Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Tragedi saat istirahat!


__ADS_3

..."Ke negara Valord!"...


POV: Seas


"X ... butuh berapa hari lagi untuk sampai ke sana? ...," ucapku dengan letih. Aku sudah muak berada di dalam mobil selama 3 hari. Sky masih terlihat normal, tapi Valeria ... aku bisa melihat arwahnya keluar dari mulutnya.


"Hmmm, mungkin sekitar 7 hari lagi!" ucap X dengan senyuman. Karena perkataan X, kini Valeria sudah tenang di alam sana.


Bercanda.


"Bisakah kita istirahat sebentar? ... aku takut teman-temanku terkena gangguan mental," ucap Sky dengan hati-hati.


"Iya, gangguan mental karena bosan," tambahku. X terlihat memikirkan perkataan kami.


"Baiklah! Sebentar lagi kita akan sampai di sebuah mall besar! Kita akan beristirahat di sana!" jawab X, kami langsung semangat kembali. X tertawa kecil sambil tetap fokus ke arah jalan.


"Kapan? Kapan? Kapan?" Valeria sudah bertanya dengan tidak sabar. X hanya tertawa kecil sambil terus menceritakan kisah tentang jalan yang kami lewati.


"Katanya jalan ini punya arti istimewa, 'harapan yang diucapkan di sini, akan terkabulkan di masa nanti'. Seperti itu katanya~," ucap X, entah sejak kapan aku jadi tertarik dengan ceritanya. Valeria juga menjadi lebih diam sambil mendengarkan cerita dari X.


"Harapan ya? ...," ucapku pelan, dalam hati aku mengucapkan harapan yang benar-benar penting bagiku.


Aku ingin kematian kakakku.


"Kita sudah sampai!" ucap X. Kami langsung melihat ke luar jendela sebelah kiri. Gedung yang sangat mewah! Bahkan desainnya saja sangat menakjubkan!


"Eits! Sebelum keluar dari mobil, gantilah pakaian kalian dengan pakaian yang lebih normal! Dan ... bawalah senjata yang kecil saja," titah X, kami mengangguk dan mengganti baju kami.


Tak perlu waktu lama bagi kami untuk ganti baju, karena kerasnya kehidupan asrama, jadi kami terbiasa ganti baju dengan cepat dan simpel.


"Baiklah! Ayo kita bersenang-senang!" ucap X lalu membuka pintu mobil. Kami berjalan masuk sambil mengamati orang yang berlalu lalang.


"Aku akan ke toko itu!" ucap Valeria sambil menunjuk toko pakaian. Yah, untunglah dia masih seorang perempuan.


"Aku akan ikut dengan Valeria, kalian bersenang-senanglah!" ucap X sambil melambaikan tangan. Kemudian dia pergi mengikuti Valeria.


Mungkin karena Valeria yang paling mengkhawatirkan.


"Jadi ... kita kemana?" tanyaku pada Sky. Aku menepuk dahiku pelan, bisa-bisanya aku lupa bahwa Sky penakut jika di keramaian.


"Apa kau mau membeli minuman dulu? Kupikir aku melihat sesuatu yang menarik di sana," tanyaku pada Sky sambil menunjuk sebuah tempat yang dikerumuni orang-orang.

__ADS_1


"A-apa kau membawa u-uang?" tanya Sky. Bagaikan tersambar petir, aku baru ingat ... AKU BAHKAN TAK PUNYA UANG SEDIKIT PUN!


BAGAIMANA INI?!


Ting!


Aku melihat notifikasi di ponselku. Ternyata itu pesan dari X. Tunggu? Sejak kapan dia tau nomorku?


X yang tampan.


Aku sudah menaruh beberapa lembar uang di sakumu. Maafkan aku karena lupa memberitau.


To Seas.


Aku benar-benar lega karena X yang menemani kami di misi kali ini. Aku menyentuh saku celanaku, dan benar saja. Ada uang sekitar ... TUNGGU! INI SANGAT TEBAL! DIA MEMBERIKU BERAPA?!


"Um, Sky ... ayo ke toilet lebih dulu," ucapku pada Sky, dia mengangguk lalu memegang ujung bajuku. Aku tertawa kecil, setelah itu kami berjalan ke arah toilet.


Sesampainya di toilet, aku segera mengeluarkan uang di sakuku dan mulai menghitungnya.


"Enam juta ... untuk apa uang sebanyak ini?!" Aku kaget karena uang yang diberikan oleh X ternyata sangat banyak. Sky juga menatap yang itu dengan bingung.


