
"[Teknik teratai darah: nomor 1, kuku siluman.]"
POV: Author
Rasanya sedikit tidak nyaman, otot-otot tubuhku terasa kaku. Apakah memang benar seperti ini rasanya menggunakan seni?,-batin Sky.
Darah yang menetes keluar dari kuku Sky, perlahan berubah menjadi warna hitam. Gemuruh riuh di arena gladiator itu langsung hening, mereka menatap tindakan Sky dengan bingung dan ragu-ragu.
Sementara itu, remaja laki-laki yang terpasung di tengah arena justru tersenyum secerah matahari.
"Ayo~ bunuh dia Sky ihirr~." Seas menyemangati dengan nada yang aneh. Sky yang awalnya merasa keren jadi langsung merasa seperti bayi yang dimanjakan.
"Diam! Aku jadi gagal keren kan!" teriak Sky marah. Seas hanya menjulurkan lidahnya tidak peduli, sementara Sky langsung membatin dalam hati.
WHUNG!
Hell, monster raksasa aneh itu melompat ke arah Sky lagi. Tapi kali ini berbeda, Sky sedikit menundukkan posisi kuda-kudanya, dan bersiap untuk ikut melompat. Seas juga terlihat sangat menikmati apa yang Sky lakukan.
WHUS!
Saat Hell sudah mulai turun, Sky melompat ke arahnya. Kuku jarinya yang menghitam tidak terlalu menjadi perhatian karena tidak terlihat.
CRANGG!
"Tck! Kena zirahnya saja!" ucap Sky kesal karena cakarannya tidak berhasil menembus zirah Hell. Tapi itu tidak membuat Sky menyerah, justru dia terus mencoba untuk mencakar Hell tanpa ampun, layaknya kucing liar yang baru saja mendapatkan cakar barunya.
Beberapa orang di arena gladiator ini mulai bersemangat setelah Sky melawan, mungkin karena mereka memang memasang taruhan untuk Sky. Tapi ... hal ini berbeda dengan apa yang pembawa acara itu rasakan.
Dia merasakan perasaan gelisah yang entah darimana datangnya.
Rasanya, ada yang salah. Harusnya tidak begini, harusnya anak itu lemah kalau tidak punya obat-obatan di jubahnya. Kenapa? Kenapa dia bisa bertarung?
Harusnya dia jadi salah satu mayat yang bisa kami jual organ dalamnya. Tapi kenapa? Kenapa dia malah bisa bertarung sehebat itu?!,-batin sang pembawa acara.
Pria itu melirik ke kiri dan kanan, ekspresi khawatir terlihat jelas di wajahnya.
"Hihihi."
Deg.
Sret!
Sang pembawa acara itu menoleh dengan cepat ke arah Seas yang masih terpasung. Dari kejauhan, pembawa acara itu bisa melihatnya dengan jelas.
Melihat Seas yang tersenyum meremehkan dirinya.
Remaja yang bahkan mempermainkan kematian, untuk apa dia takut jika hanya berhadapan dengan kegelapan?
__ADS_1
Seas mulai membuka mulutnya, pembawa acara itu melihat dengan seksama.
"En.nyah.sa.ja.bo.doh."
DEG!
BRAK!
"HELL! CEPAT BUNUH ORANG YANG TERPASUNG LEBIH DULU!" Sang pembawa acara itu tersulut emosi. Dirinya tidak terima direndahkan oleh orang yang bahkan terpasung di tengah arena. Sementara itu, Seas malah tertawa kecil karena provokasinya berhasil.
Hell langsung mengabaikan Sky dan berlari kencang ke arah Seas. Sky langsung panik dan ikut berlari untuk menghalangi Hell, tapi tidak terkejar. Saat sudah semakin dekat, Seas tersenyum licik hingga menampilkan gigi taringnya.
"[Teknik bayangan: nomor 11, sang peniru.] - [Teknik mata-mata istimewa: manipulasi kenyataan.]"
WHUNG!
BUAGHH!
Hell memukul ke arah Seas tanpa ragu. Bahkan sampai ada bunyi mengerikan yang terdengar, sementara Sky sudah hampir pingsan karena melihat Seas yang (dikira) mati.
KRANTANG!
"HAHAHA! TERIMAKASIH SUDAH MELEPASKAN RANTAINYA!" Seas muncul lagi, duduk dengan santai di atas kepala Hell sambil melambaikan tangan.
"WHOAAAAA!"
