Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 85 - Morning Sickness


__ADS_3

Ayunda terbangun pagi-pagi sekali saat tiba-tiba saja perut nya terasa mual, aneh sekali padahal biasa nya dia tidak lagi mual-mual, tapi pagi ini dia kembali mengalami mual yang luar biasa.


Narendra yang tadi nya sedang tertidur lelap, dia langsung terbangun saat mendengar suara muntah-muntah sang istri dari kamar mandi. Dia membuka pintu kamar mandi dan melihat istri nya sudah terduduk dengan lemas di bawah wastafel. 


"Sayang, muntah-muntah lagi?" Tanya Narendra. Ayunda menatap wajah tampan sang suami dengan tatapan sendu nya. Dia benar-benar tidak memiliki tenaga lagi untuk sekedar menjawab Iya. 


"Ya Tuhan, ada apa dengan mu, sayang? Kemarilah, maafin Mas ya?"


"Kenapa kamu meminta maaf, Mas? Kamu punya salah apa sama aku? Atau kamu balikan lagi sama mantan pacar kamu itu?" Tanya Ayunda. Dia benar-benar berpikiran seperti itu, entahlah dia kenapa dia berpikiran seperti itu. Saat ini, hanya itu yang ada di pikiran nya. Dia takut kalau suami nya akan berpaling dari nya dan memilih kembali pada Mantan nya. 


"Hey, kenapa kamu bisa berpikiran seperti itu? Tidak, aku tidak balikan lagi dengan Trisa. Aku sudah punya istri, lagi pula tak ada lagi alasan untuk aku kembali pada wanita itu, sayang. Berhenti lah berpikiran semacam itu, aku tidak suka!" Tegas Narendra, membuat kedua mata Ayunda berkaca-kaca. Narendra yang melihat hal itu pun langsung meraih istri cantik nya ke dalam pelukan nya. 


Dia menepuk-nepuk punggung sang istri dengan perlahan agar istrinya merasa lebih lega. 


"Hey, jangan menangis. Ayolah, kamu seperti ini membuat aku merasa bersalah, sayang." 

__ADS_1


"Maaf, Mas. Aku terlalu pencemburu, jujur saja aku sangat takut kalau sampai apa yang aku katakan tadi menjadi kenyataan." Lirih Ayunda di sela isak tangis nya.


"Tidak, Mas sudah benar-benar mencintai mu, sayang. Mas gak mungkin menyakiti kamu, apalagi sekarang kamu sedang hamil anak kita. Sebrengseek apapun seorang laki-laki, dia tetap takkan tega menyakiti hati wanita hamil, sayang."


"Jadi, kamu mengakui kalau kamu adalah pria brengseek, Mas?"


"H-aahh? Ya nggak begitu, mana ada aku brengseek, yang ada aku tuh sad boy. Hehe." Jawab Narendra sambil cengengesan, membuat Ayunda terkekeh pelan. Sedikit demi sedikit, keraguan dan ketakutan di dalam hatinya mulai menghilang. Dia yakin kalau suami nya akan menepati ucapan nya, karena dia adalah pria yang gentel. 


"Maaf ya, Mas."


"Isshh, apa sih Mas.." Rajuk Ayunda sambil menepuk pelan lengan besar sang suami dengan kesal. 


"Lucu nya istriku."


"Terus, kamu kenapa kinta maaf tadi kalau kamu emang gak balikan sama mantan mu itu, Mas?" Tanya Ayunda. Dia masih ingat saat suami nya tiba-tiba saja meminta maaf padanya, padahal dia tidak memiliki kesalahan apapun. Makanya, pikiran Ayunda langsung tertuju ke arah sana tadi. 

__ADS_1


"Mas minta maaf karena udah bikin kamu hamil, kalau Mas gak bikin kamu hamil pasti kamu gak bakalan muntah-muntah setiap pagi begini."


"Husshh, apa sih kok bilang begitu sih? Gak ada, aku senang karena bisa mengandung anak kita, Mas. Aku bahagia karena dia hadir di dalam sana." Jelas Ayunda sambil tersenyum, dia mengusap lembut perut sang istri yang sudah mulai terlihat sedikit buncit di usia kandungan nya yang jalan ke usia sembilan Minggu, dua bulan lebih satu Minggu. 


"Hmm, tapi aku gak tega liat kamu lemes begini tiap pagi, sayang."


"Gapapa kok, aku gapapa, Mas. Tidak perlu khawatir akan hal ini, kamu dengar sendiri dari dokter kan kemarin kalau ini semua masih wajar?" Tanya Ayunda. Naren mengangguk lemas. Benar, kata dokter semua ini masih dalam tahap wajar, kalau tidak terlalu parah seperti yang di alami oleh Ayunda, maka itu tidak masalah. Karena sudah kebiasaan ibu hamil trimester pertama, pasti mabuk seperti ini. 


"Hari ini, Mas gak ngantor. Mau nemenin kamu aja seharian." 


"Benarkah? Wah, terimakasih Mas. Aku ingin bermanja-manja seharian ini bersama mu." Jawab Ayunda dengan antusias, Naren pun menggendong tubuh lemas sang istri keluar dari kamar mandi dan merebahkan nya di atas ranjang yang empuk dengan hati-hati. 


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2