Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 78 - Dua Garis Merah


__ADS_3

"Sayang.." Panggil Narendra, membuat Ayunda yang bersiap untuk berbaring di atas ranjang itu berbalik menatap suami nya.


"Iya, kenapa Mas?"


"Besok, pas kamu bangun langsung test ya."


"Test apa, Mas?" Tanya Ayunda, perempuan itu mengernyitkan kening nya karena heran. Test apa memang nya? Perasaan dia baik-baik saja, hanya mungkin tadi dia sempat mual dan muntah-muntah karena masuk angin. 


"Mas tadi beli testpack."


"Testpack? Aku gak hamil, Mas. Cuma masuk angin doang." Jawab Ayunda.


"Siapa tahu kan? Kamu coba dulu aja ya?" Bujuk Narendra lagi. Dia harus memastikan, istri nya sedang hamil atau tidak saat ini. 


"Oke, Mas. Tapi jangan terlalu berharap dulu ya, aku gak mau kamu kecewa nanti nya. Netral aja ya? Kalau aku memang fositif, kita akan menerima nya dengan suka cita. Tapi jika sebaliknya, aku harap kamu bisa menerima nya dengan lapang dada." Jelas Ayunda panjang lebar. Narendra menganggukan kepala nya, dia memang sangat berharap kalau istrinya memang tengah mengandung saat ini, tapi kalau memang mereka belum di percaya untuk menjadi orang tua, tidak apa-apa. Masih banyak waktu dan banyak usaha lain waktu. 


"Tentu, sayang. Mas akan menerima nya dengan senang hati kalau semisal dia memang sudah hadir disini, kalau belum ya tidak apa-apa. Kita bisa mengusahakan nya lain kali."

__ADS_1


"Iya, Mas." Jawab Ayunda sambil tersenyum kecil. Dia senang karena Narendra adalah sosok pria yang pengertian.


"Kemarilah, sayang. Aku ingin tidur sambil memeluk mu." Ucap Naren. Ayunda pun dengan senang hati mendusel di dada bidang sang suami. Aroma tubuh Naren benar-benar membuat tubuh nya merasa sangat nyaman. Hingga dalam beberapa menit saja, Ayunda sudah larut dalam tidur nyenyak nya. 


"Secepat itu kamu tidur, sayang? Hmm, aku memang mengharapkan lahir nya keturunan dari rahim mu, tapi kalau memang kita belum di berikan kepercayaan, tidak apa-apa. Aku akan menunggu sampai dia hadir di dalam sana. Aku mencintai mu, istriku." Gumam Narendra, dia tersenyum manis lalu mengecup puncak kepala Ayunda dengan mesra. 


Narendra menarik selimut dan menyelimuti tubuh sang istri hingga ke pundak nya, malam ini mereka berdua tidur lebih awal, karena Narendra harus berjaga-jaga, kalau semisal istrinya memang benar hamil, dia harus mengurangi untuk melakukan penyatuan, meskipun dia sangat menyukai nya. 


Ayunda dan Naren tertidur dengan saling memeluk satu sama lain, kedua nya tidur dengan nyenyak di temani udara yang terasa sejuk karena sedang turun hujan yang cukup deras, mendukung untuk bermesraan. Tapi saat ini, Narendra sedang tidak ingin mengganggu waktu istri nya untuk beristirahat. 


Keesokan pagi nya, Ayunda terbangun pagi-pagi sekali. Dia mengambil testpack dari kantong kresek lalu membawa nya ke kamar mandi. Perempuan itu menghela nafas nya, lalu menghembuskan nya secara perlahan. Jujur saja, dia sangat gugup. Tapi memang benar, setelah kejadian naas hari itu, Dirinya belum mendapatkan tamu bulanan nya hingga saat ini. Padahal usia pernikahan mereka sudah dua bulan. 


Ayunda memejamkan mata nya saat mengangkat benda itu lalu mencuci nya. Dia belum berani melihat nya, tapi setelah menunggu selama beberapa menit, Ayunda pun memberanikan diri untuk melihat hasil nya dan ternyata..


Dua garis merah. Ya, dua garis merah yang terpampang jelas nan nyata di alat tes kehamilan yang baru saja dia pakai. Ayunda menutup mulut nya dengan tangan, kedua mata nya berkaca-kaca. Dia berusaha menahan nya, tapi ternyata air mata nya malah meluncur tanpa bisa di cegah. Ayunda menangis, dia bahagia karena dirinya benar-benar sedang mengandung sekarang ini. Mengandung buah hati nya bersama Narendra, suami nya. 


"Terimakasih, terimakasih karena sudah memberiku kepercayaan dan kesempatan." Gumam Ayunda. 

__ADS_1


"Tapi apa benda ini akurat? Oke, mari kita coba lagi. Semoga hasilnya juga sama." Perempuan itu kembali membuka bungkus testpack yang kedua, dia pun mencelupkan nya dan hasilnya sama, dua garis merah yang terlihat sangat jelas. 


"Ya Tuhan, terimakasih.." Lirih Ayunda. Dia kembali menangis, karena sudah mengecek nya berulang kali hasilnya sama. Dia benar-benar hamil saat ini. 


"Mas Naren harus mengetahui hal ini bukan?" Ayunda pun keluar dari kamar mandi setelah menetralkan ekspresi nya. Dia pun memutar handel pintu dan melihat kalau suami nya masih tertidur, bergulung di dalam selimut tebal nya yang hangat. 


Ayunda membuka gordeng jendela, membuat Narendra menutup kepala nya dengan selimut karena kesilauan saat gordeng terbuka, ternyata langit sudah sangat cerah. Beruntung nya ini weekend, jadi Narendra bisa bangun agak siang karena libur, dia tidak perlu pergi ke kantor hari ini. Dia akan seharian di rumah, paling akan mengajak istrinya jalan-jalan saja nanti siang.


"Bangun, Mas.." Lirih Ayunda. Tapi, Narendra hanya menggumam lirih tanpa mau membuka kedua mata nya. Dia masih sangat mengantuk, mata nya terasa sangat berat saat ini. Padahal, tadi malam dia tidur lebih awal tapi rasa nya dia sangat mengantuk, mata nya terasa sangat lengket untuk terbuka.


"Enghh.." 


"Bangun, jangan mentang-mentang ini weekend jadi kamu bisa bermalas-malasan dong.." Ucap Ayunda lagi. Akhirnya, Narendra pun membuka selimut nya, tapi dia malah memeluk perut Ayunda dan menduselkan wajah nya disana. 


"Aku berharap sudah ada kehidupan di dalam sini, sayang.." 


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2