Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 54 - Kebiasaan Baru


__ADS_3

"Mas, jangan.." 


"Kenapa? Aku hanya ingin susu, aku haus. Lagi pun, kamu berjanji akan memberikan hal itu setelah kita selesai makan malam bukan?" Tanya Narendra, dia menatap sang istri dengan intens.


"Bolehkah malam ini kita.."


"Tidak." Jawab Narendra dengan tegas, padahal Ayunda belum selesai mengatakan nya. Tapi Naren sudah bisa menebak kalau istri nya pasti meminta libur untuk bercintaa malam ini. 


"A-aku lelah, Mas. Malam ini saja ya? Aku mohon."


"Hmm, oke. Bisa saja, tapi jatah malam ini aku tambahkan besok malam. Jadi empat ronde, bagaimana?" Tanya Narendra sambil memainkan dagu sang istri. Dia tersenyum smirk, membuat Ayunda ketakutan. 


"Mas, kamu gak sayang sama aku?"


"Kenapa bertanya seperti itu? Tentu saja aku menyayangi mu, sayang."


"Lalu kenapa Mas ingin membunuh ku?" Tanya Ayunda membuat kening Narendra mengernyit.


"Membunuh? Siapa yang akan melakukan itu? Tidak mungkin, sayang."


"Tapi bermain itu empat ronde, bukankah itu sama saja dengan kamu ingin melakukan percobaan pembunuhan padaku, Mas?" Tanya Ayunda, membuat Naren tertawa.


"Bermain empat ronde dalam semalam, takkan membuat mu mati, sayang. Kalau lelah, kita bisa istirahat dulu. Atau aku akan melakukan nya di pagi hari." Jelas Narendra sambil tersenyum kecil.

__ADS_1


"Baiklah, malam ini aku ingin tidur dengan nyenyak. Bagaimana kalau sebagai ganti nya, kita bermain pagi hari?" Bujuk Ayunda. Jujur saja dia sangat kelelahan, setiap malam sejak mereka menikah, Narendra selalu saja meminta hak nya. Seperti nya dia memang doyan, makanya setiap malam selalu terlewati dengan adegan panas yang membuat suasana malam mereka jauh lebih panas. 


"Oke deal, aku setuju." Jawab Narendra. 


"Lagi pula, besok aku libur. Jadi kita bisa bermain seharian besok." Tambah nya lagi, membuat kedua mata Ayunda membeliak. Sumpah, kenapa dia bisa melupakan kalau besok adalah hari Sabtu? Kantor pasti tutup karena weekend kan. 


"Astaga, Mas. Baiklah, ayo kita bermain sekarang saja. Aku mau bisa berjalan seperti biasanya." Jawab Ayunda membuat Narendra tersenyum penuh kemenangan. Inilah yang dia inginkan dan dia sangat menyukai nya. 


"Oke oke, kalau itu mau mu. Mari kita bermain, sayang." Jawab Narendra. Ayunda pun langsung melucuti pakaian nya tanpa harus di minta terlebih dulu. 


Malam itu, kedua nya pun kembali mengulang percintaan panas mereka dengan di warnai hujan deras di luar sana. Suasana yang sangat mendukung untuk bermesraan atau berbagi keringat bagi kedua insan yang masih menikmati masa-masa menjadi pengantin baru. 


Suara-suara erotis terdengar menggema di seluruh ruangan persegi yang cukup luas ini, namun tenang saja karena Narendra cukup gercep untuk memasang alat peredam suara. Jadi, mau sekeras apapun orang berteriak dari dalam, tidak akan terdengar sampai keluar. 


"Terimakasih, istriku. Aku suka desaahan mu, aku juga menyukai saat kamu melenguuhkan nama ku berulang-ulang." Bisik Narendra di telinga sang istri, dia baru saja mendapatkan pelepasan nya. Dia mengatur nafas nya yang memburu sejenak, lalu berguling ke samping karena tadi dia ambruk menimpa tubuh polos sang istri.


"Aku malu.."


"Kenapa harus malu? Tadi, saat kamu mendesaah, menjerit keenakan seperti itu, apa kamu tidak malu?" Tanya Narendra dengan senyum menggoda nya, membuat wajah Ayunda memerah seperti kepiting rebus. 


"Hahaha, wajah mu memerah. Lucu sekali." Ucap Naren, dia pun meraih tubuh polos sang istri ke dalam pelukan nya. Beberapa kali, dia mengecupi puncak kepala sang istri dengan mesra. 


"Nafssu mengalahkan segala nya, iya kan?"

__ADS_1


"Mas, sudahlah. Aku malu, jangan membahas nya." Ucap Ayunda, membuat Naren terkekeh. Dia merasa terhibur dengan tingkah sang istri yang menurut nya sangat menggemaskan. 


"Baiklah, ayo tidur. Besok kita jalan-jalan, mau?"


"Jalan-jalan kemana, Mas? Aku gak mau kalau di mobil kamu pengharum nya masih sama seperti yang waktu itu." Ucap Ayunda.


"Aku sudah mengganti nya dengan wangi kesukaan mu, sayang." Jawab Narendra. 


"Baiklah kalau begitu, tapi kita mau kemana?"


"Terserah kamu saja, pikirkan besok. Sekarang kita tidur, sebelum aku berubah pikiran. Atau kamu masih menginginkan nya, sayang?" Tanya Narendra. 


"A-aku.."


"Jangan khawatir, aku masih sangat sanggup kalau hanya satu atau dua ronde lagi, sayang."


"Mas, aku capek."


"Yaudah, makanya tidur." 


"Bagaimana aku bisa tidur kalau tangan mu itu nakal kemana-mana, Mas?" Tanya Ayunda membuat Naren tertawa. Kebiasaan tangan nya yang baru, beginilah. Memainkan putting sang istri setelah bermain kuda-kudaan adalah kebiasaan nya.


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2