Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 107 - Mark Berbohong?


__ADS_3

Malam hari nya, Narendra berniat untuk datang ke kamar. Bagaimana pun juga, masalah ini harus segera di selesaikan secepatnya. Dia tidak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut, terlebih lagi dia mengkhawatirkan keadaan Ayunda. Dia takkan bisa tenang sebelum istrinya memaafkan dirinya, meskipun untuk memaafkan itu pasti akan sangat sulit, mengingat dia melihat kejadian itu sendiri. 


Beberapa kali, Narendra menghela nafas nya secara perlahan, lalu membuka pintu kamar nya dengan hati-hati. Ternyata, disana terlihat Ayunda yang sedang duduk sambil menyisir rambut nya yang masih basah, terlihat jelas kalau dia baru saja selesai mandi dan keramas.


"Mas.." panggil wanita itu lirih, membuat Narendra tersentak kaget. Sungguh, dia tidak sanggup kalau mendengar omelan sang istri sekarang, tapi tetap saja dia harus mendengarkan semua nya sebagai suami yang baik. 


"Iya, sayang."


"Mandi sana, air hangat nya udah aku siapin di kamar mandi. Baju nya juga di ruang ganti."


"H-ahh?" Narendra cengo, dia menganga. Kenapa? Jelas saja dia heran dengan istrinya. Dia sudah menyiapkan mental dan hati nya untuk menghadapi kemarahan istrinya itu, tapi apa yang dia dengar? Bagaimana bisa Ayunda bersikap setenang itu setelah melihat kejadian yang pasti membuat hati nya sakit?


"Malah bengong, sana mandi cepet. Keburu air nya dingin, setelah itu jelasin semua nya sama aku. Aku butuh penjelasan dari kamu, Mas."


"Iya, sayang. Mas mandi sekarang, sebentar ya.." Ucap Narendra, lalu dia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket setelah bekerja seharian. 


Meskipun di dalam ruangan ber AC sekalipun, tetap saja rasa nya tidak nyaman. Narendra segera mandi menggunakan air hangat di dalam bath up yang telah di siapkan oleh sang istri, dia menikmati nya selama beberapa menit. Setelah di rasa cukup, dia pun keluar dan segera berpakaian dengan kilat. 


Entahlah, rasanya dia tidak sabar untuk memberitahukan semua nya pada Ayunda. Mungkin, dengan dia menjelaskan semua nya dari awal, akan membuat wanita itu percaya dan tidak lagi berpikir kalau dia masih memiliki hubungan dengan Trisa apalagi mencintai nya, karena sekarang dia hanya mencintai Ayunda dan akan selalu begitu. 


Dia sudah selesai dengan masa lalu nya dan cinta nya tidak habis di orang lama, karena baginya semua yang berkaitan dengan Trisa, semua nya menyakitkan. Melihat wanita itu membuat nya mengingat semua rasa sakit yang dia dapatkan dulu saat dia masih merasa gagal karena wanita itu terus saja membayang di ingatan nya, tapi sekarang tidak lagi. Dia hanya mencintai Ayunda sekarang ini. 


"Sayang.."


"Sebentar, aku mau ngemil buah dulu. Aku harus menyiapkan makanan sambil mendengarkan cerita kamu, Mas." Jawab Ayunda sambil tersenyum kecil. Untuk buah, Narendra selalu menyimpan beberapa jenis buah yang sudah di potong-potong di dalam wadah di dalam kulkas mini untuk jaga-jaga kalau istrinya itu ingin ngemil tapi malas turun ke bawah. 


Besok-besok, dia akan mengajak istrinya pindah ke kamar di lantai bawah untuk menghindari agar tidak naik turun tangga terus menerus karena itu akan membuat nya lelah, jelas saja itu akan sangat berpengaruh pada kehamilan sang istri yang memang sedari awal sudah sedikit bermasalah. 


Ayunda mengambil buah melon yang sudah di potong-potong di dalam kotak lalu mengambil garpu dan membawa nya ke sofa. Di ikuti oleh Narendra, kedua nya duduk bersisian. Jujur saja, dia merasa gugup saat ini. Tapi dia harus segera menyelesaikan semua kesalah pahaman yang terjadi antara mereka berdua.


