Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 32 - Nasehat Melisa


__ADS_3

"Sayang.." Panggil Naren sambil tersenyum, Ayunda juga membalas senyuman pria itu dengan hangat.


"Sudah pulang?"


"Tentu sudah, sayang. Makanya aku disini, sekarang." Jawab Naren sambil mencubit pelan pipi Ayunda. 


"Hehe, aku hanya basa basi saja."


"Iya, aku tahu. Mandi sana, siap-siap. Kita keluar dari cincin." Ucap Naren sambil tersenyum kecil.


"Sekarang?"


"Iya sekarang, sayang." Jawab Naren, Ayunda pun mengiyakan. Gadis itu pun pergi ke kamar Naren, dia sudah menyediakan pakaian yang harus di pakai oleh Ayunda hari ini. 


Naren duduk di sofa sambil menyandarkan punggung nya yang terasa pegal setelah seharian hanya duduk di kursi kebesaran nya di kantor. 


"Sudah pulang?" Sapa Melisa saat melihat putra nya tengah duduk sambil memejamkan kedua mata nya.

__ADS_1


"Sudah, Mi."


"Hmm, jadi nyari cincin kawin nya?"


"Jadi dong, besok kan Naren sama Ayu mau nikah. Jadi sekarang harus pergi ke toko perhiasan buat beli cincin nya." Jawab Naren membuat Melisa tersenyum. Kali ini, dia setuju dengan keputusan putra nya, dia menyukai Ayunda dan terlebih lagi, dia adalah gadis yang baik. 


"Mami ada sedikit nasehat buat kamu, Boy.."


"Iya, Mi." Jawab Naren lirih, kalau nada bicara Melisa sudah seperti ini, berarti dia akan mengatakan hal yang serius. 


"Mami tahu, kamu menikah dengan Ayunda karena kecelakaan yang tak di sengaja akibat perbuatan jahat orang lain. Tapi, Mami mohon sama kamu, jadikan pernikahan ini sebagai jalan untuk kamu berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi." Lirih Melisa. 


Naren terdiam, kalau Mami nya bisa mengatakan hal seperti ini, artinya ini bukanlah hal main-main. Artinya Ayunda memang benar-benar gadis yang baik, makanya Melisa bisa mengatakan hal seperti itu. 


"Perlahan, kamu pasti akan mencintai Ayunda sebagaimana kamu mencintai gadis dari masa lalu mu itu. Tapi, Mami mohon jika wanita itu kembali datang suatu saat nanti, Mami minta sama kamu jangan tergoda apalagi sampai kembali menjalin hubungan dengan nya. Ingat, Mami paling tidak suka dengan yang nama nya penghianatan, apalagi Papi mu."


"Jadilah pria yang setia dan terhormat, itu lebih baik, Boy. Jangan sakiti Ayunda, mau bagaimana pun kamu yang sudah menyeret nya ke dalam kehidupan mu, artinya kamu harus selalu menemani nya dalam keadaaan apapun."

__ADS_1


"Mami harap, setelah ini tidak ada drama perselingkuhan antara kau dan mantan kekasih mu itu. Jangan bodooh dan menyia-nyiakan Ayunda demi gadis binaal itu, Naren." 


"Iya, Mami." Jawab Naren lirih. Jujur saja, memang di kedalaman hati nya, masih ada nama Trisa disana. Tapi tak apa, dia yakin kalau secara perlahan nama Ayunda lah yang mengisi tempat Trisa sekarang. 


"Jangan kau kotori sumpah mu saat ijab kabul di depan kami hanya karena wanita itu, Mami dan Papi takkan pernah memaafkan mu seandainya kau melakukan hal sekotor itu." Ucap Melisa, membuat Naren terdiam. 


Seserius ini nasehat sang Mami, ini bukan main-main, ini sebuah keseriusan yang harus Naren lakukan agar tidak memancing kemarahan kedua orang tua nya. 


"Setetes saja air mata Ayunda luruh karena ulah mu, Mami akan langsung mengambil Ayunda dan kamu yang tendang!"


"Iya, Mami." Jawab Narendra. Dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mencintai dan menyayangi Ayunda layaknya sebagai seorang istri yang menikah tanpa ada nya kecelakaan dulu. 


Tak lama kemudian, Ayunda turun dari kamar dengan gaun berwarna pink pastel selutut, gadis itu terlihat sangat anggun saat mengenakan nya. Sungguh, Narendra saja sampai menganga saat melihat kecantikan seorang Ayunda. Jika memakai gaun seperti ini, aura kecantikan nya semakin terpancar, meskipun gadis itu tidak mengenakan make up yang berlebihan, hanya bedak dan mungkin hanya sedikit olesan liptint di bibir tipis nya. 


"Cantik.." 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2