Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Penyusup?


__ADS_3

..."Kelincinya ada 3?"....


POV: Author


GRUSAK!


Seas terjatuh karena hilang keseimbangan di udara, tapi dia segera berdiri, mengabaikan luka terbuka di kulitnya. Sambil berjalan dengan sedikit sempoyongan, Seas memainkan kedua dagger di tangannya, dia tersenyum lebar, menampilkan deretan gigi yang berwarna merah keruh.


"Nick! Perilaku anak itu sangat aneh, apa benar ini tidak apa-apa? Kalau sampai ketauan Rex, nyawa kita yang akan melayang!" ucap seorang pria dengan rambut pirang yang membawa pelontar.


"Lus benar, aku merasakan firasat buruk jika terus begini," ucap pria berambut putih yang sedang mengeluarkan botol kimia.


"Diamlah Chris! Lus! Kita harus membunuh anak itu hari ini!" ucap Nick, pria yang membawa pedang. Seas masih diam dan mendengarkan percakapan ketiga orang di depannya, Seas memiringkan kepalanya, menatap datar ke arah mereka bertiga.


"Apa? Kalian tidak memakai codename? ... Siapa kalian? Jangan-jangan kalian bukan dari Underworld School?" tanya Seas dengan seringai yang sangat lebar.


Greb!


Seas berhenti memainkan daggernya, dan mulai memasang kuda-kuda. Begitu juga Nick dan rekan-rekannya juga mulai memasang kuda-kuda.


Krincing!


"Dia jelas siswa yang kuat, kita harus menggunakan strategi untuk bisa melawannya," ucap Chris sambil mengisi ulang pelontarnya. Lus mengangguk perlahan, dia mengeluarkan dua botol cairan kimia yang berwarna merah dan biru, lalu mencampurkan keduanya.


Cairan akhirnya berubah menjadi warna ungu kebiruan, layaknya gumpalan yang kental, dengan warna biru kristal yang indah di dalamnya.


"Kita gunakan strategi 'purnama beracun'?" tanya Lus sambil menggoyang-goyangkan botol kimianya. Nick tertawa kecil sambil mengangguk, dia memasang kuda-kuda dengan mengarahkan pedangnya ke pinggang belakang.


..."[Teknik pedang bulan: nomor 3, cincin bulan.]" ...


Ting.


WUSH!


Nick seketika berada di depan Seas, melaju dengan cepat bagaikan kilat, dia meninggalkan bekas cahaya bulat di belakang tubuhnya. Seas langsung mendongak lalu menjatuhkan tubuhnya ke belakang, dengan senyuman berdarah di wajahnya, Seas langsung menangkis pedang Nick tanpa ragu.


TRANGG!


TRANG TRANG TRANG TRANG!


Dengan posisi Nick yang masih berada di atas Seas, dia menghujani Seas dengan tebasan tanpa ampun. Tapi Seas dengan tenang menangkis semuanya dengan kedua dagger hitam miliknya.


..."[Teknik harimau: nomor 2, kuku dewa gunung.]" ...

__ADS_1


Cring.


WUSH WUSH WUSH WUSH!


Seas langsung melirik ke arah kirinya, Chris tengah melancarkan teknik kuku dewa gunung, yang menyerang Seas dengan puluhan anak panah pelontar. Melihat anak panah yang semakin dekat, Seas langsung menendang gagang pedang Nick lalu melompat ke udara.


...[Teknik bayangan: nomor 4, permata palsu.]...


Tubuh Seas dikelilingi cahaya hitam yang berasal dari dagger miliknya, cahaya itu mulai menyebar hingga warna tertipis di tubuh Seas.


TRANG TRANG TRANG TRANG!


Semua anak panah yang menuju ke arah Seas terpental, bahkan Seas tidak terluka sedikitpun. Semua anak panah itu menancap ke tanah tanpa sempat melukai tubuh Seas. Chris diam terpaku melihat kekuatan di depannya.


Hanya seorang siswa.


Tapi seperti menghadapi dewa.


"Ini ... dia sungguh seorang siswa? Dengan level seni setinggi itu, harusnya dia sudah masuk ke dalam jejeran agen kelas atas!" ucap Chris sambil buru-buru mengisi lagi pelontarnya.


DEG!


Firasat Chris menjadi buruk saat mata hitam Seas tengah menatapnya sambil tersenyum.


WUSH!


