Underworld School: Learn To Kill

Underworld School: Learn To Kill
Melga.


__ADS_3

POV: Author


KRAK!


Bruk.


Sky langsung terduduk lemas, tubuhnya sedikit berguncang menahan rasa sakit, bahkan pria bertudung itu bisa melirik, tatapan mata Sky yang tajam bagaikan sebilah pedang.


"Usaha bagus. Tapi kalian masih terlalu lemah. Bagaimana dong? Apa kalian akan membiarkan Seas mati?" tanya pria itu dengan seringai di balik tudungnya. Sky hanya diam sambil menggertakkan gigi, jangankan berbicara, untuk mengangkat kepalanya saja rasanya sangat sakit.


"Aku punya penawaran bagus untukmu. Apa kau mau mendengarkan? Oh iya ... aku lupa kau tidak bisa bicara. HAHAHAHAHHAA!" Suara tawa keras dari pria itu menggema di arena gladiator yang rusak ini. Sky dan Valeria belum pingsan, mereka hanya diam karena terlalu sakit bergerak. Mereka tentu tidak ingin begini, jangan melindungi Seas, mereka bahkan sudah tidak mampu melindungi harga diri mereka sendiri.


"Nah~ tawaranku sederhana~ biarkan aku mengambil Seas, dan akan kupastikan dia hidup. Tapi~ tentu saja dia tidak akan ingat dirinya siapa.


Jadi ...


Aku akan mencuci otak Seas."


DEG! DEG!


Detik itu, Sky dan Valeria merasakan sebuah rasa sakit di hati mereka. Mereka dihadapkan dengan pilihan yang berat, nyawa Seas, atau hati Seas. Kedua remaja itu hanya diam sambil menitikkan air mata.


Seas? Dicuci otak? Dia tidak akan mengingat kami lagi?,-batin Valeria.


Aku tidak tau ... pilihan apa yang harus kuambil. Sial, bagaimana ini?,-batin Sky.


Saat suasana masih hening. Tiba-tiba ...


WHUNG!


"Ng?" Pria bertudung itu menoleh ke samping kanannya.


"Ba!"


BUAGH!


Ruo langsung muncul dan melayangkan tinjunya tepat di wajah pria itu. Karena kaget dengan serangan mendadak, pria itu tidak sempat memasang posisi bertahan.


Kini pria yang tidak berhasil dilukai oleh Valeria serta Sky, berhasil dibuat mimisan oleh Ruo.


"... Serangan kejutan? Tidak buruk~," ucap pria itu sambil mengusap darah yang mengalir keluar dari hidungnya.


"Eits belum selesai~." Suara Cedrik menarik perhatian pria itu agar menoleh padanya, dan saat pria itu menoleh ... Cedrik langsung menekan sebuah remot yang dipegang di tangan kanannya.


DUARR!


Sebuah ledakan dahsyat muncul, ternyata, bersamaan saat Ruo memukul pria tadi, Ruo juga menempelkan bom kecil di lengan kiri pria itu.


Whus!


Pria itu keluar dari balik asap bom yang Cedrik ledakkan. Walaupun tidak parah, tapi lengan kiri pria itu kini berlumuran darah. Dan dia juga terpaksa melepaskan tudung serta bajunya agar bisa menghindari api yang timbul oleh ledakan.

__ADS_1


Pria itu berjongkok, lalu perlahan berdiri. Tubuh kokoh dengan bekas luka sayatan yang entah ada berapa banyak, warna mata yang berbeda antara kiri serta kanannya.


"... Mata ungu? Kau ... apa hubunganmu dengan Seas?" Ruo terhenti sejenak, menatap mata ungu milik pria di depannya.


"Ha ... HAHAHAHAHA!" Pria itu malah tertawa keras, bahkan hingga dia berjongkok sambil beberapa kali menghentakkan kakinya ke lantai dari semen itu.


"Mataku, ya? Ini bukan mataku~ aku mendapatkannya dari makam keluarga Seas." Pria itu kemudian berbicara, setelah menghentikan tawanya, dia mulai berjalan maju ke arah Ruo, tatapannya dingin tapi mulutnya tersenyum.


"Itu mata kakek buyutku bukan?"


Suara Seas terdengar jelas. Kedua pria yang tengah bersitegang ini langsung menatap ke arah Seas yang duduk sambil menaruh tangannya di atas paha.


"Aku pernah dengar katanya mata milik kakek buyutku dicuri oleh orang lain, meskipun waktu itu aku bingung kenapa ada orang bodoh yang mau mencuri mata mayat orang lain.


