
Hari ini, Ayunda dan Narendra memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kandungan bulanan yang kali ini selalu di lakukan secara rutin atas permintaan dokter kandungan. Bukan apa-apa, tapi kehamilan kembar biasanya akan cukup beresiko. Terlebih, Ayunda pernah memiliki riwayat keguguran dan kandungan lemah.
Jadi itu membuat dokter khawatir dengan keadaan Ayunda, selain itu Narendra juga sangat setuju akan hal itu. Begitu juga dengan Melisa dan Arvin, mereka sangat setuju apalagi itu untuk kesehatan dan kebaikan Ayunda sendiri.
"Sayang, apa kamu gugup?" Tanya Narendra sambil menoleh dan tersenyum menatap istrinya yang entah kenapa, semakin hari dia terlihat semakin cantik.
"Sedikit, Mas. Tapi tidak apa-apa, rasa gugupku mengalahkan rasa antusias ku untuk bertemu dengan bayi kita." Jawab Ayunda sambil tersenyum manis.
Narendra pun mengacak pelan rambut Ayunda, lalu menggenggam tangan istrinya dengan erat. Keduanya berjalan dengan langkah riang, sungguh ini adalah saat-saat yang paling di nantikan oleh pasangan suami istri mana pun yang menyanyikan kehadiran buah hati di tengah-tengah mereka.
Pasangan itu pun langsung masuk ke dalam ruang praktek dokter kandungan yang biasa mereka datangi setiap bulan nya. Narendra dan Ayunda pun duduk berhadapan dengan dokter wanita yang mengenakan hijab itu.
"Wah, selamat pagi Nona dan Tuan. Hari ini kalian datang lebih pagi ya.." Sapa nya sambil tersenyum manis.
"Pagi kembali, Dok. Kami tak sabar ingin bertemu dengan anak kami." Jawab Ayunda sambil tersenyum.
"Ada keluhan apa di bulan ini, Nona?"
"Tidak ada, Dok. Morning sickness sudah jarang, bahkan nyaris tidak lagi. Hanya saja sekarang saya sering sakit pinggang." Jawab Ayunda.
"Itu wajar, Nona. Karena janin di kandungan anda semakin bertambah berat nya, jadi itu wajar karena anda membawa dua nyawa tambahan di dalam tubuh anda." Jelas dokter itu lagi.
"Istri saya kalau tidur lasak sekali, Dok. Padahal dulu, dia gak pernah tuh tidur lasak. Tapi sekarang saya sering kena tendang sampai jatuh." Celetuk Narendra membuat wajah Ayunda memerah karena malu. Dia tidak menduga kalau suaminya akan mengatakan hal demikian pada dokter.
"Itu juga salah satu penyebab kenapa pinggang istri anda terasa sakit, tapi selama tidak mempengaruhi apapun berarti tidak apa-apa."
"Begitu ya, dok? Saya gak tahu kalau saya tidur nya lasak, kan saya nya tidur."
"Tidak apa-apa, Nona." Jawab Dokter itu. Dia pun beranjak dari duduknya, untuk menyiapkan brankar untuk pemeriksaan Ayunda nantinya.
"Masih rutin meminum susu, Nona?"
"Masih, dokter. Sesuai anjuran dokter."
"Bagaimana nafssu makan?"
"Baik, dok. Hanya saja sering ngidam akhir-akhir ini."
__ADS_1
"Ya gapapa, namanya juga orang hamil. Ngidam kan wajar." Jawab dokter itu sambil terkekeh pelan.
"Mari, silahkan berbaring disini."
Ayunda pun beranjak dari duduknya, tentunya di bantu oleh Narendra yang selalu siap siaga untuk membantu istrinya. Tak sedetik pun Narendra meninggalkan istrinya, dia dengan setia menunggui istrinya.
Pemeriksaan ultrasonografi pun di mulai, Ayunda tersenyum manis saat melihat dan juga mendengarkan penjelasan dokter. Penjelasan dokter ini memang sangat detail, hingga membuat keduanya mengerti.
"Janin anda berkembang sangat baik, selamat Nona. Untuk sekarang jenis kelamin nya sudah kelihatan, apa kalian ingin mengetahui nya atau di rahasiakan saja biar suprise?" Tanya nya sambil tersenyum kecil.
"Kasih tahu saja, Dok. Biar jelas beli baju nya, hehe." Jawab Narendra.
"Sepasang, Tuan. Satu perempuan dan satu laki-laki, selamat."