"Mas.."


"Iya, sayang. Sebelum nya, Mas minta maaf sama kamu karena sudah menyembunyikan masalah ini dari kamu."


"Masalah apa?"


"Sebenarnya, perusahaan Mas sekarang sedang bermasalah. Saham nya turun drastis, tapi yang mengherankan adalah Trisa bisa mengetahui masalah ini. Aku dan Mark sedang mencari dalang dari kebocoran data-data penting perusahaan sekarang."


"Lalu, Trisa yang mengetahui hal ini pun datang dan memberikan aku sebuah tawaran gila." Jelas Narendra membuat Ayunda mengernyitkan kening nya.


"Tawaran gila? Tawaran apa itu, Mas?"


"Dia bilang akan membantu Mas untuk memulihkan kembali saham perusahaan, tapi dengan syarat Mas harus mau kembali padanya. Intinya, dia ingin Mas menghianati kamu, sayang." Jelas Naren lagi.


"Tapi Mas.."


"Mas belum selesai, sayang."


"Aahhh iya, maaf.." 


"Mas sudah bilang kalau Mas gak mau, Mas bakalan cari jalan keluar supaya perusahaan kita tetap stabil dan tidak bangkrut. Kemarin, dia datang untuk kembali menanyakan jawaban atas tawaran nya hari itu, sayang. Tapi jawaban Mas masih sama, tidak."


"Dia marah, kesal mungkin. Dia melakukan itu, sungguh demi apapun Mas tidak sudah berusaha menolak tapi tangan Mas di ikat dengan dasi. Mas juga sudah mencuci bibir Mas dengan sabun, juga berganti pakaian bahkan membuang nya. Mas juga jijik saat wanita itu menyentuh Mas, apalagi aroma parfum nya yang tertinggal di pakaian Mas." Jelas Narendra panjang lebar.


"Intinya, disini Mas ingin menjelaskan kalau semua ini jebakan, sayang. Mas tidak menjalin hubungan dengan Trisa lagi, mas hanya mencintai kamu sekarang ini dan calon baby kita." 


"Lalu, bagaimana dengan nasib perusahaan dan juga ribuan karyawan yang menggantungkan hidup mereka disana, Mas?"


"Mas sedang memikirkan semua jalan keluar nya, sayang. Mas tidak mungkin menjadi pemimpin yang tidak bertanggung jawab, sayang. Mas butuh bantuan dan dukungan kamu, sayang."


"Aku pasti akan selalu mendukung kamu, Mas. Tapi aku tidak suka dengan wanita itu, Mas. Maaf, tapi itu wajar bukan? Aku istrimu sekarang, jadi wajar saja kalau aku cemburu bukan?" Tanya Ayunda yang membuat Narendra tersenyum.


"Wajar, sangat wajar. Bahkan Mas merasa senang kalau kamu cemburu, artinya kamu benar-benar mencintai Mas, bukan?" Tanya Narendra lagi dan Ayunda menganggukan kepala nya. Jujur, dia memang sudah mencintai suami nya, Narendra. Dia mencintai Narendra jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam. 


"Lalu, bagaimana langkah selanjutnya?"


"Mas mencurigai ada penghianat di perusahaan dan juga di rumah ini, semua ini pasti ulah Trisa. Dia berbuat licik untuk mencapai apa yang dia inginkan, sayang."

__ADS_1


"Di rumah ini, Mas?"


"Ya, sayang. Mas mencurigai seseorang, kemarilah.." Ucap Narendra. Ayunda menurut dan mendekatkan telinga nya ke arah Narendra. Pria itu membisikan sesuatu yang membuat Ayunda terkejut. 


"Tidak mungkin, Mas. Selama ini dia yang sudah.."


"Tidak ada yang tidak mungkin jika berurusan dengan uang, sayang." Jawab Narendra membuat Ayunda mengangguk. Benar, bahkan manusia pun bisa berubah menjadi iblis demi mendapatkan uang. 


