Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 27 - Berbeda Level


__ADS_3

"Papi merestui aku dan Ayu?" Tanya Naren. Dia benar-benar merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Arvin.


"Ya, memang nya kenapa? Dia gadis yang baik dan yang terlebih utama, kau sudah merenggut kehormatan gadis ini. Jadi, alasan apa yang akan aku gunakan untuk tidak memberikan restu ku untuk kalian berdua?" Tanya Arvin, membaut Ayunda maupun Naren saling menatap satu sama lain. 


"Jadi, kapan kalian akan menikah?" Tanya Arvin lagi.


"Mungkin Naren belum siap, Om. Saya tidak masalah kalau.."


"Lusa." Jawab Naren dengan tegas, membuat Ayunda menganga begitu mendengar jawaban Naren. Lusa? Apa tidak terlalu cepat?


"Oke, lusa."


"Aku ingin menikah secara rahasia saja dulu, setelah nya baru akan menyiapkan untuk pesta resepsi." Jelas Naren.


"Maksud mu? Kau ingin merahasiakan pernikahan mu itu, Naren? Kau ingin bertingkah seolah kau masih sendiri, belum mempunyai istri hah?" Tanya Arvin dengan suara menggelegar.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Om." Jawab Ayunda sambil tersenyum.


"Bukan masalah tidak apa-apa nya, tapi ini tentang sebuah tanggung jawab. Naren harus mempublish pernikahan kalian secara resmi." 


"Tapi, Pi.."


"Tidak perlu, aku tidak keberatan sama sekali kok." Jawab Ayunda lirih. Dia tidak mau menuntut apapun pada Naren, dia mau bertanggung jawab padanya saja, Ayunda sudah senang. 


"Hmmm, baiklah terserah kalian saja kalau begitu." Pasrah Arvin. Dia hanya akan mengikuti alur cerita yang di buat oleh putra dan calon menantu nya, Ayunda.


"Iya, Mi." Jawab Naren. Melisa duduk di samping Ayunda, dia meraih wajah cantik gadis itu lalu mengusap nya. Melisa memeluk tubuh Ayunda dan mengusap-usap punggung gadis itu dengan lembut. 


"Sayang, maafin putra Mami ya. Dia memang agak sedikit nakal, tapi Mami yakin kamu akan membuat nya menjadi penurut." Ucap Melisa pada Ayunda. Gadis itu hanya tersenyum sambil membalas pelukan Melisa, pelukan hangat seorang ibu yang sangat dia rindukan.


"Tidak apa-apa, Mi. Sebenarnya, ini juga bukan sepenuh nya salah Naren, karena dia di jebak." 

__ADS_1


"Maksud nya?" Tanya Melisa, dia melerai pelukan nya dengan Ayunda lalu menatap wajah cantik gadis itu, tatapan mata yang benar-benar polos dan tulus. Dia tidak melihat ada nya kebohongan dalam tatapan nya itu. 


Ayunda pun menjelaskan semua nya dari awal, membuat Arvin dan juga Melisa terhenyak. Mereka benar-benar terkejut, jadi ini semua bukanlah sepenuh nya kesalahan Naren kan? Tapi tetap saja, dia sudah merenggut sesuatu yang harus nya dia ambil setelah menikah.


"Astaga, apa itu benar, Boy?"


"Hmm, Rudolf dan asisten nya. Tapi ya sudahlah, aku juga menyukai Ayunda dan akan mempertanggung jawabkan apa yang sudah aku perbuat." Jawab Naren sambil tersenyum kecil.


"Ya, mau bagaimana pun hal yang sudah kau renggut takkan bisa di kembalikan. Syukurlah, Papi rasa Ayunda lebih pantas mendampingi mu." Ucap Arvin membuat Melisa menganggukan kepala nya dengan cepat. Dia setuju sekali dengan apa yang di katakan suami nya. 


Mereka merasa, Ayunda jauh lebih baik dari pada mantan kekasih Naren. Wanita itu tidak apa-apa nya jika di bandingkan dengan Trisa. Level mereka jauh berbeda.


Melisa mengusap lembut puncak kepala Ayunda, di pertemuan pertemuan ini dia sudah menyukai sosok Ayunda yang polos dan juga tulus. Bahkan Naren saja sampai keheranan sendiri saat melihat Mami nya langsung akrab dengan Ayunda.


....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2