
"Kok kamu malah marahin aku sih, Mas?" Tanya Ayunda, dia menatap suami nya dengan tatapan sendu. Bahkan kedua mata nya berkaca-kaca, sekali berkedip saja bisa di pastikan air mata Ayunda akan menetes.
"Lho lho, kok malah nangis sih?" Tanya Narendra dengan panik. Dia heran sendiri saat melihat istri nya malah hampir menangis, padahal dia hanya menegur nya sedikit. Dia juga tak tahu kalau istrinya begitu sensitif, hingga hal seperti ini saja membuat dia menangis.
"Hikss.. hikss.."
"Astaga, istriku sayang. Kamu kenapa jadi sensitif begini?" Naren meraih istrinya ke dalam pelukan hangat nya, dia mengusap-usap punggung istri nya dengan lembut. Sungguh dia tidak menyangka kalau ucapan nya yang menurut nya biasa saja itu nyata nya bisa membuat Ayunda menangis.
"Maaf, maafin Mas kalau ucapan Mas bikin kamu tersinggung, sayang." Ucap Naren lagi. Dia melerai pelukan nya lalu menatap wajah cantik Ayunda yang bersimbah air mata, pria itu mengusap air mata di bawah mata sang istri lalu mengecup nya.
"Katakan, apa yang bikin kamu mau maafin Mas, sayang?"
"Es krim.." Lirih Ayunda sambil mengucek mata nya dengan gaya manja nya, membuat Narendra gemas sendiri melihat tingkah Ayunda saat ini.
"Hmm?"
"Es krim, Ayu mau es krim." Jawab Ayunda lagi, membuat Naren tersenyum lalu mengusap lembut pipi Ayunda yang mulus.
"Malam-malam begini makan es krim? Kamu ini masuk angin, sayang. Masa mau makan yang dingin?" Tanya Naren. Tapi lagi-lagi ucapan nya itu malah membuat Ayunda kembali menangis.
Narendra terlihat kebingungan, dia menggaruk kepala nya yang tak gatal sama sekali. Kenapa istri nya tiba-tiba berubah seperti ini? Padahal tadi, dia tahu benar kalau Ayunda baik-baik saja. Tapi kenapa sekarang dia berubah menjadi sensitif ini?
__ADS_1
"Astaga, sayang.."
"Mas gak sayang sama Ayu ya? Gak cinta sama Ayu?"
"Bukan begitu, sayangku. Mas cinta sama kamu, Mas juga sayang sama kamu. Tapi makan es krim malam-malam gak baik buat kesehatan kamu, sayang. Besok aja ya?" Bujuk Narendra dengan lembut.
"Tapi pengen, Ayu pengen makan es krim sekarang!" Jawab Ayunda dengan rengekan. Kalau sudah begini bagaimana? Di belikan saja biar dia diam, itu keputusan yang sangat benar, bukan?
"Oke oke, baiklah. Ayo kita pergi beli es krim, tapi kamu ganti pakaian nya. Pakai jaket atau hoodie, cuaca nya agak sedikit dingin."
"Yeee, makasih Mas." Jawab Ayunda, dia langsung berlari kecil ke ruang ganti. Naren yang melihat hal itu menggelengkan kepala nya, tingkah Ayunda saat ini benar-benar menguji kesabaran nya. Dia tidak tahu ada apa dengan istri nya, tapi perubahan nya itu sedikit membuat dirinya kebingungan. Padahal baru satu hari, tapi dia sudah kebingungan sendiri.
"Mas, ayoo.." Ajak Ayunda. Gadis itu nampak sangat menggemaskan dengan hoodie berwarna hitam milik Naren yang terlihat kebesaran di tubuh Ayunda, membuat tubuh mungil perempuan cantik itu seperti tenggelam karena perbedaan tubuh Ayunda dan Naren.
"Mau aja, gak boleh ya?" Tanya Ayunda, bibir nya mengerucut lucu membuat Naren segera mencium bibir mungil sang istri dengan lembut.
"Boleh, pakai aja. Semua pakaian yang ada di ruangan ganti, boleh kamu pakai kok."
"Hehe, makasih suami."
"Sama-sama, ayo kita pergi sekarang keburu malem banget." Ajak Narendra, dia pun menggenggam tangan Ayunda keluar dari kamar. Tentu nya, perempuan itu mengekor di belakang Naren dengan senyuman manis nya. Dia senang karena BM nya akan terpenuhi oleh sang suami, ya meskipun harus pakai acara merengek segala. Tapi tidak apa-apa, karena akhirnya Narendra mengikuti keinginan nya.
__ADS_1
Namun dia heran dengan keadaan tubuh nya sekarang, dia merasa lemas, dia juga tiba-tiba mual dan muntah-muntah saat Narendra akan mencium nya tadi. Padahal, perasaan tadi dia baik-baik saja. Apa mungkin dia memang benar-benar masuk angin?
"Lho, kalian mau kemana malam-malam begini?" Tanya Melisa saat dia melihat anak dan menantu nya itu berjalan menuruni tangga dengan perlahan. Kedua nya berjalan dengan saling bergandengan tangan mesra.
"Ayu mau makan es krim, Mi."
"Udah malam lho, nanti sakit perut." Ucap Melisa. Bukan tidak boleh, tapi dia mengkhawatirkan keadaan menantu nya.
"Iya nih, Naren juga udah bilang gitu tapi Ayu nya kekeuh pengen makan es krim. Padahal tadi juga dia muntah-muntah."
"Muntah kenapa?"
"Kayak nya sih masuk angin, soalnya tadi pas Naren masuk kamar, dia lagi di balkon sendirian." Jawab Narendra.
"Tuh apalagi gitu, besok aja ya makan es krim nya? Atau enggak, malam ini juga Mami buatin es krim home made aja ya?"
"Wah, boleh tuh, Mi. Pasti enak deh es krim buatan Mami." Jawab Ayunda sambil tersenyum antusias, dia bahkan langsung melepaskan genggaman tangan nya pada Narendra dan pergi ke dapur bersama mertua nya.
Melihat hal itu, Narendra hanya bisa menghela nafas nya dengan perlahan, dia lega karena Mami nya bisa membujuk istrinya agar tidak merengek meminta es krim karena memang ini sudah malam juga cuaca akhir-akhir ini tidak menentu, kadang hujan kadang juga panas terik. Itu membuat orang-orang rentan terkena demam, batuk juga pilek.
.....
__ADS_1
🌻🌻🌻