"Lalu, aku harus bagaimana, Mas? Aku takut terjadi sesuatu terhadap anak kita?"


"Mas tidak akan membiarkan hal itu terjadi, jangan khawatir Mas akan segera menyelesaikan masalah ini." Jelas Narendra sambil mengusap rambut sang istri dengan mesra. 


"Terimakasih, Mas."


"Itu sudah kewajiban, Mas."


"Tapi aku tetap khawatir, Mas. Sebelum orang nya berhasil di tangkap, aku takkan bisa merasa tenang." Jelas Ayunda. Narendra paham benar dengan ke khawatiran sang istri, apalagi saat ini dia tengah mengandung, tentu saja dia mengkhawatirkan keselamatan janin yang tengah dia kandung. 


"Mas paham perasaan kamu, sayang. Jadi untuk sekarang, bisakah kamu membantu Mas, sayang?"


"Membantu apa, Mas?" Tanya Ayunda.


"Bersikaplah seolah-olah kamu masih marah sama Mas, sayang. Dengan begitu Mas akan mudah melihat orang itu berdasarkan gerak-gerik nya, sayang."


"Hanya itu? Baiklah, Mas." Jawab Ayunda. Dia akan ikut andil dalam rencana sang suami. Bagaimana pun, Narendra melakukan ini juga demi kebaikan nya. Pokoknya, orang itu harus segera terungkap karena itu sangat membahayakan istri dan anak nya, dia tidak perlu mengkhawatirkan dirinya sendiri karena Trisa tidak akan menyakiti nya selama dia masih mengejar nya.


Tapi, sasaran wanita itu sudah jelas adalah Ayunda. Dia adalah wanita dan saat ini sedang hamil, sasaran yang empuk bagi Trisa untuk bisa menghancurkan Narendra lewat wanita itu. Jahat sekali bukan? Tentu saja, dia sudah terlalu jauh mengikuti hasraat gila nya untuk bisa mendapatkan Narendra hingga dia menghalalkan segala cara, termasuk menyakiti dan merebut kebahagiaan wanita lain demi membahagiakan dirinya sendiri. 


"Iya, sayang. Hanya sementara waktu, besok Papi sama Mami sudah pulang. Kakek juga, jadi aku bisa tenang meninggalkan mu selama aku bekerja karena di rumah ada Mami yang akan menjaga mu."


"Benarkah? Rasanya aku sangat merindukan Mami sama Papi, Mas."


"Hmmm, mereka juga pasti begitu. Tapi, Mas mohon jangan bicarakan tentang perusahaan dulu ya? Biarkan saja dulu, Mas akan berusaha mencari jalan keluar dari semua nya."


"Baiklah, Mas." Jawab Ayunda sambil tersenyum kecil. 


"Tentu, apapun itu. Pasti aku akan selalu mendukung kamu, Mas." Jawab Ayunda membuat Narendra tersenyum. Dia pun meraih sang istri ke dalam pelukan nya, dia mengecup puncak kepala sang istri berkali-kali, sungguh demi apapun dia sangat takut jika harus kehilangan istrinya. 


Dia tidak bisa kehilangan cinta nya, apapun akan dia lakukan untuk bisa memperjuangkan dan mempertahankan istrinya agar tetap berada di samping nya, apapun itu. Termasuk dia sanggup membunuh siapapun yang membahayakan istri juga anak nya yang masih ada di dalam kandungan istrinya. 


Pria itu takkan memaafkan siapapun yang telah berbuat jahat pada keluarga nya, meskipun dia pernah menjadi bagian dari masa lalu nya, namun dia takkan pandang bulu. Jika salah, dia akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan nya. Itu prinsip Narendra sekarang, berani mengusik keluarga nya, berarti siap menerima hukuman nya. Masih mending jika hanya di penjara, bagaimana jika harus kehilangan nyawa?


Keesokan pagi nya, Narendra keluar dari kamar nya dengan wajah datar nya, namun saat melihat ke ruang tamu, dia malah melihat sudah ada Mark yang duduk santai di sofa ruang tamu. Pria itu terlihat menatap segelas susu di depan nya.


