Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 43 - Masakan Ayunda


__ADS_3

"Sayang.." Panggil Naren, dia baru saja selesai mandi. Kedua nya baru pulang dari supermarket membeli beberapa barang. Dia terlihat celingukan mencari keberadaan sang istri cantik nya. 


"Iya, kenapa Mas?" Tanya Ayunda, dia keluar dari ruang ganti sambil menenteng pakaian untuk di pakai oleh Naren hari ini. 


"Enggak, kamu habis ngapain?"


"Nyiapin baju kamu, Mas. Udah mandi nya?" Tanya Ayunda, sekedar basa basi. Padahal dia sudah tahu kalau suami nya sudah selesai mandi, makanya dia keluar dari kamar mandi. 


"Udah kok, mau mandi sekarang, sayang?" Tanya Naren. Istri nya belum mandi, tadi kedua nya memang masuk ke kamar, Ayunda ke ruang ganti untuk menyimpan bathrobe dan Naren langsung ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.


"Aku mandi nya nanti aja, mau masak dulu buat makan malam." Jawab Ayunda.


"Ohh, baiklah kalau begitu. Aku berpakaian dulu, atau kamu mau memakaikan pakaian ku sekalian, Baby?"


"T-tidak, aku ke luar duluan." Jawab Ayunda, dia bersiap untuk lari dari hadapan suami nya, tapi tangan Naren lebih cepat menangkap tangan sang istri dan menarik pinggang nya hingga posisi mereka berdekatan saat ini. Bahkan Ayunda bisa merasakan hembusan nafas hangat beraroma mint dari mulut suami nya, itu membuat tubuh Ayunda merinding seketika. 


"Mau kabur, hmm?"


"E-enggak kok, siapa juga yang mau kabur. Aku cuma mau ke dapur, bantuin Mami masak buat makan malam, Mas." Jawab Ayunda, tapi wajah nya tidak bisa berbohong karena memerah seperti kepiting rebus.


"Jangan bohong, sayang."


"Aku gak bohong, Mas."

__ADS_1


"Lalu, kenapa kamu terlihat seperti tidak nyaman saat berdekatan dengan ku, sayang? Padahal aku suami mu." Lirih Naren, bahkan terdengar seperti bisikan yang membuat sekujur tubuh Ayunda menegang karena ulah suami tampan nya ini. 


"Bukan begitu.."


"Lalu? Apa kamu lupa kewajiban mu, sayang? Tadi kamu mengatakan akan melakukan itu bersama ku, bukan?"


"A-apa?" Tanya Ayunda terbata, membuat Narendra terkekeh. 


"Kamu terlihat gugup, sayang. Pergilah, tapi jangan lupa tugas mu nanti malam. Ingat, senangkan suami mu." Bisik Narendra, lalu mencium cuping telinga sang istri, membuat Ayunda memejamkan kedua mata nya. 


"Geli, Mas.."


"Haha, baiklah." 


"Aku keluar sekarang, Mas." Ucap Ayunda, dia pun langsung berlari ke luar dari kamar, sungguh demi apapun berdekatan dengan Naren membuat jantung nya berdetak tak karuan. Ini benar-benar tidak baik untuk kesehatan jantung, bisa jantung nya melompat keluar dari tempat nya jika dia tetap nekat untuk bersama Narendra, suami nya.


"Sayang.." Panggil Melisa saat melihat Ayunda menuruni tangga dengan perlahan. 


"Iya, Mami.." 


"Kenapa sudah turun?"


"Mau bantuin Mami masak dong." Jawab Ayunda, membuat Melisa tersenyum kecil. Dia pun merangkul menantu nya dari samping, lalu kedua nya berjalan ke dapur. 

__ADS_1


"Sayang, mau masak apa hari ini?"


"Ayu sih terserah Mami aja, Ayu ngikut aja." Jelas Ayunda.


"Mami bingung, maka nya nanya sama kamu, sayang." Jawab Melisa sambil terkekeh pelan.


"Waktu itu, Ayunda masak ayam goreng bawang putih buat bekal Naren, habis tak bersisa lho, Mi."


"Ayam goreng bawang putih? Mami gak tahu, ayo masak itu saja. Mami penasaran sama rasa nya, kebetulan Mami suka bawang putih." Ucap Melisa sambil tersenyum.


"Papi?"


"Papi pemakan segala, dia takkan komplain apapun selama perut nya kenyang, sayang." Jawab Melisa sambil tertawa, membuat Ayuna terkikik geli.


"Baiklah, masak ayam goreng bawang putih. Lalu apa lagi, Mom?"


"Mami mau masak tumis buncis saus tiram."


"Oke, Mami." Jawab Ayunda. Kedua nya pun memulai memasak. Ayunda mencuci ayam nya hingga bersih, lalu menyiapkan tepung bumbu dan membiarkan ayam nya di marinasi di kulkas selama beberapa menit agar bumbu nya menyerap. 


"Mami, tadi Naren pesen puding mangga."


"Buatin aja, sayang." Ucap Melisa, Ayunda mengangguk dan dia mulai mengupas mangga yang tadi dia beli dari supermarket. 

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2