Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 55 - Suka Sama Suka?


__ADS_3

Keesokan pagi nya, di kamar pasangan yang masih menjadi pengantin baru itu pun sudah terjadi huru-hara. Dimana, di kamar mandi kamar itu sedang terjadi sesi panas antara pasutri yang baru saja seminggu menikah itu.


Ada wajar nya kalau si suami terus meminta hak nya pada sang istri, karena masih dalam masa-masa pengantin baru kan? Tapi, seperti nya itu tidak wajar bagi Ayunda. Dia kewalahan melayani hasraat sang suami yang seolah tidak pernah cukup untuk menikmati tubuh nya. 


Dia selalu saja menginginkan nya, setiap malam ngajakin begadang sang istri. Kalau saja bukan kewajiban, pasti Ayunda akan menolak dan memilih minggat dari kamar. Tapi, dia tahu benar kalau ini adalah kewajiban seorang istri. Yakni melayani kebutuhan biologis sang suami. 


"Sudah ya, Mas? Lutut aku lemes banget ini." Ucap Ayunda, sudah hampir satu jam pria itu menggagahi nya dari belakang dengan posisi berdiri. Ayunda berdiri membelakangi suami nya dengan bersandar di tembok kamar mandi, dengan Naren yang bermain dari belakang. 


Ini merupakan sensasi baru bagi Ayunda, bermain sambil berdiri. Padahal biasa nya, kalau pun bermain di kamar mandi, pasti di dalam bath up. Lah sekarang? Kok di tembok sambil berdiri. Jadi, wajar saja kalau Ayunda mengeluh lutut nya lemes. Orang sudah hampir satu jam di posisi seperti itu, ya masa gak pegel kan?


"Sebentar lagi, tahan dulu dong. Mas mau keluar ini." Ucap Narendra tanpa menghentikan gerakan maju mundur nya. 


"Dari tadi Mas bilang nya sebentar lagi, tapi sebentar Mas itu lama."


"Sabar, sayang. Kali ini Mas beneran kok, sebentar lagi." Jawab Naren. Dia semakin mempercepat gerakan maju mundur nya, membuat tubuh Ayunda terguncang. Lalu, sepersekian detik kemudian, Naren mengerang tertahan sambil menekan senjata nya sedalam mungkin di lubang sang istri. 


"Aaarrgghhh.." 


"Mas, cabut isshh. Sakit ini, terlalu dalam nusuk nya." Ucap Ayunda, dia menggeliat meminta di lepaskan, karena senjata sang suami memasuki lubang miliknya terlalu dalam, mungkin saking dalam nya hingga menyentuh rahim nya. 

__ADS_1


"Maaf, sayang. Biar kecebong nya berenang gak terlalu jauh kalau di tekan sedalam itu."


"Isshh, sakit!" Rengek Ayunda dengan manja, membuat Narendra terkekeh.


"Maaf, ini Mas cabut kok. Yuk kita mandi, Mas pijit, mau?" Tawar Narendra dan dengan polos nya, Ayunda menganggukan kepala nya. Tanpa tahu kalau ada makna tersembunyi di balik kata pijit itu. Narendra tersenyum nakal dan pagi itu Ayunda kembali kecolongan. Mau tidak mau, dia harus melayani hasraat sang suami untuk yang kedua kali nya. 


Pukul delapan pagi, Ayunda dan Naren turun dari kamar dengan tangan yang saling bertautan mesra. Namun, ada yang terlihat aneh dari ekspresi yang di tunjukkan kedua nya. Ayunda dengan wajah kusut yang di tekuk menandakan kalau dia tengah kesal. Sedangkan Narendra, dia tersenyum cerah. Secerah mentari pagi, bukankah itu terlalu berlawanan?


Melisa dan Arvin yang melihat hal itu pun saling melempar tatapan mereka sambil menerka-nerka, kira-kira apa yang terjadi dengan kedua nya? Hingga menunjukkan ekspresi seperti itu padahal hari masih pagi. 


"Mereka kenapa sih, Mi?"


"Sshhtt, diam deh, Pi." Ucap Melisa sambil meletakan jari telunjuk nya di bibir, meminta suami nya untuk diam. Arvin pun menurut, ya kalau jadi suami takut istri ya begitu. Di suruh apa-apa, pasti langsung nurut. Kalau tidak? Ya siap-siap saja malam harus kedinginan tanpa pelukan, atau bersiap tak bisa tidur karena tak mendapatkan jatah malam.


"Pagi, Boy." Balas Arvin. Dia berpura-pura tidak peduli dan fokus dengan koran pagi yang sedang dia baca. 


"Ayu keliatan pucat, kamu baik-baik saja kan, sayang?" Tanya Melisa sambil meraba wajah cantik menantu nya. 


"Ayu baik-baik saja kok, Mi. Cuma capek aja." Jawab perempuan itu membuat kening Melisa mengernyit. Capek habis ngapain?

__ADS_1


"Capek?"


"Mami, mereka masih pengantin baru. Jangan berlagak sok polos." Celetuk Arvin yang membuat Melisa melengos.


"Jangan keterlaluan, Boy. Kasian istri mu, sampai telat sarapan gini. Dia pasti lemes." Ucap Melisa sambil menarik tangan menantu nya ke dapur. 


"Gapapa kok, Mi. Itukan kewajiban Ayu sebagai istri."


"Iya, Mami tahu. Tapi kalau kamu capek, kamu berhak menolak, sayang. Jangan memaksakan keadaan tubuh kamu, nanti kamu nya sakit lho."


"Ayu suka kok, Mi. Hehe.." Jawab Ayunda sambil terkekeh kecil.


"Ya, kalau memang suka sama suka sih gapapa. Main semalaman juga gapapa, biar Mami cepat punya cucu." Cetus nya sambil tertawa.


"Semoga saja, Ayu cepat mengabulkan keinginan Mami ya."


"Mami akan selalu menunggu nya hadir, sayang. Tidak apa-apa, kalian masih membutuhkan waktu. Sekarang, makan ya? Kamu pasti lapar kan?"


"Hehe, iya Mi. Ayu laper banget, sampe lutut Ayu gemetaran." Jawab Ayunda. Melisa pun langsung menghidangkan makanan buatan nya untuk sang menantu. Perempuan itu pun makan dengan sangat lahap, dia benar-benar kelaparan setelah energi nya terkuras habis karena ulah nakal suami tampan nya.

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2