"Mark, kau disini?" Tanya Narendra membuat Mark menoleh dengan senyum yang terlihat sedikit canggung.


"Selamat pagi, Tuan. Saya ada laporan khusus mengenai klien, tadinya meeting akan di lakukan nanti siang tapi ternyata klien nya ingin sekarang. Maka dari itu, saya menjemput anda kesini, hehe." Jawab Mark sambil tersenyum canggung. Tentu saja dia canggung, beruntung saja dia sempat mencegat maid yang membawakan susu kehamilan untuk Ayunda. 


Sesuai dengan rencana awal plus janji yang harus dia tunaikan pada Dokter Hendra, jadi dia harus bangun pagi-pagi sekali untuk datang kesini hanya agar tidak terlambat dengan jadwal Ayunda minum susu kehamilan nya. Biasa nya, Ayunda akan minum susu kehamilan pukul tujuh atau setengah delapan pagi. 


Beruntung nya, dia sempat menanyakan apakah itu susu untuk Ayunda pada seorang maid yang terlihat masih muda. Namun penampilan nya terlihat bukan seperti maid, bahkan dandanan nya terlihat sangat menor untuk ukuran seorang maid atau pelayan di mansion. 


'Maaf, apa itu susu kehamilan untuk Nona Ayunda?' Tanya Mark pada maid itu. Terlihat kalau maid itu terlihat terkejut, namun dengan senyum manis nya dia menganggukan kepala nya. 


'Iya, Tuan Mark.'


'Simpan saja disini, nanti aku yang akan memberikan nya.' Jawab Mark. 


Maid itu langsung mengiyakan, mungkin saja dia tidak menaruh curiga sama sekali pada Mark, akhirnya langsung mengiyakan. Dia pun menyimpan susu itu di atas meja yang ada di ruang tamu dan susu yang ada di gelas saat ini adalah susu yang baru, dia sendiri yang membuat nya. Tidak lupa, Mark membawa stempel susu ke dalam sebuah botol kecil yang dia sembunyikan di dalam saku jas nya.


"Benarkah? Meeting nya di percepat?"


"Iya, Tuan. Tapi tidak apa-apa, kalau anda tidak bisa. Saya bisa sendiri, hehe."


"Aku tidak ingin meninggalkan istriku hari ini, Mark. Keadaan nya masih belum memungkinkan."


"Hmm, baiklah. Kalau begitu, saya permisi." Jawab Mark sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


"Ohh iya, ini susu untuk Nona Ayunda. Saya sendiri yang membuat nya, Tuan." 


"Ya, terimakasih. Tapi kenapa kau membuat susu untuk istriku?"


"Enggak, tadi sekalian bikin kopi, hehe."


"Ohh, yaudah. Hati-hati di jalan, aku minta maaf tidak bisa menemani meeting mu."


"Tidak apa-apa, Tuan. Fokus saja pada kesehatan istri anda."


"Baiklah, semangat Mark. Jangan lupa kabari aku tentang.." Narendra mengedipkan sebelah mata nya memberikan kode. Untung saja Mark paham dengan kode yang di berikan oleh atasan nya, kalau tidak bisa berabe urusan nya karena Narendra pasti akan di nilai sebagai pria yang tidak normal. Mengedipkan sebelah mata itu identik dengan sesuatu hal yang genit bukan?


"Baik, Tuan. Tapi lain kali jangan berkedip seperti itu, saya geli. Lagipun, saya masih normal hanya saja belum menemukan wanita yang cocok." Celetuk Mark sambil melengos pergi keluar dari rumah besar milik keluarga Sanjaya.


"Ckk, apa-apaan pria itu. Gue juga normal kali, makanya bini gue bunting. Sialan!" Gerutu Narendra. Dia pun membawa gelas berisi susu yang masih hangat itu ke kamar untuk di berikan pada sang istri. Dia yakin, karena Mark yang membuat nya sendiri. 


