
Di mall, Ayunda dan Naren sedang berjalan-jalan. Kedua nya berjalan dengan perlahan, tentu nya dengan kedua tangan yang saling bertautan mesra. Ayunda tidak berani melayangkan protes, karena dia takut kalau semisal suami nya marah karena dia menolak saat Naren memutuskan dia akan membeli ponsel untuk nya.
Ya, dia tahu kalau maksud nya itu memang baik, tapi dia tidak terlalu memerlukan ponsel. Dia ingin menolak saat pria itu mengajak nya ke mall, tapi saat mengingat kalau Narendra adalah tipe pria yang tidak suka di bantah, Ayunda pun memilih diam dan pasrah saja saat pria itu membawa nya ke mall.
"Mau beli yang mana, sayang?" Tanya Narendra saat kedua nya sampai di toko ponsel dengan brand mendunia. Siapa sih yang tidak tahu dengan merk dan logo apel di gigit? Semua orang pasti tahu bukan termasuk harga nya yang mehong.
"Terserah Mas aja, aku gak tahu apa-apa tentang ponsel." Jawab Ayunda. Narendra pun tersenyum kecil.
"Kita beli tipe yang sama dengan punya ku saja ya? Jadi nya couple."
"Iya, Mas." Jawab Ayunda. Narendra pun memilih ponsel dengan tipe yang sama dengan milik nya. Setelah selesai di bungkus, Narendra pun membayar ponsel itu dengan kartu tanpa limit miliknya. Lalu kedua nya pun pergi, masih dengan tangan yang saling bertaut mesra.
"Ada yang mau kamu beli, sayang?" Tanya Narendra. Tapi Ayunda sedang tidak mood untuk makan atau membeli sesuatu sekarang ini.
"Gak ada, Mas."
"Yakin gak? Jangan sampai nanti pas nyampe rumah, kamu merengek-rengek mau beli sesuatu di mall."
"Dih, mana ada aku merengek kayak gitu. Bukan nya kamu ya yang suka merengek kayak bocah?"
"Bocah bukan sembarang bocah, aku itu bocah yang bisa bikin bocah. Baru bener." Jawab Narendra sambil terkekeh pelan.
__ADS_1
"Hmm, kalau udah ada bocah lain nanti, bakalan rebutan susu gak sih?"
"Jelas bakalan rebutan, sayang." Jawab Naren sambil tertawa. Sedangkan Ayunda hanya tersenyum miring, sudah dia duga jawaban nya pasti seperti ini.
"Padahal kan ada dua, kenapa gak masing-masing satu aja?"
"Kalau bocah lain nya mau berbagi, tapi aku pribadi gak suka berbagi sih, aku pengen nya kedua nya buat aku." Jawab Narendra, membuat Ayunda tertawa.
"Besar kepala kamu mah."
"Iya dong besar, kalo gak besar mana ada kamu bisa teriak-teriak keenakan di atas kasur sih?"
"Ya emang di mall, siapa gitu yang bilang kita lagi di hotel. Kan gak ada yang bilang kayak gitu, sayang." Jawab Narendra dengan wajah cuek nya.
"Terserah Mas aja deh, yang penting Mas senang."
"Iya iya, baiklah." Jawab Narendra. Kedua nya pun kembali berjalan dengan santai, sesekali kedua nya berbincang mesra yang membuat pengunjung lain merasa iri dan baper saat melihat kemesraan yang di tunjukkan oleh kedua nya.
"Yang, beli itu gak?" Tanya Naren saat mereka berjalan melewati toko khusus pakaian dinas malam. Terlihat, banyak pakaian haram di di gantung di etalase. Pakaian yang sama seperti yang Ayunda miliki di rumah, pakaian tipis dan menerawang kesukaan para kaum batang.
"Enggak deh, ngapain? Buat apaan juga pakai begituan?"
__ADS_1
"Buat nyenengin suami dong, yang." Jawab Narendra.
"Emang harus pakai pakaian seperti itu? Kamu mah aku pake gamis aja bawaan nya nafsuaan mulu, apalagi pake baju begituan? Bisa-bisa aku gak tidur semalaman gara-gara kamu mau terus." Jawab Ayunda lirih.
"Tapi kan.."
"Udah, Mas. Gak usah lah, buat apa pake baju tipis begituan kalo ujung-ujungnya di buka juga?" Tanya Ayunda lagi membuat Naren tergelak. Benar juga, sudah mah tipis menerawang tapi harga nya bikin melongo.
"Iya juga ya, oke deh. Gak usah pakai begituan, kamu telanjaang aja di depan Mas nanti ya?"
"Husshh, ayo pulang aahh."
"Oke, sayangku."
"Tapi di jalan nanti, mampir beli es jeruk ya. Boleh?"
"Boleh, istriku sayang." Jawab Narendra sambil membingkai wajah cantik sang istri lalu kedua nya pun kembali berjalan dan meninggalkan mall besar itu dengan kendaraan roda empat yang di kendarai oleh Narendra.
.....
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1