Tapi ... semuanya jadi jelas sekarang.


Kalian berusaha untuk mendapatkan kekuatan Kutukan Veldaveol bukan?" Pertanyaan yang Seas ajukan, membuat pria tadi tersenyum lebar, tanpa bicara, bahkan Seas tau bahwa jawabannya adalah iya.


Sementara itu Ruo malah kebingungan, karena dia tidak tau inti pembicaraan yang Seas lakukan sekarang. Ruo dan Cedrik lalu bertatapan, seingat mereka ... harusnya Seas sedang bersama Remi untuk membuat obat penawarnya.


Lalu kenapa dia malah ke sini?!,-batin Cedrik dan Ruo.


"Wah~ kau tau banyak hal ya? Apa kau juga mengincar kekuatan Kutukan?" tanya pria itu sambil tersenyum. Seas menghembuskan nafasnya sambil tertawa kecil, tatapan matanya terlihat meremehkan pria di depannya itu.


"Kenapa aku harus mengincarnya? Aku cukup kuat walaupun tanpa kutukan itu. Oh dan lagi ... sepertinya aku harus memberitahumu satu hal.


Walaupun kau memiliki mata Veldaveol, kau tidak akan bisa membangkitkan kutukannya. Kenapa?


Kling.


Seas mulai mengeluarkan daggernya yang biasa, dia meninggalkan Lumius bersama Remi untuk sebuah alasan khusus. Yaitu demi selesainya penawar racun di tubuh Seas.


Seas bisa bergerak sekarang, karena Seas meminum obat perangsang otot yang membuat otot Seas bekerja secara paksa. Tentu hal ini memberi dampak buruk bagi Seas, tapi remaja laki-laki itu terlihat tidak mempedulikan akibat yang akan dia tanggung.


TRANGG!


Lagi-lagi, pria itu menangkis serangan Seas dengan cincin yang ada di jari manis tangan kanannya.


Whus!


Seas terpental ke belakang, meskipun hanya sesaat, pria itu yakin ...


Bahwa Seas tersenyum.


BRUK!


Lumius bilang, setiap kali aku bergerak, racunnya akan menyebar dengan cepat. Sisa perkiraan waktu yang kupunya untuk menahan pria itu ... hanyalah 3 menit.


Dan juga ... jika sesuai dugaanku, maka ... pria itu bukan masuk ke peringkat 1000 bintang.


Dia masuk di peringkat 100 bulan,-batin Seas.

__ADS_1


Ya, dia adalah salah satu dari 100 pembunuh terkuat di dunia.


Melga.


***


POV: Rex


"APA!"


BRAK!


"MELGA MASUK KE UNDERWORLD SCHOOL?! TAPI KALIAN TIDAK TAU?!" Aku menggebrak meja dengan tenaga yang kuat. Aku tidak menyangka bahwa Melga akan masuk ke Underworld School.


Dia adalah orang gila, yang terobsesi pada darah Veldaveol. Ini karena ... dulu saat dia masih muda, dia pernah dikalahkan oleh Arma, kakak Seas dengan cara yang sangat memilukan.


Hal inilah yang membuatnya terobsesi untuk mengambil semua milik Veldaveol, bahkan kekuatannya sekalipun.


"Panggil Ghost. Kita akan menyelamatkan Seas dan rekan timnya!" Aku menyuruh salah satu agen mata-mata agar dia segera memanggil ghost.


Salah satu agen yang kekuatannya setara dengan Melga.


Bertahanlah, Seas.


***


POV: Cedrik


Ini gila ... pertarungan macam apa ini?!


TRANG TRANG TRANG!


Seas menyerang tanpa jeda pada Melga, pertarungan sengit itu bahkan tidak memiliki oksigen di dalamnya.


WHUNG! BUAGH!


Melga yang awalnya dikira sudah terpojok oleh Seas, kini malah berbalik dengan menendang perut bagian kiri Seas.


Whus.


Melga melompat, bersiap untuk menghancurkan tulang rusuk Seas dengan serangan lututnya. Seas yang tau tujuan Melga, langsung berguling ke kanan untuk menghindari serangannya.


Sling!


TANGG!


Seas balik membalas serangan Melga dengan punggung daggernya. Tapi Melga dengan tenang menahan serangab Seas dan malah tersenyum.


"Apa kau tidak penasaran dimana kakakmu berada?"


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa likenya ya guys! Dan komennya juga biar aku makin semangat nulisnya:3


__ADS_2