Seluruh penonton bersorak ramai. Ini pertama kalinya ada tawanan yang bisa lepas di tengah pertandingan. Bahkan Sky ikut berteriak sambil melompat-lompat. Seas langsung mengeluarkan dagger yang dulu dia gunakan sebagai latihan, lalu menggoreskannya di zirah belakang milik Hell.
"MASUKKAN RACUNMU SKY!" ucap Seas sambil menunjukkan lubang yang sudah dia buat. Sky yang awalnya masih melompat-lompat langsung terdiam dan berlari ke arah yang Seas maksud.
JREB!
Detik selanjutnya, jadi telunjuk Sky sudah menancap di daging Hell.
"GRRRR! GRAHHH!"
WHUS!
BRUAGHH!
"ADUH! KOK GA MATI?!" tanya Sky bingung sambil menatap ke arah Seas pelan. Sebelum Sky berceramah merengek lagi, Seas langsung mencubit mulut Sky agar tidak berbicara.
"Nyenyenye memang ini bukan teknik untuk langsung sekali membunuh bodoh! Ini adalah teknik untuk mengurangi vitalitas musuh secara perlahan-lahan!" ucap Seas barulah dia melepaskan cubitannya di mulut Sky. Anak remaja laki-laki berambut kuning itu langsung merasa kecewa, dia berjongkok di tengah pertandingan dan berkata.
"Aku malas, lanjutin aja sendiri," ucap Sky.
JDER.
__ADS_1
"... Kau nanti malam mau makan bola mata apa kendung kemih?" tanya Seas sambil memainkan daggernya.
"Daging sapi!" Sky langsung berdiri lagi dan siap untuk bertarung. Seas tersenyum simpul melihat Sky di sampingnya, sebelum pergi maju, Seas mengusap pucuk kepala Sky beberapa kali.
"Setelah ujian ini selesai, ayo kita liburan," bisik Seas sambil mengedipkan matanya. Sky langsung bersemangat, matanya berkobar-kobar penuh api.
Ah! Aku harus mengambil Hades!,-batin Sky.
CRING! KRANGGG!
Seas bertarung seimbang melawan Hell yang sudah terkena racun darah Sky. Tapi walaupun begitu, sebenarnya kondisi Seas juga masih sama buruknya.
Ini karena sebelum Seas dipasung, tubuhnya disuntikkan sebuah obat pelemas agar Seas tidak bisa memberontak. Efek dari obat ini masih ada, hal ini bisa kita lihat dari cara Seas mengayunkan daggernya.
Bahkan kaki Seas masih gemetar setiap kali dia berdiri, tapi remaja berambut putih ini tidak mengatakan apapun, karena dia ingin melihat temannya percaya diri dalam pertempuran yang bukan bidangnya.
Karena Seas tau, jika Seas bilang bahwa dirinya terkena obat, maka fokus Sky akan terbagi karena khawatir pada Seas. Dan ditambah lagi, tentunya rasa percaya diri Sky akan berkurang drastis karena tidak ada tambahan kekuatan dari Seas.
Yah ... tapi aku tetap yakin. Bahwa Sky akan menang. Mungkin Sky tidak tau, tapi dari yang selama ini kulihat.
Sky adalah pengguna Schyte yang lihai,-batin Seas.
"[Teknik sabit Hades: nomor 1, lorong neraka.]"
BLARR!
WHUSSS!
Sebuah tornado api langsung menerjang Hell dari sisi kanan. Seas yang masih peka, beruntung bisa langsung menghindar agar tidak ikut terbakar.
Plek.
Saat Seas mendarat, mata ungunya langsung menatap Sky dengan tatapan datar.
Harusnya bilang-bilang dulu dong, aku hampir saja jadi daging panggang,-batin Seas.
Padahal sedikit lagi dia gosong,malah melompat pergi,-batin Sky.
Whusss.
Tornado api yang dihasilkan dari schyte Sky perlahan berkurang, menyisakan jalanan yang gosong dan hawa panas yang luar biasa. Di tengah jalan api itu, ada Hell yang masih berdiri dengan zirah yang setengah meleleh.
"Woah! Dia sangat kuat! Padahal kupikir sudah jadi daging panggang!" gumam Seas sambil bertepuk tangan. Sedangkan Sky langsung cemberut karena lagi-lagi dia gagal membunuh Hell.
"Tidak apa-apa Sky~ bukankah ... sekarang zirah Hell sudah hilang?" tanya Seas dengan wajah iblisnya. Sky yang langsung paham maksud Seas langsung tersenyum.
"Benar. Racunku akan mempan kali ini."
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa likenya guys!