
"Aduh, sebentar Mas." Ucap Ayunda saat mobil yang di kendarai oleh suami nya berhenti di sebuah kawasan perkantoran yang terlihat sangat sibuk padahal hari masih sangat pagi.
"Kenapa, sayang?"
"Aku gugup, Mas. Sampai perut aku rasa nya mules." Jawab Ayunda membuat Narendra tertawa. Ada-ada saja tingkah istri nya ini, mana ada gugup sampai perut mules? Perasaan itu cukup berbeda kan?
"Mana ada gugup sampai mules sih, sayang? Kamu ini ada-ada aja, udah cepetan kita keluar."
"Bentar, Mas. Aduh, aku harus terlihat percaya diri dan cantik kan ya?" Ucap Ayunda sambil melihat penampilan nya di kaca spion. Narendra meraih tubuh sang istri lalu membingkai wajah nya.
"Kamu sudah sangat cantik, sayang. Penampilan kamu ini sudah lebih dari sempurna, jangan merasa tidak percaya diri. Kamu cantik, bagaimana pun keadaan mu, sayang." Ucap Narendra.
Akhirnya Ayunda bisa bernafas lega, dia mendapatkan kepercayaan diri nya lagi. Dia pun menerima uluran tangan sang suami lalu menggenggam tangan besar Narendra dengan erat.
"Gandeng lengan ku, sayang."
"Aaa, baiklah." Ayunda menggandeng lengan besar sang suami lalu kedua nya berjalan dengan perlahan. Ayunda berjalan dengan anggun, membuat para karyawan yang sedang hilir mudik kesana kemari menghentikan sejenak kegiatan mereka dan melihat ke arah Narendra yang baru saja datang itu.
__ADS_1
Tapi, pagi ini terlihat sangat berbeda karena di samping pria itu ada seorang perempuan yang terlihat sangat cantik, anggun dan ramah. Dia menebar senyuman manis nya membuat lesung pipit di pipi nya terlihat sangat cantik saat dia tersenyum.
Pasangan serasi. Ya, kedua nya terlihat sangat serasi, Narendra yang tampan, berwajah tegas dan berwibawa, di sandingkan dengan seorang perempuan cantik yang nyaris sempurna dari segi penampilan.
"Selamat pagi, Tuan." Sapa karyawan yang tak sengaja melihat kedatangan pasangan itu.
"Pagi.." jawab Narendra dengan datar, membuat Ayunda melirik ke arah sang suami yang hanya menunjukkan wajah datar tanpa ekspresi apapun. Wajah nya benar-benar datar, tentu saja ekspresi pria itu berbeda jauh saat sedang di rumah.
Narendra di kantor versus Narendra di rumah, kedua nya jauh berbeda. Jika di kantor Narendra menjelma menjadi pria yang datar, tegas dan berwibawa. Lain hal nya jika pria itu berada di rumah, dia berubah menjadi pria yang bucin pada istri nya, selayaknya suami pada umum nya.
Bahkan dia tak segan-segan merengek pada istri nya, seperti anak kecil merengek pada ibu nya meminta permen tapi tidak di belikan. Tapi, bukan permen yang di inginkan oleh Narendra, tapi susu murni yang berasal langsung dari perbukitan yang terjal. Narendra harus mendaki bukit itu dulu sebelum mendapatkan susu nya, terdengar cukup sulit bukan? Tapi, itulah sensasi yang membuat Narendra terus ketagihan.
Makanya, bagi Ayunda perubahan sang suami itu terlihat cukup aneh dan mengherankan. Tapi mungkin secara perlahan, dia akan terbiasa dengan sikap suami nya di kantor dan di rumah. Narendra juga bisa mengatur nya sedemikian rupa.
Ayunda tersenyum kecil lalu menganggukan kepala nya dengan perlahan sebagai jawaban. Pria itu pun kembali berjalan bersama Ayunda, membuat karyawan itu langsung berkumpul dan berbisik-bisik tentang siapa perempuan yang bersama Narendra, atasan mereka.
"Kira-kira perempuan cantik yang sama Tuan Naren itu siapa ya?" Tanya salah satu karyawan perempuan yang berpenampilan sederhana.
__ADS_1
"Pacar atau mungkin istri nya."
"Wah, kalau iya udah jelas aku patah hati." Jelas salah satu karyawan yang lain.
"Bisa jadi kalau itu adiknya kan?"
"Gak mungkin, Tuan Naren kan anak tunggal keluarga Sanjaya. Jadi mustahil kalau itu adik nya, jadi kemungkinan yang paling mungkin itu pacar atau istri nya Tuan Naren."
"Wah, kalau iya berarti perempuan itu hebat ya bisa bikin Tuan Naren move on dari Nona Trisa." Jelas yang lain.
"Tapi, cantikan yang ini sih dari pada mantan nya. Yang ini lebih cantik dan ramah, wajah nya terlihat bersahabat gitu. Beda sama yang ono." Jawab nya sambil terkekeh.
"Dih, kalo ngomong suka bener. Gapapa ya, kita patah hati dikit. Kalau memang Tuan Narendra bahagia sama perempuan cantik itu, kita bisa apa selain mendukung?"
"Iyaa bener, lagian mereka kelihatan serasi banget gak sih? Yang satu cantik, anggun. Satu nya lagi, tampan, berwibawa plus tegas banget."
"Udah-udah, ayo kita lanjut kerja lagi. Nanti kena tegur Tuan Mark bisa-bisa di kasih SP." Ucap yang satu nya, mereka pun bubar dan kembali mengerjakan pekerjaan masing-masing.
__ADS_1
.....
🌻🌻🌻🌻