
"Papi pulang.." Ucap Arvin, pria paruh baya itu baru saja pulang. Dia membawa tas di punggung nya, terlihat jelas raut wajah yang senang. Mungkin Arvin merasa bahagia karena dia pulang hari ini, niat hati ingin memberikan kejutan pada istri dan juga anak menantu nya dengan pulang tidak memberi tahu terlebih dulu.
Tapi saat dia pulang ke rumah, suasana nya sangat sunyi, sepi nyaris tidak berpenghuni. Hanya ada beberapa maid yang sibuk hilir mudik kesana kemari mengerjakan tugas masing-masing. Pria itu terlihat keheranan, tak biasa nya di rumah ini tidak ada siapa-siapa seperti ini.
"Maya.." Panggil Arvin, membuat wanita itu yang sedang berjalan tak sengaja berpapasan dengan pria itu pun menghentikan langkah nya.
"Iya, Tuan. Kapan anda pulang?"
"Aku baru saja pulang, dimana Nyonya? Ayunda?" Tanya Arvin membuat Maya terlihat sedih.
"Nyonya baru saja pergi ke rumah sakit, Tuan."
"Ada apa? Siapa yang sakit, Maya?"
"Nona Ayunda." Jawab Maya membuat kedua mata Arvin membulat sempurna. Dia merasakan tidak enak di hati nya setelah mendengar jawaban Maya.
"Kenapa dengan nya?"
"Saya kurang tahu, Tuan." Jawab Maya lagi. Sebenarnya dia tahu apa yang terjadi pada Ayunda, karena tadi dia mendengar nya langsung dari Melisa. Namun, dia merasa tidak berhak untuk memberitahukan berita buruk ini pada Arvin, karena dia bukan siapa-siapa. Hanya maid saja, akan terasa lancang sekali kalau dia mengatakan apa yang membuat Ayunda di rawat di rumah sakit sekarang ini.
__ADS_1
"Di rumah sakit mana menantu ku di rawat, Maya?"
"Di rumah sakit xxx, Tuan." Jawab Maya. Saat itu juga, Arvin bergegas pergi dengan membawa mobil hitam miliknya. Dia kalang kabut saat mendengar ucapan Maya, dia tidak tahu harus seperti apa maka dari itu dia langsung pergi ke rumah sakit untuk melihat dan memastikan menantu kesayangan nya itu sakit apa.
Dia mengendarai kendaraan nya dengan kecepatan tinggi, sungguh dia tidak sabar untuk melihat keadaan menantu nya. Dia khawatir, sangat khawatir.
Sesampai nya di rumah sakit, Arvin kelimpungan mencari keberadaan istri nya juga menantu dan putra nya yang dia yakini pasti ada di rumah sakit ini juga.
"Astaga, dimana mereka?" Gumam Arvin. Dia pun kelelahan, akhirnya merogoh saku dan mengambil ponsel nya.
"Sial, kenapa gak dari tadi di telepon ya?" Pria itu mengumpaat kesal gara-gara baru menyadari, kenapa gak dari tadi saja dia menelpon, kenapa baru ingat pas dia sudah berkeliling mencari kesana-kemari? Aisshh, capek-capek dia mencari tapi kenapa baru ingat kalau ada ponsel?
"Permisi, maaf suster. Saya mencari pasien atas nama Ayunda Maishika, ada di ruangan apa ya?"
"Sebentar, Tuan. Mari ikut saya." Jawab perawat itu, Arvin pun mengekor di belakang perawat itu.
Perawat itu membuka sebuah buku dan mencari nama yang di sebutkan oleh Arvin.
"Nona Ayunda berada di ruang anggrek nomor 15, pemulihan pasca operasi." Jawab perawat itu yang membuat kedua mata Arvin membulat sempurna.
__ADS_1
"Operasi, sus?"
"Iya, tadi pagi di bawa ke rumah sakit dengan keadaan tak sadarkan diri karena pendarahan. Tapi sayang sekali, kandungan nya tak bisa bertahan dan harus di operasi, Tuan."
"A-apa? Itu tidak mungkin, sus."
"Maaf, Tuan. Tapi itu kenyataan nya, Nona Ayunda keguguran dan terpaksa kami harus mengangkat janin nya. Karena kalau tidak segera di operasi, kami khawatir itu akan membahayakan janin nya."
"Apa penyebab pendarahan itu, suster?" Tanya Arvin lagi membuat perawat itu melihat kembali catatan medis yang di tulis oleh dokter di buku itu.
"Menurut keterangan dokter, ini adalah efek obat penggugur kandungan yang masih tersisa, Tuan. Obat itu sangat keras karena di berikan terlalu banyak dan tidak sesuai dengan dosis nya." Jelas Perawat itu membuat sekujur tubuh Arvin terasa lemas seketika. Kedua tangan nya mengepal, dia marah karena ini semua adalah perbuatan Trisa. Ayunda takkan keguguran kalau seandainya dia tidak berurusan dengan wanita jahat seperti Trisa. Sialan sekali.
'Aku harap wanita itu pergi ke neraka!' Batin Arvino. Dia pun segera pergi dari sana dan pergi ke ruangan tempat menantu nya di rawat. Dia tidak bisa membayangkan akan seperti apa reaksi Ayunda jika mengetahui kalau janin yang selama lima bulan ini menghuni rahim nya, terpaksa harus gugur di tengah pertempuran. Niat hati, dia ingin memberikan kejutan pada keluarga nya dengan pulang tanpa mengabari terlebih dulu, tapi ternyata dia yang malah mendapatkan kejutan.
'Papi yakin kamu wanita yang baik, wanita yang kuat. Papi yakin kamu akan bisa melewati cobaan ini, sayang.'
.....
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1