Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Hijau dan hitam!


__ADS_3

"Nah bagaimana? Alio?"


POV: Author


Kedua remaja laki-laki itu saling diam dan hanya saling memandang mata kuning Alio yang terlihat tenang dengan mata hitam Ned yang terlihat dingin.


Ruo yang masih tersungkur di tanah malah bingung sambil melihat ke arah Ned dan Alio bergantian. "Hei ayolah, kalau mau berkelahi ya berkelahi saja wuuu, aku capek loh tengkurap di sini," rengek Ruo sambil menyandarkan kepalanya di tanah yang dingin.


"... Baiklah, kalau begitu kita langsung saja, aku juga tidak berniat untuk melakukan negosiasi."


WHUNG!


Alio menarik cambuknya yang masih terikat dengan kaki Ruo.


"AAAA!"


Ruo yang tidak siap dengan tarikan tiba-tiba Alio, membuatnya ikut terangkat seperti sedang terbang. "AAAAAA!" Ruo berteriak lagi saat melihat bahwa dia akan membentur batang pohon di belakangnya.


Srattt!


Sebelum Ruo mengenai batang pohon itu, di depannya muncul jaring berwarna abu-abu gelap yang mencegahnya untuk membentur pohon. Meskipun masih dalam keadaan kaki yang terikat, tapi berkat jaring Ned, Ruo tidak terbentur dengan keras.


"Aku harus melepas ini!" Ruo segera menjangkau kaki kanannya yang terikat dan sebisa mungkin melepaskan ikatan cambuk Alio.


"Hehe, tidak semudah itu dong."


WHUNG!


Alio mengayunkan cambuknya lagi, dan seperti tadi, Ruo jadi ikut terserat sesuai dengan arah cambuk.


"AAAA!" Ruo berteriak lagi dengan ekspresi yang lebay.


"AAA AAA AAA TERUS! BERISIK KAU BABI! SEBENTAR DONG! APA PERLU MULUTMU KUSUMPAL TANAH LIAT?!" Ned jadi marah-marah karena terganggu dengan teriakan Ruo dari tadi. Ned menggerakkan jaringnya lagi untuk menangkap Ruo agar tidak terbentur sesuatu.


Pluk!


"Yaa! Akhirnya lepas!" Setelah ditahan oleh jaring Ned, Ruo baru berhasil melepaskan ikatan cambuk dari Alio. Di sisi lain, Alio yang melihat bahwa cambuknya sudah terlepas, tersenyum licik ke arah mereka berdua.


"[Teknik cambuk hijau: nomor 3, bola perangkap.]"


WHUSS WHUNGG!


Cambuk Alio segera terayun dengan cepat, cambuk itu meluncur lagi ke arah Ruo. Laki-laki berambut merah itu menyadari bahwa dia akan tertangkap lagi, apalagi cambuk Alio sekarang sudah mengelilingi tubuhnya dari segala arah, benar-benar layaknya bola.


"Hah! Kau pikir aku akan membiarkan diriku tertangkap seperti tadi?!" Ruo membentuk postur tubuh kuda-kuda di atas udara, dia mulai menguatkan seluruh otot di tubuhnya.


Karena tanganku cedera, jadi yang bisa digunakan hanyalah teknik yang menggunakan kaki,- batin Ruo.


"[Teknik naga merah: nomor 3, tendangan memutar.]"

__ADS_1


WHUNG WHUNG WHUNG!


Ruo mengubah posisi tubuhnya secara terbalik dengan kepala yang ada di posisi bawah, kedua kakinya terbuka lebar. Dia memutarkan tubuhnya dengan cepat hingga menimbulkan pusaran angin kecil yang menghalau semua cambuk Alio.


Setelah semua cambuk itu terpental, Ruo segera membalikkan postur tubuhnya seperti semula, dan menggunakan teknik selanjutnya.


"[Teknik naga merah: nomor 4, vanishing blink.]"


Syush!


Teknik ini dibuat oleh Ruo untuk menghindari perangkap musuh dengan cepat dan singkat. Walaupun jarak perpindahan teknik ini tidak selebar teknik milik Seas, tapi dengan teknik ini Ruo bisa menciptakan ilusi seolah dia menghilang.


Dengan mengubah tumpuan tubuhnya pada bahu dan pinggul, serta dorongan pada otot kaki. Dia berpindah tempat dalam radius 2 meter dengan sangat cepat.


Srakk!


Ruo mendarat dengan aman di samping Ned.


"Teknik yang keren, aku bahkan sampai kaget karena kau membuat seni milikmu sendiri," puji Ned dengan senyum miringnya. Ruo hanya tertawa kecil mendengar pujian Ned, sekarang kondisinya sudah berbalik.


2 lawan 1.


"Nah bagaimana Alio? Apa kau masih mau melanjutkan pertarungan ini? Jangan lupa bahwa Reksa masih ada di genggamanku," ucap Ned sambil menunjukkan Reksa yang sudah tertidur sambil meneteskan air liur. Alio yang sudah merasa menemui jalan buntu, akhirnya menghela nafas dan menatap Ned.


