Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Berjumpa lagi, Razeks!


__ADS_3

POV: Author


Di sebuah kilang minyak terbengkalai di pesisir pantai, jarak terjauh dari pusat negara. Terlihat dua orang remaja yang berjalan tenang, menuju kilang tersebut. Satu dari mereka berambut kuning, dan satunya berambut putih dengan mata kiri yang diperban. Ya, mereka adalah Sky dan Seas.


Kedua sorot mata remaja itu begitu dingin dan tajam, mereka sedang dalam perjalanan untuk membalas kekalahan yang mereka dapatkan.


Di dalam informasi yang diberikan oleh X, hanya informasi tentang Razeks yang sangat lengkap, bahkan tempat yang akan dia kunjungi malam ini. Entah ini jebakan atau bukan, tapi Sky dan Seas sudah tidak peduli. Mereka akan membawa kepala Razeks, malam ini.


"... Sky, ayo kita buat sambutan yang meriah." Seas menyeringai hingga menampakkan gigi taringnya, di sebelahnya, Sky mengeluarkan satu botol kaca mungil berwarna merah menyala.


"Kupikir kau ingin melakukannya diam-diam? Kenapa tiba-tiba minta yang heboh?" tanya Sky lalu melemparkan botol itu ke arah kilang minyak.


Prang!


"Karena festival baru dimulai jika kembang api sudah dinyalakan."


DDUUAARRR!


GREEMMM! DDDRRRRKKKK!


Ledakan super kuat itu bahkan mengguncang daratan dan lautan. Mungkin sekarang beberapa orang di pusat negara bahkan bisa merasakan gempa yang ditimbulkan oleh bom milik Sky. Kilang minyak itu tentu terbakar dengan hebat, bahkan apinya mungkin bisa menerangi pesisir pantai beberapa kilometer.


Dari dalam kobaran api, muncul seorang pria berambut pitak yang sangat mengena di ingatan Seas maupun Sky.


"Sambutan yang meriah, ya? Seas Veldaveol, kupikir kau sudah mati hari itu," ucap Razeks dengan suaranya yang sedang menahan amarah. Tadi dia sedang bersantai sambil menikmati secangkir kopi, tapi tiba-tiba tempat persembunyiannya meledak dan membuat tempat nyamannya jadi hancur.


Mata Razeks melirik ke arah Sky yang ada di sebelah Seas. "Hoo~ bocah kuning itu juga masih hidup, ya? Sepertinya aku sudah mulai tua, bisa-bisanya tidak ada satupun yang mati diantara targetku?" ujar Razeks sambil menjilat ibu jarinya yang terkena luka bakar akibat ledakan tadi.


Seas tersenyum sinis. "Kalau sudah tua, harusnya kau mempersiapkan peti matimu, bukannya malah bermain dengan nyawa orang lain," ucap Seas lalu menyingkap lengan bajunya hingga sebatas ketiak.


"KHEKHEKHEKHE! Sebelumnya memang aku gagal, tapi kali ini, aku jamin kalian akan pergi ke neraka," ucap Razeks sambil menjulurkan lidahnya.


"Tidak, kali ini akan berbeda." Kedua gelang yang terikat di lengan Seas mulai berubah warna, perlahan-lahan gelang itu mengeluarkan asap semerah darah.


"Waktu itu, kami belum serius. Kita lihat apakah kali ini kau bisa tertawa." Kalung yang Sky pakai juga mulai bersinar, kalung itu perlahan mengeluarkan api hingga menyelimuti tubuh Sky.


"Ayo mulai, Lumius/Hades."


SRAAAKKK!


BLAAARRR!


Sepasang dagger dengan warna semerah darah muncul di kedua tangan Seas. Di sebelahnya, sebuah scythe hitam panjang yang berhiaskan kepala bertanduk, terlihat sedang dimainkan oleh Sky.

__ADS_1


Razeks yang melihat kedua senjata itu, terdiam sejenak sampai akhirnya dia menyadari bahwa senjata yang mereka pakai, bukanlah senjata biasa.


"Blood weapon, ternyata kalian punya senjata kelas legenda ya," ujar Razeks dengan seringai menjijikkan miliknya. Kedua tangan Razeks dia angkat ke depan, tangannya seperti sedang meremas udara. Beberapa saat kemudian, sekitarnya mulai muncul jarum-jarum bening yang sangat merepotkan.


Teknik dan senjata khusus miliknya, embun jarum kaca.


"Tapi ... senjata itu tidak akan mengerikan jika yang memakainya hanya bocah bodoh seperti kalian!"


SYUUUT!


Semua jarum yang melayang itu langsung dilempar ke arah Sky dan Seas. Meskipun begitu, mereka tidak tampak terkejut. Justru dengan tenang mereka langsung mengambil posisi sesuai strategi yang sudah mereka buat. Seas langsung mundur ke belakang tubuh Sky, dia menghilang dari bayangan Sky.


