
Keesokan pagi nya, Ayunda terbangun lebih dulu. Dia bergegas ke kamar mandi untuk mencuci muka nya dengan sabun yang sudah di sediakan. Dia akan mandi setelah memasak untuk sarapan.
Gadis itu keluar dari kamar dan berjalan ke arah dapur, dia membuka kulkas dan mengambil ayam juga sayuran. Hari ini, dia akan membuat ayam goreng bumbu kuning dengan sambel tomat, seperti nya akan enak. Meskipun Ayunda tidak mengetahui, apakah Naren akan menyukai masakan nya atau tidak. Tapi, tidak ada salahnya kalau dia memasak makanan ini. Kalau pun Naren tidak suka, dia menyukai nya dan akan memakan nya. Jadi makanan itu tidak akan terbuang sia-sia.
Ayunda menaburkan bumbu instan lalu merebus nya hingga air nya menyusut, lalu menggoreng nya. Dia juga membuat tumis pakcoy yang di campur dengan udang, karena di kulkas ada udang jadi dia memakai nya.
Tak lupa, dia juga membuat sambel nya. Dia menggoreng terlebih dahulu semua bahan nya dan setelah cukup layu, Ayunda mengangkat nya dan meletakan nya di cobek. Gadis itu mengulek nya hingga semua nya halus.
"Selesai, nasi nya juga sudah matang." Gumam Ayunda. Dia hanya perlu menunggu Naren bangun saja.
"Terasa ada yang kurang, tapi apa ya?" Gadis itu terlihat sedang berpikir, kira-kira apa yang harus dia buat lagi.
"Aaahhh ya, kopi." Ayunda pun membuat secangkir kopi untuk Naren. Dia pun meletakan nya di atas meja, karena merasa Naren tidak kunjung bangun juga, Ayunda pun kembali ke kamar dan melihat kira nya Naren sudah bangun atau belum.
Ayunda membuka pintu nya, dia melihat kalau Naren masih tertidur pulas di atas ranjang dengan posisi yang sama sekali tidak berubah. Gadis itu tersenyum kecil saat melihat pipi Naren terlihat lucu saat tertidur, dia tenang seperti bayi saat tidur. Menggemaskan sekali.
Gadis itu membuka gordeng dan membuat Naren menutup kepala nya dengan selimut, untuk menghindari silau dari cahaya matahari.
"Bangun, sudah pagi.." Ucap Ayunda dengan lembut. Dia membuka selimut yang membalut tubuh Naren.
__ADS_1
"Lima menit lagi, yang. Masih ngantuk."
"Kamu gak ngantor gitu? Ini udah siang banget lho." Ucap Ayunda.
"Jam berapa?"
"Hampir jam delapan, Naren." Jawab Ayunda. Naren membuka kedua mata nya dengan perlahan. Pagi-pagi begini dia sudah di suguhi pemandangan yang indah, Ayunda tersenyum padanya. Gadis itu terlihat sangat cantik pagi ini.
"Hmmm, tapi ini hari minggu. Biarkan saja, aku ingin tidur seharian."
"Kamu gak lapar? Aku masak ayam goreng, tumis pakcoy sama sambel. Gak mau makan dulu? Setelah makan, kamu bisa melanjutkan tidur nya." Ucap Ayunda, akhirnya Naren pun menurut. Dia beranjak dari tidur nya, dia mengucek mata nya yang terasa cukup berat. Dia duduk di sisi ranjang sambil menatap ke arah Ayunda yang berdiri tak jauh dari nya.
"H-aahh?"
"Ciuman selamat pagi, sayang." Jawab Naren sambil tersenyum.
"Tapi aku belum mandi."
"Tidak apa-apa, sayang. Kemarilah dan cium aku." Ucap Naren, dia menarik tangan sang gadis dan mendudukan nya di pangkuan.
__ADS_1
"Aaawwhhss.." Ayunda meringis karena dia terduduk dengan cukup kasar.
"Sakit ya? Maafkan aku, sayang."
"Iya, tidak apa-apa." Jawab Ayunda. Naren tersenyum, dia mendekatkan wajah nya dan mengecup pipi Ayunda dengan mesra.
"Besok-besok, tolong sambut aku dengan mesra, sayang."
"Hmmm, tapi aku.."
"Belajar secara perlahan agar kamu terbiasa, sayang. Juga, biasakan panggil aku dengan panggilan sayang, jangan memanggil nama lagi. Aku merasa itu sedikit aneh." Jelas Naren, Ayunda mengangguk dengan wajah yang merona karena malu.
"Sudah kan? Ayo cuci muka dulu, lalu kita sarapan. Aku juga sudah membuatkan kamu kopi, nanti keburu dingin."
"Baiklah, sayang. Tunggu sebentar, aku akan ke kamar mandi dulu." Ayunda pun turun dari pangkuan sang pria, lalu membiarkan Naren pergi ke kamar mandi. Sedangkan Ayunda membereskan ranjang tempat mereka tidur bersama tadi malam.
.....
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1