"Wahh, allhamdulilah langsung dapat sepasang." Ucap Narendra sambil mengusap wajahnya. Dia kembali tersenyum ke arah sang istri, sungguh dia sangat bahagia saat ini.
"Kandungan nya masuk 24 Minggu sekarang."
"Berarti enam bulan ya, dok?"
"Baik, dokter." Jawab Ayunda. Setelah selesai dengan pemeriksaan, mereka pun pulang dan tak lupa untuk menebus vitamin di bagian farmasi.
Setelah itu, mereka pun memutuskan untuk pulang. Narendra memilih untuk berada di rumah hari ini karena memang, badan nya agak sakit sekali hari ini. Mungkin karena efek kena tendang sang istri tadi malam.
"Sayang, mau jajan dulu? Beli cemilan, buah atau apa aja barangkali." Tanya Narendra sambil tersenyum kecil.
"Pengen banget makan buah mangga, Mas. Kayaknya enak ihh, di bikin mango sticky rice."
"Iya, ayo beli. Berarti kita ke supermarket dulu ya.."
"Iya, Mas." Jawab Ayunda. Narendra pun mengehentikan laju kendaraan nya di supermarket terdekat. Pria itu pun keluar bersama Ayunda yang memegangi perutnya, kelamaan duduk selalu membuat pinggang nya terasa sakit dan Narendra peka akan hal itu. Dia memijit pelan pinggang sang istri sambil berjalan agar rasa sakitnya sedikit berkurang.
"Makasih, Mas."
"Sama-sama, sayang." Jawab Narendra. Dia mengambil troli belanja dan keduanya pun berjalan sambil melihat-lihat barang yang mungkin saja ingin di beli. Terlebih saat ini Narendra membawa bumil yang kadang-kadang suka ngidam tiba-tiba.
"Ihhh, ada jambu dong.." Ayunda terlihat berbinar ketika melihat buah jambu kristal.
__ADS_1
"Mau?"
"Boleh? Kayaknya enak di bikin rujak Bangkok gitu."
"Ambil saja, sayang." Jawab Narendra sambil mengusap rambut Ayunda. Wanita itu pun mengambil dua kotak buah jambu dan juga beberapa buah lainnya, tapi mereka belum mendapatkan buah mangga. Buah yang di inginkan Ayunda dan karena buah itu mereka berada disini sekarang.
"Sayang, mau melon."
"Ambil aja, gak usah izin. Ini troli masih kosong lho, yang." Jawab Naren. Ayunda pun memasukkan satu buah melon, tentunya setelah menepuk-nepuk nya lebih dulu untuk memastikan matang atau tidak. Kebiasaan Ayunda ini mirip sekali dengan Melisa, mungkin semua orang Indonesia memiliki kebiasaan untuk menepuk-nepuk terlebih dulu buah melon atau semangka untuk memastikan apakah buahnya sudah matang atau belum.
Mereka berjalan ke section buah dan juga sayur, Ayunda mengambil alpukat dan beberapa buah lainnya. Termasuk buah-buahan dan sayuran yang Ayunda pikir sudah habis di rumah.
"Yang, bikin hot pot kayaknya enak deh."
"Boleh tuh, jadi beli daging slice sama sayuran sama seafood biar enak."
"Ayoo.." Jawab Narendra. Pasangan itu pun kembali sibuk berbelanja dengan rempong, karena namanya emak-emak pasti suka memilih meskipun kualitas nya sudah bagus juga tetap saja di pilihin.
"Setelah selesai berbelanja, mereka pun pulang dan di sambut oleh Melisa yang terlihat antusias menunggu menantu nya pulang di ambang pintu.
"Sayang.."
"Iya, Mami. Kenapa?"
"Bagaimana hasil periksa nya? Cucu-cucu Mami sehat kan?"
"Iya, sehat kok, Mi. Bahkan mereka udah keliatan jenis kelamin nya lho."
"Wah, yang bener? Apa? Mami penasaran banget."
"Sepasang, Mami." Jawab Ayunda sambil tersenyum. Melisa bersorak kegirangan begitu mendengar jawaban sang menantu sungguh demi apapun dia sangat bahagia karena mendengar kabar itu.
"Mami gak sabar pingin ketemu cucu Mami, sehat-sehat disana ya sayang. Oma nungguin disini sama Opa." Ucap Melisa sambil mengusap-usap perut Ayunda dengan lembut.
.......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1