Meskipun dia tidak melihat ada cangkir kopi di meja, sudah jelas kalau Mark berbohong bukan? Dia juga terlihat bersikap tidak seperti biasa, sedikit aneh dan juga canggung. Tapi, dia yakin kalau Mark memiliki alasan di balik tingkah nya itu. Meskipun itu sangat kentara, karena Mark sendiri sudah lama bekerja bersama nya, jadi dia tahu betul bagaimana Mark. Dia paling tidak bisa berbohong, sikap nya akan terlihat jelas kalau dia sedang menyembunyikan sesuatu, itu juga yang di lihat oleh Narendra sekarang ini.


"Mas.." Panggil Ayunda yang membuat Narendra tersenyum manis. Dia baru saja mandi dan lagi-lagi keramas, tapi kali ini keramas bukan karena habis main kuda-kudaan ya, tapi Ayunda merasa kegerahan. 


"Iya, sayang. Ini susu nya." 


"Siapa yang buat, Mas?"


"Mark, pagi-pagi sekali dia sudah disini sambil liatin susu nya." Jelas Narendra sambil memberikan susu nya pada Ayunda.


"Kenapa, Mas?"


"Mark itu pria yang peka terhadap lingkungan sekitar, aku yakin dia juga merasa curiga akan seseorang di rumah ini. Maka dari itu, dia niat sekali datang pagi-pagi buta begini. Pas aku tanya kenapa datang kesini pagi-pagi, dia bilang mau jemput Mas karena ada meeting, tapi dia bilang kalo gak bisa ya gapapa katanya. Aneh kan?" Jelas Mark panjang lebar membuat Ayunda terkekeh pelan.


"Iya, aneh. Keliatan banget bohong nya, Mas."


"Haha, iya. Itulah Mark, dia tuh gak bisa bohong. Kalo dia bohong, keliatan banget dari gelagat nya."


"Hmm, apa sampai sekarang dia masih sendiri?" Tanya Ayunda membuat Narendra langsung menoleh dengan tatapan tak suka.


"Memang nya kenapa? Kamu kok nanyain gitu, kamu naksir sama Mark?" 


"Lho lho, kok nanya nya gitu sih, Mas. Aku lagi hamil anak kamu, ya kali aku melirik laki-laki lain." Jawab Ayunda sambil terkekeh pelan, sedangkan Narendra sudah mendelik kesal, apalagi saat melihat istrinya tertawa seperti tengah mengejek dirinya. Padahal, tidak sama sekali. Ayunda tertawa hanya karena merasa lucu dengan suami nya. Cemburu sih cemburu, tapi ya gak sama asisten sendiri lah. 


"Lagian kenapa kamu nanyain Mark sih?"


"Gapapa, cuma kayaknya dia itu bakalan cocok deh sama Maya. Iya kan?"


"Maya siapa?"


"Itu lho, maid baru yang baru sebulan kerja." Jawab Ayunda.


"Hmm, aku gak tahu. Maid di rumah ini terlalu banyak, aku sampai gak hafal satu-satu namanya." 


"Hahaha, yaudah kalo gak tahu."


"Tapi beneran kan kamu nanyain Mark gak ada maksud apa-apa?"


"Maksud apa-apa gimana, Mas?" Tanya Ayunda lagi.


"Selingkuh atau kamu naksir sama Mark misalnya."


"Astaga suamiku, enggak ada ya! Aku gak naksir sama Mark, aku cinta sama kamu. Ngerti?"


"Hehehe, yaudah sih gak usah ngegas juga." Jawab Narendra sambil cengengesan, dia langsung merangkul sang istri sambil mendusel di ceruk leher Ayunda.


Wanita hamil itu memutar matanya dengan jengah, ada ya tipe pria seperti Narendra? Udah tahu istrinya lagi hamil, masih ada posesif, cemburuan gak karuan padahal kan gak mungkin juga dia naksir pria lain sedangkan suami nya saja sekeren Narendra. 


Dia benar-benar definisi wanita tidak tahu diri kalau dia berani naksir pria lain sedangkan suami nya adalah pria yang menjadi rebutan kaum hawa termasuk mantan nya sendiri, Trisa. Wanita menyebalkan itu masih saja mengejar suami nya padahal dulu, dia sendiri yang menyia-nyiakan Narendra. Gila memang.


........

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2