Nanti kalau sisa tinggal dikembalikan. Ya pasti sisa sih.


Setelah itu kami keluar dari toilet. Kami menuju ke arah penjual kopi dan memesan minuman di sana.


"Terimakasih Seas, ini membuatku lebih tenang ...," ucap Sky, wajahnya terlihat lebih rileks sekarang. Aku mengangguk lalu memeriksa ponselku.


Tidak ada pesan. Sepertinya X dan Valeria masih bersenang-senang.


Brug! Curr.


Aku melihat ke arah Sky, sepertinya dia bertabrakan dengan seseorang.


"Sky ada apa?" Aku mendekati Sky sambil bertanya padanya. Wajahnya terlihat panik. Oh ... dia menumpahkan kopinya ke baju seseorang ... .


HAH?!


"MA-MAAFKAN SAYA!" ucap Sky sambil membungkuk dengan cepat. Sepertinya dia sangat panik saat ini.


"Hah? Maaf? Bagaimana dengan bajuku ini?! Ganti rugi!" Pria itu berdiri lalu menepuk pundak Sky. Ugh, bau apa ini? Alkohol? Apa dia seorang pemabuk? Bagaimana dia bisa masuk ke sini?

__ADS_1


"Maafkan kami pak, saya akan mengganti rugi. 200 ribu cukup kan pak?" tanyaku dengan sopan sambil menenangkan Sky. Pria tua itu menatapku dengan tajam.


"Hah?! 200 ribu katamu?! Baju ini kubeli dengan harga 100 juta! Dan kau hanya menggantinya 200 ribu?!" ucapnya dengan keras ... air liurnya bahkan sampai ke wajahku. Sepertinya dia berusaha menarik perhatian orang-orang di mall ini.


"Tapi di baju anda ada harganya. Itu 70 ribu," ucapku sambil menunjuk label di leher kaosnya.


Para pengunjung ikut tertawa karena perkataanku. Tapi sepertinya ... aku sudah membuat pria tua ini menjadi lebih marah.


"K-kau! Tidak sopan! Panggil orang tuamu kemari!" Pria itu berteriak ke arahku. Ah ... bagaimana ini, aku malas meladeninya.


Atau mungkin ini bisa jadi lebih seru?


"Orang tuaku sudah di bawah tanah. Mau kupanggilkan? Tapi sepertinya mereka tidak akan bangun. Bagaimana kalau anda saja yang ikut ke sana?" ucapku sambil tersenyum. Aku mengeluarkan belati kecil yang kusimpan di saku bajuku.


"Pak! Perhatikan pakaian anda!" ucapku sambil menutup mataku. Aku melihat ke arah belakang pria itu. Rupanya ini ulah X, dia melucuti pria itu hahahaha!


"A-apa?! Ugh! Awas saja kalian! Tak akan kubiarkan lepas! Awas saja!" Pria itu berlari ke arah toilet sambil menutupi dadanya yang berbulu.


Setelah pria itu pergi, X dan Valeria mendatangi kami.


"... Kupikir kalian tidak akan terlibat dalam masalah ... karena kalian agak 'waras' dibanding teman kalian ini," ucap X sambil melirik Valeria yang menjilati lolipop.


"Awalnya baik-baik saja kok, pria itu yang tiba-tiba mencari masalah," ucapku ketus, memang benar kan? Kami hanya berjalan-jalan tapi dia yang menabrak kami. Aku sudah berbaik hati memberinya uang yang seharga dua kali lipat kaosnya itu.


Dikasih jantung malah minta hati!


"Ngomong-ngomong ... kau sangat cepat ya X. Aku bahkan tak melihat pergerakanmu sampai aku sadar pakaiannya sudah compang-camping," ucapku sedikit kagum. X tersenyum kecil lalu menepuk pelan pucuk kepalaku.


"Kalian juga akan mampu melakukannya, tapi tidak sekarang," ucapnya dengan lembut. Tindakannya ini ... membuatku rindu perlakuan kakakku padaku.


"KYAAA! ADA KEBAKARAN!"


"AAAAA!"


"ADA PENJAHAT! CEPAT KABUR!"


Orang-orang berlarian keluar dari mall ini. Kami masih berdiam diri sambil memperhatikan. Valeria menggigit lolipopnya hingga patah, sedangkan Sky sudah membuang kopinya ke lantai.


..."Siapa orang gila yang berani mengganggu istirahat kami?!"...


TBC.

__ADS_1


__ADS_2