
Sesampai nya di rumah sakit, Narendra masih terus saja menggenggam tangan Ayunda dengan erat. Sebenarnya, Ayunda merasa sangat risih saat suami nya terus saja menggenggam tangan nya, padahal kan dia sudah besar gak mungkin hilang. Tapi, dia juga tidak bisa menyalahkan suami nya juga karena dia melakukan yang terbaik untuk nya.
"Sayang, aku mau pipis dulu." Ucap Ayunda. Narendra menganggukan kepala nya, dia pun membiarkan istrinya ke kamar mandi dan dia menunggu di loby rumah sakit, tepat nya di ruang tunggu.
"Jangan lama cantik."
"Iya, Mas." Jawab Ayunda. Dia pun segera pergi ke kamar mandi dan masuk ke salah satu bilik yang ada dan segera menunaikan hajat nya. Ayunda menghembuskan nafas nya dengan lega, dia merasa gugup hingga membuat nya kebelet. Perut nya juga mulas saat ini, mungkin efek karena dia gugup juga.
Setelah selesai, Ayunda pun keluar dan mencuci tangan nya. Karena tak fokus, Ayunda tak sengaja menabrak seseorang hingga membuat nya sedikit terdorong ke belakang, tapi tidak sampai terjatuh.
"Aduh, Kak maafin saya.." Ucap Ayunda sambil berusaha menolong tubuh perempuan yang dia tabrak.
"Heh, lain kali kalo jalan tuh pake mata!" Bentak nya, membuat Ayunda terhenyak. Dia benar-benar terkejut saat mendengar bentakan perempuan itu, padahal dia tidak sengaja.
"Maaf kak, saya tidak sengaja."
"Ckk.." Dia berdecak, lalu meneliti penampilan Ayunda dari atas sampai bawah. Perempuan itu tersenyum miring lalu menuding dada Ayunda dengan telunjuk nya.
"Heh, orang kampungan! Untung saja kau tidak mengotori pakaian ku, kalau sampai pakaian ku kotor, kau harus mengganti nya seratus kali lipat!" Bentak nya dengan nada tinggi. Perempuan itu memojokkan Ayunda di tembok, membuat wanita hamil itu ketakutan. Dia takut, benar-benar takut sekarang. Padahal dia tidak sengaja melakukan nya, tapi dia menghakimi dirinya seolah dirinya sudah berbuat jahat yang di sengaja.
"M-maaf kak, saya tidak sengaja." Ucap Ayunda terbata.
Plakk..
"Itu imbalan karena sudah menabrak ku." Tegas nya, lalu bersiap untuk pergi. Perempuan itu berbalik, namun saat itu juga kedua mata nya membeliak saat melihat siapa yang berdiri gagah di depan nya dengan tatapan yang terlihat sangat tajam.
"Sudah selesai memaki-maki istriku?" Tanya Narendra, dia berjalan dan dengan sengaja dia menyenggol pundak perempuan itu dengan kasar hingga membuat nya meringis kesakitan.
"Kamu baik-baik saja, sayang?"
__ADS_1
"Sa-kit, Mas.." Lirih Ayunda, Naren mengambil tangan istrinya yang menutupi sebelah pipi nya, dia melotot saat melihat pipi kanan sang istri memerah, bekas tamparan tercetak jelas disana.
"Nanti Mas obati ya, sayang."
"Tunggu, sayang?" Tanya perempuan itu, dia terlihat terkejut saat mendengar pria itu memanggil perempuan yang dia kata-katai itu dengan panggilan yang sangat mesra. Perempuan itu juga memanggil pria itu dengan panggilan Mas.
"Iya, dia istriku. Kenapa hmm?" Tanya Naren, dia beranjak dan tanpa ragu menampar wajah perempuan itu dengan keras hingga wajah nya tertoleh ke samping saking kuat nya tamparan yang di lakukan oleh Narendra.
"Aku membalas apa yang kau lakukan pada istriku!" Ucap Narendra. Dia pun menggandeng tangan istrinya keluar dari toilet, dia menatap tajam perempuan itu.
"Tunggu.." Pekik perempuan itu, dia berjalan menyusul Narendra dan Ayunda, dia menarik tangan Naren hingga membuat langkah kedua nya terhenti sejenak.
"Mas.." Lirih Ayunda. Narendra pun meminta istri nya untuk masuk ke dalam ruangan dokter kandungan sendirian, karena ada yang harus dia selesaikan dengan wanita ini.
"Sayang, kamu masuk ke dalam sendirian dulu ya? Nanti, Mas nyusul ya? Gak lama kok."
"Iya, Mas. Hati-hati ya."
"Baiklah." Jawab Ayunda, dia pun masuk ke dalam ruangan dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan nya, sekalian berkonsultasi dengan dokter tentang kehamilan nya.
Narendra pun pergi dengan langkah cepat nya, di ikuti oleh perempuan yang berpenampilan berkelas nya, bahkan ke rumah sakit saja dia mengenakan heels dan tas dengan harga ratusan juta, bahkan kalung berlian yang dia kenakan berharga lebih dari satu milyar. Gila bukan? Apa gak takut kena copet gitu.
"Naren.."
"Apa lagi?" Tanya Narendra, tatapan tajam nya masih dia layangkan pada perempuan itu. Tatapan nya sama sekali tidak melunak.
"Aku merindukan mu." Ucap Trisa, ya wanita sombong dan angkuh itu adalah Trisa, mantan kekasih Narendra.
"Aku tidak sama sekali, aku bahkan berharap untuk tidak pernah bertemu dengan mu lagi." Jawab Naren.
__ADS_1
"Kok kamu bicara seperti itu sih? Aku masih Trisa mu yang dulu, aku tidak berubah sama sekali. Apa karena perempuan itu, kamu jadi berubah seperti ini, Ren?" Tanya Trisa dengan tidak tahu malu nya.
Dulu, dia sendiri yang memilih untuk mengakhiri hubungan nya dengan Narendra karena mengejar karir, tapi sekarang? Dia seolah menjadi perempuan yang di selingkuhi oleh pacar nya. Padahal yang terjadi sebenarnya, adalah kebalikan nya.
"Jangan bawa-bawa istriku, dia tidak ada sangkut pautnya dengan hubungan kita, Trisa!"
"Istri? Kamu sudah menikah, Ren?"
"Ya, aku sudah menikah dengan nya. Puas?"
"T-tidak mungkin, tidak mungkin kamu menikah dengan perempuan lain selain aku, Ren. Kamu berjanji untuk menunggu ku, bukan?" Tanya Trisa membuat Narendra tersenyum miring.
"Menunggu? Aku mengucapkan nya sebelum kau mengatakan untuk memilih karir mu dari pada aku. Jelas?"
"Tetap saja, aku tidak terima, Ren. Aku gak rela lihat kamu sama dia!"
"Aku tidak peduli, memang nya siapa kau?"
"Ren, sekarang aku sudah kembali dan aku sudah menyelesaikan kontrak ku di Amerika. Bisakah kita kembali seperti dulu lagi? Aku yakin kamu masih mencintai aku kan?"
"Lupakan saja, aku tidak berminat untuk kembali pada masa lalu. Aku mencintai istriku sekarang, nama mu sudah tak ada di dalam hati ku lagi sekarang." Jawab Naren membuat Trisa menggelengkan kepala nya.
"Tidak, kamu mencintai aku, Ren!"
"Ya, tapi itu dulu. Sekarang, aku mencintai Ayunda, istriku!" Tegas Narendra, lalu memilih pergi dari hadapan perempuan itu.
"Ren, tunggu.."
.......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