Tanpa basa-basi, Seas menerjang ke arah Chris yang tengah mempersiapkan pelontarnya, wajahnya begitu panik ketakutan saat Seas sudah mengarahkan dagger ke lehernya.


KRAAANGG!


"KAU GILA!" teriak Nick yang berusaha sekuat tenaga menyusul Seas. Walaupun dengan susah payah, tapi akhirnya Nick berhasil menggapai Seas yang kesetanan itu. Pedangnya berhasil menghentikan dagger Seas tepat sebelum itu menancap ke leher Chris.


"HAHAHAHAHA! KALIAN SANGAT MENARIK PAMAN!" Seas tertawa renyah sambil menahan pedang Nick.


"Persiapan sudah selesai!" Lus meneteskan cairan ungu kebiruan itu ke tanah, disertai dengan sebuah cairan hijau yang sedikit berkilau.


...[Hutan Es Beracun.]...


CRINGG! KREEKKK! KRINGG TERKK!


Dalam sekejap, area lahan kosong yang hangus karena petir ini, mulai ditumbuhi kristal es berwarna ungu serta beberapa macam tumbuhan merambat di dalamnya. Udara dingin yang memabukkan langsung menyapu indra penciuman Seas.


Bersamaan dengan munculnya hutan es ini, kabut ungu akibat mencairnya es mulai terbentuk. Dari sekali lihat, Seas tahu bahwa yang beracun adalah kabut ini. Memang bukan hal yang sulit untuk menghempaskan bersih semuanya, tapi jika esnya tetap tumbuh, maka semua usahanya akan sia-sia.

__ADS_1


Dan Seas juga tidak sadar, dia sudah kehilangan darah yang sangat banyak.


"Kabut dari hutan es ini, akan memperlambat gerakanmu, dan membunuh indramu selama kau menghirupnya ... ah, tidak ... bahkan jika kau bersentuhan dengan kabut ini saja, kau sudah terkena racun," ucap Lus dengan senyuman penuh kemenangan. Seas masih terdiam sambil melihat ke kiri dan kanan, seolah sedang mencari sesuatu.


"Ini adalah akhir dari hidupmu. Kuakui kau cukup kuat." Chris mengarahkan anak panahnya tepat ke arah Seas. Tapi itu hanya dibalas dengan lirikan oleh Seas.


Cring.


"Selamat tinggal." Nick berada di belakang Seas, dengan kuda-kuda yang mengangkat pedangnya ke atas langit.


"Tidak mau tuh?" Seas tersenyum simpul sambil menggaruk wajahnya hingga mengeluarkan darah.


...[Teknik bayangan: nomor 3, langkah bayangan.] ...


Seas langsung menghilang dari tengah kabut, yang tersisa hanyalah bayangan tipis tubuh Seas yang mulai hilang tertelan waktu. Chris dan Nick langsung terkejut dengan Seas yang menghilang, mereka menengok ke kiri dan kanan, mencari keberadaan Seas.


"Memangnya kenapa kalau aku jadi lambat? Asal kalian tidak bisa melihatku itu sudah cukup."


DEG!


ZRASSH!


Pluk.


Seas sudah berada di belakang Lus. Dagger hitam di tangan kanannya mengalirka darah segar milik Lus, kepala dengan rambut putih itu ... kini menggelinding di atas genangan darah dan tanah.


DEG DEG!


"LUS!" Chris berteriak dan hendak berlari ke arah jasad Lus. Seas tersenyum puas sambil menepuk pundak tanpa leher jasad itu.


"Wah ... pembunuh itu tidak boleh melibatkan perasaan," ucap Seas sambil mengangkat dagger hitam di tangan kirinya. Seas langsung menancapkan dagger itu ke dada kiri jasad Lus, dengan pelan mengoyaknya, dan mengeluarkan jantung segar dari sana.


PLAK!


Seas melemparkan jantung itu tempat ke wajah Chris. Pria dengan rambut pirang tadi masih terdiam membeku, sambil melihat jantung rekannya yang sudah terjatuh dan bercampur debu.


"KAU ... ANAK IBLIS!" teriak Chris sambil mengarahkan pelontarnya ke arah Seas. Belum selesai Chris membidik ke arah Seas, tapi anak itu sudah menghilang lagi. Dia bersatu dengan kabut beracun yang harusnya melemahkan Seas, tapi malah memberi keuntungan baginya.


..."Nah, kelincinya tinggal 2~"....


TBC.


Jangan lupa likenya ya guys!

__ADS_1


__ADS_2