
"Udah pulang, Mas?" Tanya Melisa ketika dia melihat suami nya dan putra nya tengah duduk di meja yang sama.
"Udah nih, tukang bengkel nya ngeprank Papi masa.."
"Ngeprank gimana, Pi?" Tanya Melisa sambil duduk, begitu juga dengan Ayunda yang juga duduk di samping sang suami, sambil membawa keranjang berisi buah stroberi.
"Tadi pagi nelepon katanya udah selesai kan, pas Papi kesana ehh mobil nya belom selesai, Mi." Jawab Arvin yang membuat Melisa tergelak.
"Yaudah atuh, kalau emang belum selesai ya biarin di selesaikan dulu. Kan berabe nanti, kalo semisal di ambil tapi gak lama udah rusak lagi. Keluar dua kali dong nanti, sayang uang nya."
"Iya juga sih, Mi. Tapi kenapa gitu repot nelepon kalo belum selesai, nyebelin aja. Dari sini pede aja di anter supir, pas sampe disana bilang sama supir pulang aja nanti pulang pake mobil sendiri. Taunya belum selesai, jadinya naik ojek. Untung bawa duit." Gerutu Arvin. Seperti nya, pria paruh baya itu masih merasa kesal karena ulah karyawan bengkel tempat dia memperbaiki mobil nya.
"Sabar ya, Pi."
"Heemm, iya Mami. Udah panen stroberi nya?" Tanya Arvino lagi.
"Udah, tuh liat aja wajah menantu Papi. Berbinar cerah tuh." Ucap Melisa sambil menunjuk ke arah Ayunda menggunakan dagu nya. Arvin pun melirik ke arah Ayunda yang sedari tadi sibuk memakan buah stroberi nya. Sesekali, dia juga menyuapi suami nya.
"Cihh, mesra-mesraan aja terus." Celetuk Arvino yang membuat kedua nya menoleh bersamaan. Narendra mencebikan bibir nya, berbeda dengan Ayunda yang terlihat malu-malu.
"Kayak gak pernah muda aja." Jawab Narendra dengan sedikit ketus.
"Udah-udah, kalian ini kalo deket pasti ada aja yang bikin debat. Padahal kalian tuh bapak sama anak, tapi gak pernah akur. Kayak tom and jerry." Ucap Melisa sambil menggelengkan kepala nya.
Terkadang, dia heran sendiri melihat kelakuan putra dan suami nya yang tidak pernah akur. Seringkali, mereka bertengkar hanya karena hal yang sepele sebenarnya, namun tetap saja menjadi perdebatan besar jika terus menerus di bahas.
"Sayang, masuk aja yuk? Dengerin orang berdebat kayak gini, gak baik buat kesehatan telinga." Ajak Melisa. Ayunda pun menganggukan kepala nya, dia pun beranjak dari duduk nya lalu berjalan masuk mengikuti langkah sang mami mertua masuk ke dalam rumah.
Ayunda pun pergi ke dapur dan meletakan keranjang berisi buah stroberi yang baru saja mereka petik di kebun itu. Lalu mengambil wadah dan mengisi nya dengan air, Ayunda meneteskan sabun khusus pencuci buah dan mencuci buah stroberi itu. Memang buah stroberi nya tidak terlalu kotor mungkin, tapi ya itu tetap saja harus di cuci terlebih dulu kan?
"Sayang, buah stroberi nya mau di buat apa? Ini banyak lho, nanti kamu bosen kalo di cemilin doang."
"Mami gak ada niatan bikin salad buah, Mi?" Tanya Ayunda. Melisa tersenyum, sejauh ini Ayunda jarang sekali meminta di buatkan makanan apapun, kecuali salad buah. Entah kenapa, menantu nya ini sangat menyukai salad buah kesukaan nya. Padahal, dia membuat nya dengan saus seadanya. Untuk saus nya, Melisa hanya menggunakan yoghurt dan madu juga susu kental manis sedikit.
Sesederhana itu, tapi tetap saja Ayunda terlihat sangat menyukai nya. Sejak hamil bahkan hingga sekarang, salad buah masih menjadi makanan penutup kesukaan Ayunda.
"Nanti mami bikinin, mumpung buah nya masih banyak di kulkas. Tapi, kalau di bikin salad buah semua nya itu kebanyakan, sayang." Ucap Melisa.
"Hmm, gimana kalau kita bikin cheese cake aja, Mi?" Tanya Ayunda. Melisa tersenyum lalu menganggukan kepala nya.
