Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 68 - Ghibahin Atasan Sendiri


__ADS_3

Sore hari nya, Narendra pun membangunkan sang istri yang masih tertidur dengan lelap. Narendra tersenyum saat melihat perempuan cantik itu melenguuh beberapa kali saat Narendra berusaha membangunkan dirinya.


"Sayang, bangunlah. Ini sudah sore, mari kita pulang." Ajak Narendra. Pria itu pun tersenyum saat melihat kedua mata Ayunda mulai terbuka secara perlahan.


"Enghh.."


"Sudah bangun, sayang?" Tanya Narendra sambil mengusap lembut puncak kepala sang istri dan mengecup kening nya.


"Hmmm, kita dimana, Mas?" Balik tanya Ayunda dengan suara serak khas bangun tidur nya. Pria itu pun tergelak begitu mendengar pertanyaan yang keluar begitu saja dari mulut sang istri. 


"Kita masih di kantor, sayang. Ini sudah jam pulang kantor, ayo kita pulang?" Ajak Narendra. Ayunda menganggukan kepala nya, lalu dia beranjak dari berbaring nya dan pergi bersama Narendra. Seperti tadi, wanita itu menggandeng lengan sang suami dengan mesra. 


"Sayang.." Panggil Naren membuat Ayunda setengah mendongak agar bisa melihat wajah tampan suami nya. 


"Iya, Mas."


"Kita pergi ke mall dulu ya?"


"Mau ngapain? Apa kamu mau membeli sesuatu, Mas?" Tanya Ayunda. 


"Iya, Mas ingin membelikan mu ponsel. Biar nanti kalau Mas ada sesuatu, atau kamu mau sesuatu bisa hubungi Mas." Jawab Narendra sambil mengacak rambut sang istri dengan gemas. Hal itu tentu nya tak luput dari penglihatan para karyawan yang sudah mulai berhamburan keluar dari ruangan divisi masing-masing karena sudah waktu nya pulang.


Jujur, mereka di buat itu sekaligus baper saat melihat perlakuan sang atasan mereka pada sosok wanita yang tadi pagi datang bersama nya, kemesraan kedua nya benar-benar terlihat sangat alami tanpa di buat-buat untuk sekedar gimick semata. 

__ADS_1


Jadi, tanpa harus menanyakan secara langsung pada Narendra, mereka sudah bisa menebak kalau wanita yang sedari tadi datang dan bersama Narendra itu pasti wanita yang memiliki posisi penting dalam hidup Naren. Wanita spesial yang mampu meluluhkan dingin nya hari seorang Narendra. 


"Tidak di ragukan lagi, mereka pasti pacaran atau enggak ya pasangan suami istri." Ucap salah satu karyawan yang menyaksikan sendiri adegan uwu di depan nya dengan mata kepala sendiri. 


"Iya tuh, keliatan banget ya mesra nya. Seneng banget gue liat nya, Tuan Naren terlihat sayang banget sama cewek nya."


"Sumpah, pengen kenalan sama cewek nya. Minimal tahu nama nya lah, biar bisa kepoin akun medsos nya." Jawab yang lain sambil terkekeh. 


"Bener deh, tapi menurut kalian nih kalo mereka memang udah nikah, kenapa gak di publish aja atau ngadain pesta misalnya?"


"Hmmm, bener juga. Soalnya kan Tuan Naren tuh anak tunggal keluarga Sanjaya, pasti kalo nikah bakalan heboh sejagat maya kan? Tapi sejauh ini belum ada, rumor pacaran juga gak ada." Celetuk yang lain, membuat Mark yang masih berada di dalam ruangan nya mendengar secara langsung perbincangan sesama karyawan di kantor Narendra itu.


"Ehem.." Mark berdehem, membuat para karyawan wanita itu langsung menoleh dan terlihat terkejut saat melihat kalau ternyata ada Mark di belakang mereka. 


"Ngapain? Gak pulang atau mau nginep disini sama setan kantor?" Tanya Mark dengan sinis.


"Hehe, lagi ngantri lift."


"Tuh lift nya udah kebuka dari tadi." Mark menunjuk ke arah bilik lift yang sudah lama terbuka. 


"Eehh.."


"Kalian gak malu apa? Ghibahin yang punya perusahaan, kalo kedengeran Tuan Naren, kalian udah di pecat!"

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Habisnya kami penasaran sama perempuan yang datang sama Tuan Naren." 


"Memang nya kenapa? Apa itu mengganggu kalian?" Tanya Mark dengan suara datar nya.


"Tidak, tidak sama sekali. Justru kami senang kalau Tuan Naren sudah memiliki tambatan hati, ya meskipun kamu mengalami sedikit patah hati. Hehe."


"Lalu?"


"Tidak apa-apa, kami hanya ingin tahu."


"Nama nya Ayunda Maishika, dia kekasih Tuan Naren."


"Benarkah? Wah, dari nama sampai wajah benar-benar sesuai ya." Cetus salah satu karyawan yang terlihat sederhana sambil tersenyum kecil. 


"Iya, bener. Selain cantik, Nona Ayu juga terlihat sangat ramah dan baik hati ya."


"Jadi, sekarang kalian sudah tahu bukan? Pulang, bubar! Kalau sampai aku melihat kalian berkumpul seperti ini lagi, aku akan mengatakan semua nya pada Tuan Naren. Bahkan menaburkan sedikit bubuk pertikaian agar kalian di pecat." Ancam Mark, membuat karyawan perempuan yang berjumlah lima orang itu langsung berlari masuk ke dalam lift. 


Mark tertawa melihat wajah-wajah panik mereka, tapi seketika tawa nya itu terhenti kala dia lupa kalau dia sendiri juga akan pulang. Tapi lift nya malah sudah menutup, terpaksalah dia harus menunggu lift selanjutnya. Cukup lama juga hingga membuat nya bosan.


"Sialan banget, bisa-bisa nya lupa padahal mau pulang juga." 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2