
Siang hari nya, Ayunda dan Naren pun berangkat ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan rumah. Ayunda duduk dengan tenang, tapi satu hal yang tidak dia sadari adalah dia lupa memasang sabuk pengaman nya. Begitu Naren melihat nya, dia berinisiatif untuk memasangkan nya.
Pria itu mendekat, kepala pria itu berada tepat di dada nya. Ayunda menahan nafas nya sejenak agar buah miliknya tidak menyentuh kepala Naren.
"Gak usah tegang gitu, sayang. Aku cuma mau masangin sabuk pengaman, kalau naik mobil, jangan lupa pakai sabuk pengaman ya?" Peringat Naren, Ayunda menganggukan kepala nya mengerti.
Setelah di pastikan sabuk pengaman nya sudah terpasang, Narendra pun mengemudikan kendaraan nya menjauhi kawasan apartemen itu. Jarak dari apartemen ke supermarket cukup dekat, hanya lima belas menit saja jika di tempuh menggunakan mobil, bisa lebih cepat jika tidak ada kemacetan. Kalau ada macet, ya bisa sampai setengah jam bahkan satu jam lebih.
Biasa nya, Naren memang belanja sendiri untuk kebutuhan di apartemen nya. Dia memang sering pulang ke apartemen di banding ke rumah nya, alasan nya karena apartemen adalah tempat yang sesuai untuk dirinya menyendiri dan merenungi nasib. Jadi, tak heran ada banyak keperluan rumah di apartemen nya.
Dalam waktu singkat, kedua nya pun sampai di tempat yang Naren sebut sebagai supermarket. Ayunda menganga saat melihat bangunan nya yang terlihat sangat megah, ini terlalu mewah kalau di bilang seperti pasar.
__ADS_1
"Yang, katanya supermarket itu seperti pasar. Tapi ini mah beda." Ucap Ayunda, sedangkan Naren menatap Ayunda dengan tatapan intens nya. Dia tidak menyangka kalau Ayunda akan memanggil nya dengan panggilan sayang? Ohh, telinga nya terasa lebih sejuk saat mendengar ucapan sang gadis.
"Iya, ini pasar modern, sayang."
"Ohh, begitu ya?" Tanya Ayunda lagi, Naren mengacak rambut gadis itu lalu mengajak nya keluar dari mobil.
"Ayo, sayang." Ajak Naren sambil mengulurkan tangan nya, Ayunda dengan ragu menerima uluran tangan pria itu dan menggenggam nya. Kedua nya berjalan dengan tangan yang saling bertaut mesra layaknya pasangan kekasih.
Narendra mengambil troly belanja dan mendorong nya. Satu tangan nya di gunakan untuk mendorong troly, satu nya lagi dia gunakan untuk menggenggam tangan Ayunda. Dia takut kalau gadis itu hilang, maklum lah gadis desa yang baru pertama kali datang ke tempat seperti ini.
Pertama, mereka membeli satu karung beras dengan berat 25 kilogram, itu akan cukup untuk satu atau dua bulan ke depan. Setelah mendapatkan beras, Naren mengajak Ayunda untuk membeli daging, sayuran dan juga buah.
__ADS_1
"Beli ayam sama daging sapi, sayang." Ayunda mengangguk, dia pun mengambil beberapa cup daging, tak lupa memilih nya. Nama nya juga perempuan, sudah jelas kualitas nya bagus pun akan tetap di pilih.
"Ini bagus.." Ucap Ayunda, dia pun memasukkan beberapa cup berisi daging itu ke dalam troly belanja. Mereka juga membeli ikan dan juga beberapa makanan lain seperti sosis dan bakso.
Beralih, kini mereka sedang berada di area buah-buahan. Ayunda di buat terheran-heran dengan harga buah disini. Jauh lebih mahal, tapi setelah dia membaca nya ternyata ini adalah buah-buahan import.
"Yang, ini apa?"
......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1