
Setelah selesai dengan makan malam nya, Ayunda pun memilih untuk mencuci piring dan Melisa membereskan meja, mengelap nya agar lebih bersih.
"Sudah selesai, sayang?" Tanya Melisa pada menantu nya.
"Sudah kok, Mi." Jawab Ayunda sambil mencuci tangan nya di air mengalir.
"Kalau sudah, kamu langsung ke kamar saja. Biar sisa nya, Mami yang membereskan nya."
"Baik, Mi." Jawab Ayunda, dia pun pergi ke kamar nya dengan meniti satu persatu anak tangga yang menghubungkan lantai satu dan kamar di lantai dua.
Ayunda mengambil bathrobe dan masuk ke dalam kamar mandi. Dia ingin berendam air hangat dan busa sabun malam ini, lagi pun dia harus menunaikan janji nya pada suami nya untuk melayani nya malam ini.
Jadi, dia membersihkan tubuh nya dengan detail. Setelah di rasa cukup, perempuan itu pun keluar dari bath up dan membilas nya di bilik shower. Setelah itu, dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe nya. Perempuan itu masuk ke ruang ganti dan mengambil satu setel pakaian dinas untuk malam ini.
Dia memilih lingerie tipis berwarna merah maroon, itu akan membuat kulit berkali lipat lebih cerah. Setelah selesai, Ayunda menyapukan bedak tipis dan perona pipi, lalu mengoleskan sedikit lipstick berwarna kemerahan, lalu menyemprotkan parfum agar wangi nya lebih menggoda Naren untuk datang menerkam nya.
"Sayang.." lagi-lagi Naren di buat terkejut saat melihat penampilan Ayunda, istrinya. Perempuan itu tersenyum kecil saat melihat reaksi yang di tunjukkan oleh suami nya. Itu terlihat sedikit menggemaskan, tapi itu takkan berlaku dalam waktu yang lama karena sebentar lagi Naren pasti akan berubah menakutkan.
Ayunda duduk di sisi ranjang dengan mengangkat salah satu kaki nya ke atas, tentu saja hal itu membuat paha mulus nya terekspos jelas. Hampir saja air liur Naren menetes melihat pemandangan yang sangat indah itu.
__ADS_1
"Kemarilah, kenapa kamu berdiri saja di situ?" Tanya Ayunda. Barulah Naren sadar dan menggelengkan kepala nya, dia pun berjalan mendekat pada istri nya.
"Kamu terlihat sangat hot, sayang."
"Sesuai dengan permintaan mu, Mas."
"Hmm, tapi bukan ini yang aku maksud." Jawab Naren membuat kening Ayunda mengernyit.
"Kalau bukan ini, lalu bagaimana?"
"Hahaha, sayang.."
"Enggak kok, tapi layani aku dengan pelayanan yang terbaik, istriku sayang."
"A-aku.."
"Kenapa? Kamu menolak, ingat menolak keinginan suami itu dosa nya besar lho, sayang." Ucap Naren membuat Ayunda terdiam.
"Tapi aku malu.."
__ADS_1
"Kenapa harus malu? Kita kan suami istri, sayang."
"Tapi tetap saja aku.."
"Kemarilah, sayang." Naren menarik tangan sang istri dan mendudukan nya di pangkuan nya dengan posisi mengangkaang menghadap ke arah nya.
"Lakukan."
"A-apa?" Tanya Ayunda.
"Lakukan seperti apa yang sering aku lakukan pada mu, sayang." Jawab Narendra, membuat Ayunda merasa sedikit gugup. Jujur saja, dia tidak berpengalaman dalam hal ini. Lagi pula dia merasa malu jika harus dia yang mendominasi.
"Kok malah bengong, sayang."
"Maaf, Mas." Jawab Ayunda, dia pun memulai dengan mencium bibir Naren. Dia melumaat nya dengan perlahan dan hati-hati, tidak seperti Naren uang seringkali mencium nya dengan brutal dan liar, membuat dirinya sering kali kewalahan untuk mengimbangi ciuman Naren.
Naren tersenyum kecil di balik ciuman itu, lalu membalas ciuman sang istri. Ayunda juga merasa senang, dia berhasil membuat suami nya membalas ciuman nya. Itu cukup membuat nya senang. Ayunda melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh sang suami, Naren juga memeluk pinggang ramping Ayunda dengan posesif.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