Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Penyelamatan tim hitam! (2)


__ADS_3

***


Sisa waktu ujian ke 5, 45 menit.


***


POV: Seas


Nging.


"Hah?!" Aku berhenti sejenak karena mendapat firasat buruk tiba-tiba. Padahal aku yakin sekarang hanya ada aku sendiri di sini.


Sisa waktunya adalah 45 menit. Harusnya sebentar lagi ... sebentar lagi akan ada pertarungan besar untuk memperebutkan posisi aman.


Bagaimana ini? Haruskah aku kembali? Atau aku pergi pada Valeria saja?


[Seas, jangan terlalu naif.]


Deg.


Lumius? Apa maksudmu?


[Ini adalah Underworld School. Jangan percaya siapapun, kecuali dirimu sendiri.]


Kau melarangku untuk mencari Sky dan Valeria?


[Aku tidak bilang begitu bodoh. Mereka sudah pasti ada di pihakmu, kau juga ada di pihak mereka bukan?]


Ya, tentu saja.


[Bagaimana dengan rekan tim hitam lainnya?]


...


Kau benar.


Aku terlalu naif, ada dua tim yang akan tereliminasi di ujian kali ini. Supaya mencapai posisi aman, mereka akan melakukan segala upaya.


Termasuk ke skenario terburuknya ...


Yaitu mengorbankan rekan sendiri.


Lebih baik aku kembali pada Valeria saja.


***


POV: Valeria


Klik.


"Katakan padaku. Apa yang kalian lakukan pada Sky?!" Aku menatap penuh emosi pada dua orang yang ada di hadapanku. Aran dan Cassio.


"Aku benar-benar tidak tau! Kau sendiri melihatku sedang bertarung bersamamu bukan?" ucap Cassio mencoba menjelaskan padaku dengan ekspresi yang memelas. Ya, memang dia sedang bertarung bersamaku tadi, lalu ...


"Bagaimana denganmu? Aran?" Aku menatap tajam anak laki-laki berkulit gelap di depanku ini. Dia masih terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Bruk!


"MAAF! MAAFKAN AKU TIDAK BISA MENYELAMATKAN SKY! KAMI TIDAK TAU BAHWA DI SANA ADA 3 ORANG YANG MENGINCAR KAMI!" Aran berlutut sambil menangis di hadapanku. Aku terdiam sejenak memproses perkataanya.


Jadi ... Sky ditangkap?!


Aku langsung ikut menarik rambut Aran dan membuat kepalanya mendongak untuk menatapku.


"APA MAKSUDMU! JADI KAU MENINGGALKANNYA SENDIRIAN?! KENAPA KAU TIDAK MENYELAMATKANNYA?!" Aku berteriak pada Aran dengan emosi yang membuncah.


"Di sana ... ada yang menggunakan kunai beracun, dan itu membuat Sky tidak sadarkan diri," ucap Aran dengan tatapan yang pasrah. Aku kembali terdiam, sambil menatap wajahnya lekat-lekat.


SRAK!

__ADS_1


Aku langsung mendorong kepalanya yang tak kujambak hingga dia tersungkur ke belakang.


Sial! Haruskah aku menerobos ke markas musuh?!


***


POV: Author


Swooshh!


Dari lebatnya hutan yang gelap, Seas berlarian seperti bayangan yang menghilang di antara pohon-pohon. Dia memutuskan untuk berbalik menjauhi markas musuh dan mencari Valeria serta Sky.


Kemana ya mereka? Bukankah harusnya ada di sekitar sini?,- batin Seas.


Ting!


"Aduh!"


SRAKK!


Seas jatuh tersungkur ke tanah, karena merasakan ada sesuatu yang membuatnya tersandung. Perlahan Seas mulai mengangkat kepalanya yang sudah tertempel tanah, bahkan mulutnya saja kemasukan tanah.


"Pweh! Ohok! Apa sih?!" Seas segera berdiri sambil membersihkan mulut serta bajunya. Dia kemudian berbalik badan untuk melihat apa yang membuatnya tersandung.


"Hah?" Seas mendekati benda itu dan berjongkok di depannya. Dengan hati-hati Seas mulai menyentuh dan mengangkat benda mungil yang kuat itu.


"Ini ... jarum Sky?"


Seas segera berdiri dan menatap sekelilingnya. Batang pohon yang memiliki banyak goresan, jejak kaki di tanah yang masih baru dan berbekas. Serta bau obat-obatan dan jarum Sky yang berserakan.


Terlebih, jarum yang berserakan ini adalah jarum khusus yang dibuatkan oleh Pangeran Ron.


Sky tidak mungkin meninggalkan jarum ini saat dia kabur dari pertarungan. Kalau begitu ...


Dia tertangkap?!


Tapi apa benar? Ayolah ini Sky kan? Aku tau Sky tidak selemah itu untuk bisa tertangkap semudah ini! Bahkan dulu Sky bisa bertarung sendirian melawan 2 tim seorang diri di ujian pertama!,- batin Seas bingung.


***


Sisa waktu ujian ke 5, 40 menit.


