Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 25 - Bertemu Camer?


__ADS_3

"Boy.."


"Tidak apa-apa, Ma. Naren pergi dulu, nanti malam Naren kesini lagi sama Ayu." Jawab Naren, dia tersenyum kecut menatap wajah sang ibu yang terlihat khawatir. Ini adalah pertama kali nya Arvin semarah itu pada Naren. 


Karena selama ini, Naren adalah anak yang baik. Hanya saja hubungan mereka memang sempat renggang karena Naren kukuh dengan pendirian nya untuk mempersunting Trisa tapi Arvin tidak setuju. 


"Ayu?" Tanya Melisa. 


"Iya, nama gadis itu Ayunda. Aku memanggil nya Ayu, kadang juga memanggil nya sayang, Mi." Jawab Naren sambil tersenyum kecil. 


"Dia gadis yang baik?"


"Iya, Mi. Dia gadis yang baik, apa Mami tahu? Ayu pandai memasak." 


"Wah, benarkah? Kalau begitu, cepatlah pergi. Mami tak sabar ingin bertemu dengan gadis itu." Ucap Melisa membuat Naren terkekeh pelan. 


"Ya sudah, kalau begitu Naren pergi dulu, Mi." Jawab Naren, Melisa menganggukan kepala nya lalu pergi dari rumah nya. 


Narendra mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, dia berhenti di sebuah butik membeli pakaian yang sopan untuk di pakai Ayunda nanti. 


Setelah selesai, dia pun kembali melanjutkan perjalanan ke apartemen. Sesampai nya di apart, Naren langsung berjalan menuju bilik lift. 


Sedangkan di apartemen, Ayunda tengah memasak untuk makan malam. Gadis itu tersenyum saat mengingat kalau pria itu sering sekali memuji makanan buatan nya. 

__ADS_1


"Sayang.." Panggil Naren, dia melepaskan sepatu nya dan menyimpan nya di tak khusus yang tersedia di dekat pintu. Pria itu datang sambil menenteng sebuah paperbag berisi dress untuk Ayunda pakai nanti.


"Iya, aku di dapur." Jawab Ayunda. Narendra pun langsung menyusul ke dapur, pria itu meletakan paperbag nya di atas meja. Dia memeluk Ayunda dari belakang, sambil menyandarkan dagu nya di pundak sang gadis. 


"Wangi.."


"Iya, ini ayam kecap."


"Bukan ayam nya yang wangi, tapi tubuh kamu yang wangi, sayang." Jawab Naren sambil menduselkan wajah nya di ceruk leher Ayunda. Membuat gadis itu sedikit menjauh karena kegelian.


"Kenapa sih?"


"Aku geli, issh.."


"Kenapa jam segini udah pulang?" Tanya Ayunda, karena biasa nya Naren akan pulang sekitar satu atau dua jam lagi. 


"Gapapa kok, nanti malam kita pergi ke rumah ku untuk bertemu sama Mami, Papi. Jadi bersiaplah." Ucap Naren, membuat Ayunda terhenyak. Dia membulatkan kedua mata nya saking terkejut nya. 


"A-apa?"


"Kenapa kaget seperti itu, sayang?" 


"Malam ini? Apa itu tidak terlalu cepat?" Tanya Ayunda. Naren tersenyum kecil lalu mencolek genit dagu Ayunda.

__ADS_1


"Tentu saja tidak, sayang. Bukankah aku sudah bilang kalau aku akan mempertanggung jawabkan perbuatan ku hari itu? Lagi pula, aku khawatir kalau Naren junior akan tumbuh di dalam sini." Jawab Naren membuat wajah Ayunda memerah. 


"Tapi.."


"Tidak ada tapi, jangan mengundur waktu lagi ya?"


"Aaahh, baiklah kalau begitu." Pasrah Ayunda. Dia dan Naren pun makan bersama dengan ayam kecap yang di masak oleh Ayu. Naren terlihat sangat menikmati makanan nya, sesekali dia akan memuji bahkan menggoda Ayunda hingga membuat wajah gadis itu memerah karena malu.


"Ini pakaian untuk mu, pakailah. Kita akan berangkat sebentar lagi."


"Kenapa?" Tanya Ayunda.


"Ya, karena jarak dari apartemen ke rumah Mami agak jauh, sayang. Jadi kita harus berangkat sekarang karena akan ada kemacetan, kita harus sampai disana saat waktu makan malam." Jelas Naren. Ayunda pun mengangguk, dia langsung pergi ke kamar dengan membawa paperbag yang di tunjukkan oleh Naren. 


Naren memilih menunggu di luar sambil menonton televisi terlebih dulu, selang beberapa menit kemudian, Ayunda keluar dengan gaun selutut berwarna biru navy.


"A-ayu.." Narendra menganga melihat penampilan gadis itu. Sungguh, demi apapun Ayunda terlihat seperti orang yang berbeda. 


"Iya, apa penampilan ku terlihat aneh?"


"Tidak, tidak sama sekali. Malahan, kamu terlihat.. cantik." 


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2