Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 35 - Mendadak Sempit?


__ADS_3

"Selamat untukmu, sayang. Semoga ini menjadi pernikahan pertama dan terakhir kamu ya, Mami doakan semoga kalian selalu bahagia." Ucap Melisa sambil memeluk Ayunda yang juga membalas pelukan Mami mertua nya dengan hangat.


"Aamiin ya, Mi. Semoga." Jawab Naren, Melisa melerai pelukan nya lalu berjalan pelan ke arah putra nya.


"Hmm, kamu ingat kan apa yang Mami katakan?" Tanya Melisa, Naren menganggukan kepala nya.


"Bagus, ingat terus jangan sampai hilang ingatan. Kalau sampai itu terjadi, siap-siap saja kamu akan kehilangan semua yang kamu punya sekarang termasuk Mami dan Papi. Paham?" Tanya Melisa dengan tegas. Narendra pun tersenyum lalu menganggukan kepala nya.


"Ya sudah, kalau begitu Mami mau kesana dulu sebentar. Kalau mau istirahat, langsung ke kamar aja. Jangan lupa cucu buat Mami ya.." 


"Iya, Mi. Siap nanti Naren buatkan." Jawab Naren membuat wajah Ayunda memerah seketika. Sungguh, dia malu begitu mendengar ucapan Mami mertua nya. Cucu? Artinya, dia harus melakukan itu bersama Naren kan? Waktu itu dia tidak sadar karena dalam keadaan mabuk dan pengaruh obat perangsaang. 


Sekarang? Kalau pun melakukan nya, ya pasti secara sadar dan membayangkan nya saja membuat wajah Ayunda memanas. 


"Wajah kamu merah, kamu sakit?" Tanya Narendra. Ayunda mendongak lalu dengan cepat menggelengkan kepala nya. 


"Aku baik-baik saja kok."

__ADS_1


"Hmm, kamu capek?"


"Sedikit." Jawab gadis itu lirih. 


"Baiklah, kita ke kamar saja ya? Istirahat, acara disini juga sudah selesai. Paling sebentar lagi ada orang yang bongkar pelaminan nya." Jelas Naren sambil menggenggam tangan Ayunda, menarik nya dengan lembut ke arah kamar. Tapi sialnya, kamar Naren berada di lantai atas. 


Sedangkan Ayunda memakai gaun yang cukup besar, pasti akan menyulitkan sekali untuk berjalan meniti satu persatu anak tangga untuk sampai ke kamar, itu akan sangat membutuhkan tenaga ekstra.


Tapi ternyata, Naren sangat peka. Menyadari istri nya tak mungkin menaiki tangga, tanpa banyak bicara dia pun langsung menggendong Ayunda ala bridal style dan membawa nya ke kamar.


"Aaawwhhs.." Ayunda memekik tertahan saat tiba-tiba saja tubuh nya melayang.


"Tapi aku nya berat.." Lirih Ayunda, membuat Naren tersenyum kecil.


"Tidak, kamu ringan." Jawab Naren, dia mencium kening Ayunda dengan mesra dan kembali berjalan dengan perlahan meniti satu persatu anak tangga dengan Ayunda yang berada di gendongan nya.


Sungguh demi apapun, Naren terlihat sangat gagah saat ini. Dengan keringat yang membasahi dahi nya, itu terlihat sangat seksii di mata Ayunda. Lagi-lagi dia dibuat merona hanya karena melihat pria itu berkeringat, aneh bukan? Masa keringat bisa bikin merona?

__ADS_1


"Aku tahu kalau suami mu ini memang tampan, tapi apa tidak sebaiknya kamu turun, sayang? Ini sudah sampai lho." Ucap Naren. Saking asik nya melihat wajah Naren, Ayunda sampai tidak menyadari kalau ternyata mereka sudah sampai di kamar. 


Kamar yang di hias secantik mungkin dengan taburan bunga mawar merah di atas ranjang nya, membuat aroma kamar nya sangat wangi. Naren menurunkan Ayunda di atas kasur lalu dengan mesra mengecup kening nya.


"Ganti pakaian mu dengan yang lebih nyaman, sayang."


"Hmmm, tapi sebelum itu bisakah kamu membantu aku membuka resleting gaun ini? Itu ada di punggung dan aku kesulitan untuk menggapai nya." Jelas Ayunda. Narendra pun dengan senang hati membantu istri nya, dengan perlahan dia menurunkan resleting gaun sang istri dan setelah di rasa Ayunda bisa melakukan nya sendiri, dia pun meminta istri nya segera ke kamar mandi.


"Sudah, pergilah mandi duluan." 


"Iya." Jawab Ayunda, dia pun berjalan pelan ke kamar mandi. Naren menatap punggung mulus yang terlihat jelas itu dengan tatapan berkabut. Bisa-bisa nya dia bernafssu hanya karena melihat punggung saja. 


'Shiiitt, kenapa kau bangun hanya karena melihat punggung hah?' Batin Narendra, sambil menatap celana nya yang sedikit menggembung.


"Harus ganti celana ini mah, mendadak ini celana jadi sempit. Padahal tadi kan longgar." Gumam Naren, dia pun langsung pergi ke ruang ganti untuk mengganti celana nya yang tiba-tiba saja menjadi sempit itu.


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2