"Boleh tuh, yuk kita bikin."
"Keju nya ada gak, Mi?" Tanya Ayunda. Melisa pun membuka kulkas dan melihat hanya ada satu balok kecil keju saja.
"Cuma segini, sayang. Gak bakalan cukup ini."
"Yaudah, suruh Mas Naren beliin aja ke minimarket depan, Mi."
"Iya, sayang. Kamu lanjut cuci buah nya, Mami ke depan dulu sebentar." Ucap Melisa. Ayunda pun menganggukan kepala nya, dia melanjutkan mencuci buah nya agar lebih bersih.
Di luar, Narendra dan Arvino masih terlibat perang dingin. Mereka masih duduk di tempat yang sama, namun tanpa perbincangan apapun. Alias saling mendiamkan, tidak ada yang bicara sama sekali.
"Boy.." Panggil Melisa.
__ADS_1
"Iya, Mami. Kenapa?" Tanya Narendra sambil menoleh ke arah sang mami.
"Tolong belikan keju ke minimarket depan dong."
"Mami mau buat apa memang nya?" Tanya Narendra.
"Istri kamu ngajakin Mami bikin cheese cake, Boy. Jadi butuh keju, nama nya juga cheese cake." Jawab Melisa.
"Ohh, yaudah. Kalo gitu Naren pergi dulu, ada yang harus di beli lagi selain keju?"
"Mas, nitip beli jelly." Teriak Ayunda dari dalam.
"Jelly apa istriku?"
"Jelly itu lho, yang ada nata de coco di dalam nya. Yang waktu itu Mas beliin." Jawab Ayunda. Narendra berusaha mengingat-ingat dan setelah berhasil mengingat nya, Narendra pun menganggukan kepala nya dan mengiyakan permintaan sang istri.
"Yaudah, mas pergi dulu."
"Jangan lama." Peringat Melisa dan hanya di angguki oleh Narendra. Pria itu pun langsung pergi dengan membawa sepeda motor nya. Tujuan dia menggunakan sepeda motor hari ini, ya karena agar lebih cepat sampai.
"Sayang.." panggil Melisa. Ayunda menoleh ke arah mami mertua nya yang berjalan ke arahnya.
"Iya, Mami. Kenapa?"
"Enggak sih, cuman Mami pengen nanya aja sama kamu, Nak."
"Nanya apa, Mami?"
"Kenapa Mami nanya kayak gitu?"
"Maaf, sayang. Mami hanya bertanya saja, maaf kalau pertanyaan Mami bikin kamu gak nyaman."
"Enggak kok, Mi. Ayu sama Mas Naren sepakat buat gak pakai kontrasepsi sekarang, tujuan ya biar cepet di kasih lagi. Hehe." Jawab Ayunda sambil tersenyum kecil.
"Kamu siap, sayang? Kalau semisalnya kamu hamil lagi dalam waktu dekat."
"Siap gak siap ya harus siap, Mami. Ayu gak mau menghalangi rezeki yang di berikan Tuhan sama Ayu. Lagi pun, kalau Ayu hamil kembali dalam waktu dekat justru itu bagus bukan? Karena artinya, Ayu gak bakalan merasa kesepian lagi." Jelas Ayunda yang membuat Melisa tersenyum kecil.
"Kamu benar-benar siap, sayang?"
"Siap, Mami. Ayu sama Mas Naren udah konsultasi sama dokter kok, katanya tidak apa-apa kalau pun Ayu hamil dalam waktu dekat karena rahim Ayu baik-baik saja. Jadi tidak masalah, Mami." Jawab Ayunda lagi.
"Maafin Mami ya, sayang? Jujur saja, Mami ragu sama kamu. Mami takut kalau kamu belum siap untuk hamil lagi setelah keguguran kemarin."
"Gapapa, Mami. Biarkan kehilangan hari itu menjadi pembelajaran untuk Ayu sama Mas Naren. Sekarang, Ayu sudah benar-benar mengikhlaskan semua nya. Ayu sudah menerima semua nya, karena memang yang di atas gak bakalan ngasih cobaan sama hamba nya tanpa jalan keluar."
"Aahh syukurlah kalau begitu, Mami tenang mendengar nya, sayang."
"Jadi, doakan Ayu ya, Mi? Supaya cepat hamil lagi."
"Tentu saja, Mami akan mendoakan yang terbaik untuk kamu dan masa depan kamu, sayang."
"Terimakasih, Mami."
