Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 82 - Pertanyaan Keramat


__ADS_3

"Ren, tunggu.." Ucap Trisa, dia meraih tangan Narendra membuat langkah pria itu terhenti. 


"Ada apa lagi?"


"Kita belum benar-benar selesai kan, Ren? Kita belum selesai saat aku pergi kan, kenapa kamu bisa menikah tanpa sepengetahuan ku?" Tanya Trisa membuat Narendra memutar mata nya dengan jengah. Mimpi apa dia semalam hingga harus di pertemukan dengan sosok perempuan yang paling dia benci, kalau bisa dia tak ingin bertemu lagi dengan perempuan ini selama nya!


"Kita sudah selesai, Trisa. Kita sudah selesai, cukup. Lepaskan aku, biarkan aku pergi. Istriku menungguku!"


"Tidak, kamu hanya milik ku."


"Aku bukan milik mu, saat kau lebih memilih untuk mengejar karir mu itu, aku sudah menganggap semua nya selesai." Jelas Narendra membuat Trisa menggelengkan kepala nya, dia tidak terima saat Naren mengatakan hal ini.


"Naren, aku mohon mengertilah.."


"Kapan? Kapan aku tidak mengerti padamu? Disini, aku yang sudah banyak mengalah, aku selalu berusaha mengerti dirimu. Tapi apa yang kau lakukan hmm? Kau sangat mengecewakan!" 


"Ren, apa tidak ada kesempatan lagi untuk kita?"


"Tidak, aku tidak ingin mengecewakan istri ku. Aku mencintai nya, sangat. Jangan ganggu aku dan jalani lah hidup masing-masing." Jawab Narendra. Dia pun pergi meninggalkan Trisa yang masih mematung di tempat nya. Dia benar-benar tidak menyangka karena bertemu mantan kekasih nya. 


Sialnya, mantan kekasih nya itu ternyata sudah menikah dengan wanita lain. Trisa mengepalkan kedua tangan nya dengan erat hingga buku-buku tangan nya memutih karena amarah. Dia benar-benar marah, dia tidak terima saat melihat Naren bahagia bersama wanita lain, dia hanya miliknya dan akan selalu begitu.


"Ckk, lihat saja nanti. Lambat laun kau akan kembali padaku, aku pastikan rumah tangga kalian akan hancur di tangan ku!" Gumam Trisa, dia tersenyum menyeringai lalu memilih pergi dari sana. 

__ADS_1


Di dalam ruangan, Ayunda sedang melakukan pemeriksaan rutin dengan dokter terbaik yang memiliki banyak pasien di rumah sakit ini. 


Tak lama kemudian, Naren masuk ke dalam ruangan praktik dokter kandungan itu dengan wajah datar nya.


"Maaf, sayang. Apa aku lama?" Tanya Narendra. Ayunda menyambut suaminya dengan senyum manis nya, pria itu menepati janji nya saja dia sudah senang. 


"Tidak, Mas."


"Hallo, Tuan. Selamat siang.." 


"Siang, dokter." Balas Narendra sambil tersenyum kecil. 


"Istri anda sedang hamil, usia kandungan nya saat ini sudah delapan minggu atau dua bulan. Saat ini, kehamilan istri anda masih sangat beresiko terjadi keguguran." Jelas dokter itu, dia sudah menjelaskan hal ini pada Ayunda tadi. Tapi, sekarang dia menjelaskan nya pada Naren, suami dari pasien nya agar dia mengetahui semua tentang ibu hamil. 


"Jangan terlalu banyak beraktivitas atau berpikiran yang berat-berat, stress berlebihan juga tidak baik, itu bisa menyebabkan keguguran. Saya sarankan, istirahat yang cukup dan selalu makan teratur. Makan makanan sehat seperti daging, ikan, telur, sayur dan buah-buahan."


"Baik, Dokter. Kalau untuk hubungan badan, bagaimana?" Tanya Narendra tanpa malu sedikit pun. Berbeda dengan Ayunda yang langsung menundukan kepala nya untuk menyembunyikan semburat kemerahan di wajah nya karena malu, padahal bukan dia yang bertanya. 


"Pertanyaan keramat ini, hahaha.." Dokter itu tertawa lirih begitu mendengar pertanyaan Narendra. Pertanyaan keramat? Artinya, Narendra bukanlah pria atau suami pertama yang menanyakan hal ini pada dokter.


"Selama tidak menyakiti ibu hamil, tidak masalah. Tapi saya sarankan jangan terlalu sering, seminggu tiga kali masih di perbolehkan, Tuan." Jelas dokter itu, sambil tersenyum kecil.


"Ohh, baiklah. Apa ada makanan yang tidak boleh dimakan selama hamil, dok?"

__ADS_1


"Semua nya boleh, Tuan."


"Makanan pedas?"


"Boleh, tapi jangan berlebihan. Semua yang berlebihan selalu tidak baik, termasuk dalam hal makanan." Jelas dokter itu. Narendra menganggukan kepala nya mengiyakan. 


"Baiklah kalau begitu, dok." 


"Saya hanya akan meresepkan vitamin untuk penguat kandungan dan silahkan tebus di bagian farmasi, Nona dan Tuan."


"Baik, dok." Jawab kedua nya kompak. Setelah resep vitamin nya selesai, pasangan suami istri itu pun pergi dengan wajah yang berbinar cerah. 


"Lihat ini, sayang. Ini adalah rahim aku dan ini janin nya." Ayunda menunjukkan kertas kecil berisi foto berwarna hitam dan abu-abu. Gambar itu hanya berupa satu lingkaran besar dan objek abstrak di dalam nya.


"Ini anak kita, sayang?"


"Iya, Mas."


"Dia kecil sekali, apa berat nya sudah normal, sayang?"


"Normal kok, kata dokter pertumbuhan nya sangat baik." Jelas Ayunda membuat Narendra merangkul istrinya dengan mesra, dan hal itu tidak luput dari pandangan seseorang yang menatap kemesraan antara Narendra dan Ayunda dengan tatapan tajam.


'Aku takkan membiarkan kalian bahagia di atas penderitaan ku!' Batin Trisa. Dia terobsesi untuk memiliki Narendra, tak peduli meskipun saat ini pria itu sudah menikah dan tengah menanti kelahiran anak pertama nya bersama wanita bernama Ayunda.

__ADS_1


.......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2