
"Sayang, kita mau kemana sih sebenarnya?" Tanya Ayunda, saat ini kedua nya sedang berada di perjalanan menuju ke sebuah tempat.
"Jalan-jalan ke taman, sayang."
"Taman bunga?" Tanya Ayunda. Jujur saja, sebagai perempuan dia sangat menyukai bunga, terutama bunga mawar biru. Tapi sayang, karena bunga itu sangat langka jadi Ayunda hanya bisa melihat nya lewat gambar saja. Melihat nya secara langsung? Tidak pernah dan dia rasa tidak akan pernah. Bunga itu sangat langka, kalau pun bisa tumbuh di negara ini, pasti membutuhkan perawatan yang ekstra hati-hati dengan biaya yang mahal.
Karena bunga mawar biru sangat rentan terhadap hama tanaman, maka dari itu di perlukan perawatan khusus yang membutuhkan banyak biaya. Tapi, tentu nya uang tidak akan terlalu menjadi masalah bagi pecinta tanaman. Kalau sudah hobi, mau berapa ratus juta pun pasti di beli.
"Kamu menyukai mawar biru, kan?" Tanya Narendra membuat Ayunda segera menoleh.
"Dari mana kamu tahu, Mas?"
"Ada lah, kamu tidak perlu tahu Mas mengetahui hal ini dari siapa. Mas butuh jawaban kamu, benar atau tidak?"
"Benar, Mas." Jawab Ayunda lirih.
"Sudah pernah melihat keindahan nya secara langsung, sayang?"
"Belum, Mas."
"Mau melihat nya?"
"Tentu, kalau ada kesempatan. Aku sangat ingin melihat bunga itu, Mas." Jawab Ayunda dengan antusias.
"Baiklah, keinginan mu akan segera menjadi kenyataan." Ucap Narendra, membuat Ayunda terhenyak dengan mulut yang menganga. Dia tidak percaya kalau suami nya akan mengajak nya untuk melihat bunga mawar biru, bunga kesukaan nya. Ini benar-benar tidak terduga. Dari mana juga, pria itu bisa tahu bunga kesukaan nya?
__ADS_1
Tapi, sudahlah itu tidaklah penting untuk saat ini. Yang terpenting sekarang, dia bisa melihat keindahan bunga mawar itu sebentar lagi. Rasa nya benar-benar mendebarkan bagi Ayunda, ini adalah pertama kali nya ada seseorang yang membantu mewujudkan keinginan nya.
Padahal hanya melihat bunga saja, tapi bisa membuat Ayunda sesenang ini? Tentu saja, karena dia tidak pernah mendapatkan hal-hal yang dia inginkan selama ini. Baru kali ini saja, itu pun dengan orang yang bisa di bilang asing dulu nya. Tapi sekarang, dia adalah suami nya.
Mobil yang di kendarai oleh Naren berhenti di sebuah perkebunan yang nampak sangat luas. Tapi, bunga yang terlihat hanya bunga-bunga biasa. Mawar merah dan beberapa jenis tanaman anggrek. Sejauh mata memandang, Ayunda tidak bisa melihat dimana bunga mawar biru. Apakah Naren mengerjai nya?
"Mas.."
"Kenapa, sayang?" Tanya Narendra. Dia melihat sang istri yang terlihat sedikit kebingungan.
"Ini tempat apa?"
"Budidaya bunga, di dalam sana ada taman bunga hasil budidaya." Jelas Narendra.
"Tapi aku tidak melihat bunga mawar biru disini, apa Mas membohongi aku?"
"Selamat pagi, Ren." Sapa seorang pria.
"Pagi, Rio. Kenalkan, ini Ayunda, istriku."
"Salam kenal, Nona."
"Aahh iya, salam kenal kembali." Balas Ayunda sambil tersenyum kecil. Dia terus menggandeng tangan sang suami dengan erat. Jujur saja, dia selalu malu saat bertemu dengan orang baru. Termasuk saat ini, selalu ada alasan kenapa Ayunda memegang tangan suami nya dengan erat.
"Mari, saya ajak berkeliling." Ajak pria yang di sapa Rio itu.
__ADS_1
Narendra dan Ayunda pun berjalan mengikuti pria itu yang menunjukkan beberapa jenis dan macam nama-nama bunga yang di budidayakan disini. Sebenarnya Ayunda masih penasaran dengan bunga mawar biru itu, tapi sekarang dia terlihat sangat menikmati apa yang dia lihat.
Sejauh mata memandang, di penuhi oleh ribuan bahkan jutaan bunga-bunga yang tengah bermekaran dengan indah.
"Ini bunga Chrysant, bunga ini memiliki banyak warna dan corak yang berbeda-beda. Bunga ini memiliki aroma yang sangat harum." Jelas nya sambil menunjukkan bunga yang tumbuh berwarna warni di sebuah pot.
"Eemm, bisakah kita langsung melihat bunga mawar biru saja? Kau bisa melihat istriku gelisah sejak tadi, Rio."
"Hahaha, baiklah mari ikut denganku." Ajak Rio, dia pun membawa pasangan suami istri itu ke sebuah tempat yang di penuhi oleh aneka tanaman bunga yang cukup langka dan mahal. Salah satu nya adalah bunga mawar biru.
"Blue rose atau mawar biru, adalah bunga yang cukup langka. Bunga ini memerlukan perawatan yang ekstra hati-hati karena mudah terserang hama." Jelas nya, Ayunda mendekat ke arah bunga mawar itu dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
"Indah sekali.." Lirih nya.
"Kamu mau membawa nya ke rumah?"
"Bolehkah? Tapi merawat bunga ini, pasti akan sangat mahal, Mas."
"Boleh, tentu saja boleh. Masalah biaya nya, tidak perlu kamu khawatir kan. Selama kamu merasa senang, itu tidak masalah bagiku." Jelas Narendra, membuat Ayunda tersenyum lalu memeluk sang suami.
"Terimakasih, Mas.."
"Sama-sama, istriku. Anggap saja, ini sebagai permintaan maaf ku karena sudah mengerjai mu di kamar mandi tadi pagi."
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