__ADS_1
"Sama-sama, sayang." Jawab Melisa. Dia mengusap puncak kepala Ayunda dengan lembut, lalu mengecup kening menantu nya dengan hangat.
"Mami sayang banget sama kamu, sayang."
"Ayu juga, sayang banget sama Mami. Boleh peluk gak, Mi?" Tanya Ayunda. Tanpa bicara sedikit pun, Melisa meraih tubuh sang menantu ke dalam pelukan nya. Dia memeluk menantu nya dengan hangat, dia mengusap-usap punggung wanita itu juga mengecupi puncak kepala Ayunda dengan sayang.
"Tentu saja boleh, kapan pun kamu boleh memeluk Mami, sayang."
"Terimakasih, Mami. Ayu merasa sangat beruntung karena memiliki mertua sebaik Mami."
"Mami juga merasa beruntung karena memiliki menantu secantik, sebaik dan sekuat kamu, sayang. Intinya, kita sama-sama beruntung." Jawab Melisa. Hal itu, tak luput dari pandangan Arvino dan Narendra.
Pria itu sudah kembali dengan membawa kresek berisi beberapa blok keju yang di pesan sang Mami, juga jelly yang di pesan istrinya. Tapi, saat dia akan memberikan keju nya pada sang mami yang ada di dapur, dia malah melihat pemandangan yang membuat hatinya menghangat seketika. Sungguh, Melisa terlihat sangat menyayangi Ayunda dan hal itu membuat Narendra senang.
Dia tidak perlu susah-susah untuk membuat menantu dan mertua itu akur, mereka memang sudah akur dari awal. Bahkan Melisa, langsung memberikan respon baik pada Ayunda di pertemuan pertama mereka. Bagus bukan? Benar, sangat bagus. Artinya memang tidak salah untuk nya memilih Ayunda untuk menjadi istrinya.
"Mami.."
"Eehh iya, sayang. Sudah pulang?" Tanya Melisa. Tanpa melepaskan pelukan nya di tubuh Ayunda. Wanita cantik itu masih setia dan betah berada di dalam pelukan sang mami mertua.
"Sudah, ini keju nya, Mami. Segitu cukup gak?" Tanya Narendra. Melisa mengambil kresek itu dan melihat keju yang di beli oleh putra nya.
"Cukup."
"Yaudah, Naren ke kamar dulu ya. Gerah ini, mau mandi dulu."
"Jangan bikin berantakan ya, Mas." Peringat Ayunda, Naren menatap wajah sang istri lalu mengangguk.
"Iya, sayangku."
Narendra pun pergi meninggalkan dapur, dia menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar nya. Pria itu masuk ke dalam kamar nya dan segera membersihkan tubuh nya.
Di bawah, Ayunda dan Melisa pun segera membuat adonan kue nya. Mereka saling membantu satu sama lain untuk membuat satu loyang cheese cake rasa stroberi.
"Sayang, bikin selai nya dulu. Biar ini Mami yang lanjutin."
"Siap, Mami." Jawab Ayunda. Dia pun memanaskan panci, lalu memasukkan buah stroberi dan memasak nya dengan air dan gula. Setelah jadi, dia pun menyimpan nya terlebih dulu agar dingin dan kembali membantu ibu mertua nya membuat adonan kue itu.
Adonan nya selesai dan siap di panggang, Melisa pun memasukkan kue itu ke dalam oven. Ayunda terlihat sangat antusias menunggu kue nya, entahlah dia membayangkan kue yang hangat, lembut dan empuk masuk ke dalam mulut nya dengan perpaduan rasa asam dari selai buah stroberi.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya cheese cake nya pun matang. Melisa mengeluarkan nya dari oven, Ayunda yang melihat kue nya sudah matang pun langsung mendekat. Melisa yang paham pun memotong kue nya dan memberikan pada menantu nya.
"Ini, sayang. Cobain dulu, enak atau enggak." Ayunda pun gercep mengambil satu iris cheese cake lalu memakan nya dengan lahap. Rasanya benar-benar seperti yang dia impikan, enak sekali.
"Enak, Mami. Pokoknya Mami memang jago nya kalo bikin kue-kue begini, enak."
"Kamu bisa saja, sayang. Yaudah, makan yang banyak ya."
"Terimakasih, Mami ku sayang." Jawab Ayunda sambil mengecup sayang pipi kanan sang mami mertua saking senang nya karena di buatkan kue oleh mami mertua nya.
......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1