
Di rumah, Ayunda sedang mengobrol bersama mami mertua nya. Gadis itu sedang melihat-lihat majalah bersama Melisa.
"Ini kelihatan nya enak deh, Mi." Ayunda menunjuk sebuah hidangan yang terlihat sangat menggugah selera.
"Iya, bagaimana kalau kita membuat nya nanti? Sekalian, Mami juga mau bikin salad buah." Jawab Melisa.
"Boleh, Mi. Tapi udang nya gak ada ya?"
"Iya nih, Mami belum belanja. Nanti saja Naren pulang, kalian pergi belanja ya? Bagaimana?" Tanya Melisa.
"Ayu sih terserah Mas Naren nya aja, Ayu takut dia gak mau karena pulang kantor kan pasti kecapean, Mi." Jelas Ayunda, membuat Melisa tersenyum kecil.
"Iya, Mami tahu. Tapi dia takkan bisa menolak kalau Mami yang minta, tapi kalau kamu mengkhawatirkan hal itu, bagaimana kalau sekarang kita pergi ke supermarket saja, temani mami belanja bulanan?" Ajak Melisa membuat Ayunda terdiam.
"Tapi, Ayu harus izin dulu sama Mas Naren kan, Mi?"
"Gampang, biar Mami yang izinin kamu sama Naren. Gak usah khawatir, kamu ke kamar dan siap-siap aja ya?"
__ADS_1
"Baik, Mami." Jawab Ayunda, dia pun beranjak dari duduk nya lalu pergi ke kamar untuk bersiap-siap sebentar. Tak mungkin kan, jika dia pergi bersama Mami mertua nya hanya mengenakan pakaian rumahan seperti ini? Yang ada, nanti malu-maluin.
Melisa mengambil ponsel nya, lalu menghubungi nomor sang putra. Hanya butuh beberapa detik saja hingga panggilan itu di angkat oleh Naren.
'Hallo, Mami. Ada apa, Mi?' Tanya Narendra di seberang sana.
"Begini, Mami mau ngajakin Ayu ke supermarket buat belanja bulanan. Boleh?"
'Boleh kok, Mi. Tapi nanti Ayu nya di bawa pulang lagi ya, jangan sampai hilang.' Celetuk Naren membuat Melisa tertawa.
"Iya, nanti Ayu nya Mami bawa pulang kok. Kamu mau pulang buat makan siang atau enggak?" Tanya Melisa.
"Hmm, baiklah kalau begitu. Mami tutup dulu telepon nya, jangan nakal ya kamu. Ingat, kamu sudah punya istri." Peringat Melisa membuat Naren tertawa di seberang sana.
'Iya, Mami. Lagi pun, Naren kayaknya emang udah cinta deh sama Ayu.'
"Baguslah kalau begitu, Mami senang mendengar nya. Udah dulu ya, itu Ayu nya sudah turun dari kamar."
__ADS_1
'Iya, Mi. Hati-hati ya di jalan nya.' Ucap Narendra, Melisa mengiyakan lalu panggilan nya pun selesai.
Melisa tersenyum saat melihat Ayunda sudah selesai bersiap dan terlihat sangat cantik dengan celana kulot jeans dan juga blouse berwarna pink pastel yang di balut cardigan rajut. Tertutup dan sangat sederhana, membuat Melisa senang. Karena Ayunda tidak bersikap berlebihan, meskipun sekarang dia sudah menjadi seorang istri Presdir Sanjaya's group.
"Cantik sekali, menantu Mami." Puji Melisa membuat wajah Ayunda memerah.
"Terimakasih, Mami."
"Ayo kita berangkat sekarang." Ajak Melisa, Ayunda menganggukan kepala nya. Kedua nya berjalan dengan Ayunda yang menggandeng lengan sang mami mertua, kedua nya tampak sangat cantik. Meskipun Melisa sudah berumur, tapi dia masih sangat cantik dan awet muda.
Siapa yang akan menyangka kalau kedua wanita berbeda generasi itu adalah menantu dan mertua? Kedekatan mereka melebihi hal itu, mereka malah terlihat seperti anak dan ibu nya. Secepat itu, Ayunda bisa merebut hati Melisa. Kedua nya terlihat sangat akrab, bahkan Narendra saja sampai di buat kebingungan karena Ayunda bisa meluluhkan hati Mami nya secepat itu, bahkan sedari pertemuan mereka yang pertama.
Reaksi yang di berikan Melisa dan Arvin juga sama-sama merespon dengan baik, jauh berbeda jika Narendra membawa Trisa ke rumah. Kedua nya kompak bersikap ketus dan menunjukkan ketidak sukaan mereka pada wanita itu secara langsung. Aneh bukan?
Tidak aneh bagi Arvin atau Melisa, karena mereka mengetahui bagaimana borok nya seorang Trisa. Itulah yang membuat kedua nya kompak tidak memberikan restu mereka pada wanita itu, tapi saat Ayunda yang datang mereka langsung memberikan lampu hijau.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