
Setelah acara belanja bulanan yang cukup melelahkan, sesampai nya di rumah Ayunda langsung membereskan belanjaan nya, menata nya sesuai tempat nya.
Arvin juga pulang untuk makan siang di rumah, sudah biasa memang kalau Arvin selalu pulang ke rumah saat waktu makan siang, karena jarak dari perusahaan dan rumah cukup dekat untuk di tempuh menggunakan mobil, jadi Arvin selalu memilih untuk pulang dan makan di rumah, masakan sang istri jauh lebih enak dari pada makanan restoran, menurut lidah Arvin.
"Sayang, istirahat dulu sana. Kamu baru saja pulang, langsung nata barang belanjaan, biar nanti Mami selesai kan."
"Tapi, tinggal sedikit lagi kok, Mi. Tanggung hehe."
"Gapapa, Mami tahu kalau kamu pasti kelelahan, jadi tidurlah."
"Baiklah, Mi. Ayu juga ngantuk, hehe."
"Iya, tidurlah. Nanti Mami bangunkan kalau Naren sudah pulang."
"Iya, Mami." Jawab Ayunda, dia pun pergi ke kamar untuk beristirahat.
"Mami, belanja apa saja?"
__ADS_1
"Kebutuhan rumah aja, Pi. Kenapa?"
"Gak beli pakaian dinas gitu, sekalian?" Tanya Arvin sambil terkekeh.
"Papi udah tua juga, badan Mami udah melar kayak gini, udah gak cocok pake baju gituan."
"Tapi tubuh Mami masih sangat menggoda seperti dulu, lho."
"Papi bisa aja, Mami kan jadi malu." Ucap Melisa sambil menepuk pelan lengan sang suami dengan manja.
"Dih, masih aja malu-malu. Kita kan nikah udah berapa puluh tahun, sayang?"
"Husshh gak boleh ngomong gitu, Mami."
"Iya iya, Papi." Jawab Melisa sambil terkekeh.
Di kamar, Ayunda benar-benar tertidur karena kelelahan. Semalam dia di ajak begadang oleh suami nya, jadi kurang tidur. Lalu di ajak belanja bulanan ke supermarket membuat kaki nya pegal-pegal juga, karena harus memutari supermarket yang besar itu sambil mendorong troli berisi belanjaan.
__ADS_1
Perempuan itu tertidur dengan nyenyak hingga lupa waktu. Naren sudah pulang dan dia langsung menuju ke kamar untuk menemui sang istri. Naren tersenyum saat melihat istrinya tertidur, dia mendekat dan duduk di sisi ranjang sambil mengusap-usap wajah cantik Ayunda dan menyelipkan anak rambut sang istri ke belakang telinga nya.
"Seperti nya dia memang sangat kelelahan ya?" Gumam Narendra sambil tersenyum. Dia mengecup singkat kening Ayunda dan pergi ke kamar mandi.
Pria itu melepaskan dasi yang mengikat leher nya dengan kuat sejak tadi pagi, rasa nya benar-benar mencekik. Pria itu menikmati guyuran air shower yang terasa sangat menyejukkan bagi Narendra. Kepala nya terasa jauh lebih ringan setelah mendinginkan kepala nya dengan air. Dia juga merasa lebih segar, meskipun yang lebih menyegarkan adalah melihat penampilan istrinya yang memakai lingerie merah seksii.
Tak membutuhkan waktu lama, Naren sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang nya. Air menetes dari rambut basah nya, akhir-akhir ini dia lebih suka dan sering keramas karena kebutuhan. Pagi, siang, malam dia selalu keramas. Jadi, jangan salahkan kalau shampoo di kamar mandi menjadi dua kali lipat lebih sering habis di bandingkan saat Narendra belum menikah.
"Eehmmm, Mas.." Ayunda terbangun dari tidurnya, lalu menatap ke arah pria yang saat ini sedang berdiri di depan nya dengan pemandangan yang memanjakan mata bagi perempuan itu, bangun tidur malah di sajikan dengan pemandangan yang indah, membuat mata nya cerah seketika.
"Iya, sayang. Aku terlalu berisik ya?"
"Tidak kok, memang sudah waktu nya aku bangun. Maaf tidak menyambut kamu di bawah, Mas."
"Tidak apa-apa, sayang." Jawab Narendra. Dia pun mengambil pakaian nya yang ada di atas kasur dan memakai nya di depan Ayunda. Seketika saja wajah perempuan itu memerah karena malu.
.....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