yang lebih bodoh lagi, kau mengusap luka di pipimu dengan tangan kananmu," ucap Cedrik sambil melemparkan pistolnya ke tubuh Ned yang kaku.


Ned masih sadar, namun yang bisa dia lakukan hanyalah berkedip dan bernafas saja. Bahkan untuk membuka mulutnya saja tidak bisa.


"Dan satu lagi kesalahanmu yang fatal." Cedrik kemudian mengeluarkan pisau kecil yang dia sembunyi di dalam tas pinggangnya, lalu berusaha untuk memotong jaring Ned.


"Kau meninggalkan Remi di area kristal bukan? Apa kau bodoh? Racunmu itu hanyalah mainan untuk Remi, dia adalah anak dari kelas obat dan racun," ucap Cedrik yang kemudian terjatuh ke bawah karena jaring Ned telah putus. Meskipun Cedrik sudah merasa sedikit mati rasa, tapi dia masih bisa mendarat dengan aman.


TRIIIIINGGG!


Bunyi lonceng berdering.


"Pemenang giliran pertama. Tim merah! Penghancur kristal: Remi!"


Suara dari pengeras suara ini membuat Ned terkejut, dia hanya bisa menggeram dengan tubuh kakunya yang masih berdiri.


"Aku sudah bilang bukan? Kau terlalu meremehkan kami. Dan terlalu memandang tinggi dirimu."


Cedrik kemudian berjalan pergi, meninggalkan Ned yang masih kaku di tengah hutan.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2