"Baiklah, aku kalah kali ini. Tinggalkan Reksa di sana, aku tidak akan mengejar kalian selama 15 menit," ucap Alio pada akhirnya. Ned bertatapan sejenak dengan Ruo, seolah berbagi sinyal yang sama, mereka kemudian mengangguk bersamaan.


"Baiklah, tepati perkataanmu." Ned melepaskan jaring yang mengikat Reksa, lalu dengan cepat dia segera berlari mundur bersama dengan Ruo di sampingnya. Setelah kepergian Ned dan Ruo, Alio menghela nafas dan menghampiri Reksa.


***


Waktu ujian yang telah berjalan 45 menit. Sisa 75 menit hingga ujian ke 5 berakhir.


***


Sementara itu di sisi lain.


Bruk!


Ada 4 orang anggota tim hitam yang sudah tertangkap oleh tim hijau. Mereka adalah Remi, Edrin, Fani, dan juga Van.


Tempat untuk menjaga orang yang tertangkap berada di pinggir hutan, sesuai peraturan, untuk menyelamatkan orang yang ditangkap, mereka harus membawa orang itu sampai keluar dare penangkapan, dan orang yang ditangkap tidak boleh menggunakan seni yang mereka pelajari.


Di lokasi ini, ada 6 orang tim hijau yang menjaga daerah penangkapan. Karena inilah orang yang mencari tim hitam lebih sedikit, karena tim hijau lebih memfokuskan diri untuk menjaga agar tidak ada yang bisa lepas setelah mereka tangkap.


Tapi mereka tidak sadar, bahwa mereka sudah diawasi sejak 30 menit yang lalu.


Seas sudah ada di balik semak-semak, menunggu momen yang tepat untuk beraksi.


Kenapa ... Van bisa tertangkap?! Bukankah dia punya seni petir?! Apa dia sengaja membiarkan dirinya tertangkap?!

__ADS_1


ARGHHH bocah merepotkan! Apa tidak usah aku selamatkan saja dia?! Hmmm, sepertinya akan lebih baik jika aku menyelamatkan Fani serta Remi,- batin Seas.


Seas menatap ke enam orang yang menjaga pusat penangkapan. Tim hijau sepertinya sangat siaga dalam bagian ini karena ada Seas serta Van di dalam tim hitam. Tentu saja, Seas juga tidak sebodoh itu untuk langsung menerobos masuk ke pusat penangkapan.


Bagaimana ya ... aku harus menyimpan kekuatanku untuk ujian selanjutnya, di saat seperti ini apa yang harus aku gunakan?


Arghh andai saja aku punya seni unik yang bisa menciptakan halusinasi untuk sementara! Valeria kan punya teknik seperti itu!


...


Benar, teknik istimewa milik Valeria! Apakah aku bisa menirunya?


...


Tidak ada salahnya mencoba!,- batin Seas.


Seas mulai mengeluarkan kedua dagger lamanya yang dia terima sebagai hadiah dari Venom dulu. Sebelum dia menerobos masuk, dia menghirup udara yang sangat banyak lalu menghembuskannya dengan sekejap.


"Oke ayo!"


SRAK!


Seas keluar dari semak-semak dan langsung menuju ke arah tim hitam yang ditahan. Tentu saja karena Seas maju tanpa menggunakan teknik apapun, maka seluruh perhatian akan sepenuhnya jadi miliknya. Drone yang terbang di atas juga terus menyorot Seas.


"Hentikan Seas!" perintah Barka, salah satu anggota tim hijau.


Seidon langsung mengejar Seas dengan pedang yang cukup panjang di pinggangnya. Layaknya seorang samurai yang siap untuk menebas musuh, Seidon berlari ke arah Seas sambil bersiap untuk menghunuskan pedangnya.


Karena Seas berlari tanpa teknik apapun, dia jadi mudah terkejar. Hanya dalam beberapa detik Seidon sudah ada di belakang Seas.


"Lebih baik kau menyerah jika tidak mau terluka, Seas," ucap Seidon dingin, tapi Seas justru membalasnya sambil menjulurkan lidah.


"Kau!"


SRING!


WHUSS!


Bersamaan dengan Seidon yang menghunuskan pedangnya secara horizontal, Seas melompat sambil berputar ke udara. Mata ungu serta rambut putihnya yang berkilau di gelapnya langit Underworld School, membuatnya terlihat seperti siluman dalam legenda.


Detik itu, Seidon terpaku sejenak, kesadarannya teralihkan oleh mata ungu Seas yang menyeramkan.


"Tidak cukup, harusnya kalian menyerangku bergerombol.


Kalian pikir dengan satu lawan satu, kalian akan mampu mengalahkan aku?" Seas tersenyum miring.


Srakk!


Seas mendarat di belakang Seidon dan langsung mengarahkan ujung daggernya ke leher Seidon.

__ADS_1


..."Jangan meremehkan peringkat 1. Majulah kalian semua, akan kuberikan pertunjukan yang bagus." ...


TBC.


__ADS_2