***


Seluruh anggota tim hijau, yang merupakan tim pengejar sudah berkumpul di titik penahanan. Mereka semua bersiap dengan senjatanya masing-masing. Sementara itu di tengah-tengah, ada beberapa orang tim hitam yang jadi tawanan.


Mereka adalah Sky, Nibi, Ruga, Ratia, serta Van.


Serta di balik bayangan hutan, beberapa tim hitam juga sudah bersiap-siap. Ada Seas, Valeria, Ruo, Ned, serta Edrin dan Fani.


Tim hitam lainnya memilih untuk tidak menyelamatkan anggota yang tertangkap dan lebih memilih bersembunyi untuk memenangkan ujian.


Seas mengamati dari sisi Utara, di balik sebuah pohon yang lebar dan besar. Seas bisa melihat bahwa ada anak yang baru saja dia selamatkan tadi, tapi sekarang sudah tertangkap lagi.


Dia adalah Van.


Sebenarnya apa maksud Van? Kenapa dia membiarkan dirinya tertangkap lagi? Apa dia sengaja?!,- batin Seas emosi.


Sedangkan di sisi Selatan, ada Valeria seorang diri. Aran dan Cassio memilih untuk tidak ikut karena mereka takut akan tertangkap dan gagal dalam ujian. Tentu saja, Valeria juga sudah tidak peduli pada mereka.


Aran dan Cassio orang-orang sialan, aku tidak membutuhkan mereka lagi. Aku akan menyelamatkan Sky dengan kemampuanku sendiri,- batin Valeria.


Sedangkan dari sisi Timur, ada Ned serta Ruo yang sudah bersiap dengan rencana serangan kombinasi.


Di sisi barat, ada Edrin serta Fani yang bersiap untuk menghancurkan area penahanan ini.


Mereka semua tau, bahwa ini tidak akan mudah. Karena lawannya berjumlah 15 orang. Mereka masih bersembunyi dan terus menunggu kesempatan.


Hingga tak terasa ...

__ADS_1


Sisa waktu ujian ke 5, 5 menit.


***


"Hee~ apa ini? Kenapa tidak ada yang menyelamatkan mereka? Apa tim hitam sudah menyerah?" gumam seorang gadis dengan konde di kepalanya yang bernama Jessya.


"Sepertinya iya, waktunya tinggal sebentar lagi. Apakah tidak akan ada yang menyelamatkan mereka?" gumam Alio yang juga sudah setengah mengantuk. Menunggu selama 35 menit itu adalah waktu yang cukup lama.


Namun tiba-tiba, sebuah suara yang kecil membuat seluruh tim hijau terdiam.


Krincing!


Ya, sebuah suara lonceng.


SRAKKK!


Setelah bunyi lonceng itu, muncul beberapa jarum tajam yang mengarah ke tim hijau dari Utara. Ya, pelakunya adalah Seas. Para tim hijau yang berada di bagian pertahanan Utara, langsung dengan reflek menangkis semua jarum itu.


Namun tidak berhenti sambil di situ.


SWOOSHHH!


Sebuah jaring besi mulai terbentang di atas langit, ya, sebuah jaring besi raksasa dengan bentuk rumah laba-laba. Dari balik batang pohon, Seas terkejut, saat dia melihat ke arah asal jaring tersebut, ada Ned dan Ruo yang sudah siap beraksi.


"Baiklah! Ini keberuntungan!"


Wush!


Seas keluar dari balik persembunyian dan langsung menerobos maju.


Wush!


Wush!


Dari arah Barat, Fani dan Edrin juga menerobos maju.


Wush!


Ruo juga sudah menerobos maju dengan satu helai jaring besi yang terikat di perutnya.


"Mereka datang! Rubah putih!"


"Si bela diri cengeng itu juga datang!"


"Hei! Ada pengguna seni malefic! Hati-hati!"


"Wah, si Fani berani juga ya!"


Pandangan seluruh tim hijau terbagi pada ke empat orang itu. Tapi mereka melupakan satu orang, yaitu Valeria yang masih diam dan memantau keadaan.


Aku harus menerobos dengan cepat, mumpung ada Fani serta Ruo sebagai pengalih perhatian!,- batin Seas.


"[Teknik bayangan: nomor 5, bayangan pohon.]"


WUUSSHHH!


Seas langsung melewati 3 orang yang ada di depannya dan fokus untuk menuju ke tengah area penahanan.


"Hentikan dia!" Barkan mengeluarkan palunya dan hendak berlari ke arah Seas. Namun di saat seperti inilah jaring Ned beraksi.


Sruuttt!


Jaring Ned itu mulai mengeluarkan sulur lain layaknya jaring pemangsa manusia. Jaring-jaring itu perlahan melilit setiap tim hijau dan membuat gerakan mereka terhambat.


"Kalian mau bergerak dengan bebas? Jangan harap."


"[Teknik laba-laba terkutuk: nomor 2, sangkar kematian.]"


"Wah, tim hitam benar-benar melakukan kerja sama yang merepotkan ya?" ucap Gio yang masih terlilit oleh jaring Ned.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2