TRANG TRANG TRANG TRANG!


Sky menghadang semua jarum itu sendirian dengan scythe, Hades miliknya. Razeks cukup terkejut dalam hati, karena pergerakan yang ditunjukkan oleh Sky sekarang sangat berbeda dirinya yang bertarung menggunakan racun.


Ini bukan seperti menghadapi dokter kematian.


Tapi seperti melawan malaikat pencabut nyawa.


Mata kuning Sky terlihat begitu menakutkan.


SYAT!


"Jangan lupa kalau kau sedang melawan dua orang."


SRASSHH!


Seas muncul tiba-tiba dari belakang tubuh Razeks, meski Sky dan Seas sudah menyiapkan serangan kejutan seperti ini, tapi Razeks masih bisa menghindarinya, Seas berakhir hanya memotong kerah baju yang dipakai oleh Razeks.


"... Bocah sial! Enyah kau!"


SYAT!


Razeks hendak memukul Seas yang sekarang tidak memakai pertahanan apapun. Tapi meskipun begitu, serangan Razeks begitu mudah terbaca karena dia agak panik. Alhasil, Seas menghindar dan kembali menghilang di dalam gelapnya malam.


"HAARRGHH! KELUAR KAU TIKUS PENAKUT!" teriak Razeks penuh emosi. Karena perhatiannya teralihkan oleh Seas, dia tidak sadar bahwa sabit Sky sekarang sudah ada di depan jakun lehernya. Siap menebas nadi serta tulangnya dalam sekali serang.


TRAANGG!


Di saat terakhir, Razeks menyadarinya. Dia segera mengeluarkan jarum kacanya untuk menghadang bilah tajam sabit Sky. Berkat itu, lehernya berhasil selamat tanpa luka gores sedikitpun.


Razeks mengambil langkah mundur dengan cepat, dia harus menjaga jarak demi membalikkan pertarungan ini ke arah yang menguntungkan baginya.

__ADS_1


Tapi, lagi-lagi Razeks membuat kesalahan. Berjalan mundur ketika Seas yang menjadi lawannya, adalah solusi terburuk.


Bruk.


Razeks tersentak saat merasa punggungnya menabrak sesuatu. Dia melirik dengan cepat, melihat rambut putih Seas yang sekarang menempel di lehernya.


SRAATT!


Crrshh!


Razeks berusaha menghindari tikaman kejutan dari Seas, tapi kalo ini dia tidak lolos tanpa luka. Daun telinganya berhasil disobek oleh Seas. Razeks berusaha kabur ke samping, tapi hal itu dicegah oleh sabit Sky yang memiliki jangkauan serang yang lebar.


Razeks sangat marah dalam hatinya, baru kali ini dia dipojokkan oleh para pembunuh, terlebih lagi pembunuhnya masih seorang yang dalam kelas pemula. Hal ini sangat mencoreng harga diri Razeks sebagai pembunuh yang masuk dalam ranking atas.


Razeks menggertakkan giginya kuat, dia berusaha tetap tenang dengan menahan amarah. Tapi, tenang saja tidak akan membuahkan hasil, Sky sudah siap dengan sabitnya di depan, dan Seas yang sudah melayangkan tikaman ke arah pinggang Razeks.


"Kalian ... BENAR-BENAR MEMUAKKAN!"


CRAATT!


Tes ... tes tes ...


Beberapa tetes darah terlihat turun dari kedua tangan Razeks. Ya, Razeks berhasil menahan serangan Seas dan Sky, meskipun harus membuat kedua tangannya terluka. Razeks menahan sabit Sky dengan lengan kirinya, dan dia menahan tusukan Seas dengan telapak tangan kanannya.


Seas dan Sky sama-sama terkejut, mereka tidak menyangka bahwa Razeks masih sempat bereaksi dalam situasi yang begitu cepat ini. Namun yang lebih membuat kaget adalah ...


Tulang Razeks yang bahkan tidak bisa dipotong dalam sekali tebas!


Sabit Sky harusnya sangat tajam, tapi sabit itu tidak berhasil membuat lengannya putus. Begitu juga dengan dagger Seas, daggernya bahkan hanya menancap seperempat.


Tulang yang dimiliki pria itu, sangat sangat kuat.


"ENYAH KALIAN!"


WHUSS!


BRUKK!


Sky dan Seas dipentalkan oleh Razeks. Kedua remaja itu tersungkur di arah yang berlawanan. Meskipun begitu, mereka kembali berdiri. Jika hanya kejutan seperti ini, mereka sudah tidak terlalu kaget.


Karena lawannya adalah orang dengan kekuatan yang jauh lebih kuat, maka hal ini harusnya masih bisa dibilang wajar bagi mereka.


"Kalian ... akan kubunuh ... AKAN KUBUNUH KALIAN" Razeks tampaknya mulai gila karena emosi, dia berteriak dengan sangat keras.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2