
"Selamat malam, Mami, Papi." Sapa Narendra, sedangkan Ayunda memilih untuk langsung pergi ke dapur. Dia ingin segera mengeksekusi udang yang tadi mereka beli di supermarket dan tak lama kemudian, di susul oleh Melisa.
"Mami.."
"Iya, sayang. Mau masak menu yang tadi aja?" Tanya Melisa. Sekarang, dia punya teman untuk memasak bersama. Berbagi resep masing-masing dan cara masak ala kedua nya yang pasti memiliki perbedaan dari segi memasak, bumbu, bahkan cara mengiris bumbu-bumbu pun berbeda jauh.
"Iya, Mami. Gapapa kan? Ada yang alergi sama udang?"
"Tidak ada kok, sayang. Kami pemakan segala nya." Jelas Melisa sambil terkekeh. Dia mengambil udang yang sudah di kupas dari kulkas lalu mencuci nya. Sembari Ayunda membuat bumbu nya. Hari ini rencana nya Ayunda akan membuat udang saus Mala, tapi karena Mala nya tak ada di supermarket, jadi mereka mengganti Mala dengan lada hitam. Jadi nya udang saus lada hitam dong, wkwk.
"Baiklah, Mi." Jawab Ayunda. Dia pun mulai memasak untuk makan malam, sedangkan Melisa membuat salad buah sebagai hidangan penutup yang sehat. Dia juga menambahkan banyak sekali parutan keju, karena Arvin sangat menyukai salad dengan buah melon dan keju yang banyak.
__ADS_1
"Mami bikin apa, Mi?" Tanya Ayunda, dia sudah selesai memasak dan kini masakan nya sudah matang. Hanya tinggal memindahkan nya saja lalu menata nya di meja.
"Salad buah, sayang."
"Ayu baru dengar ada salad buah, biasa nya kalo salad itu kan sayur, Mi." Jelas Ayunda membuat Melisa terkekeh pelan.
"Salad buah enak banget lho, sayang. Nanti kamu cobain ya, Papi sama Naren suka banget sama salad buatan Mami. Apalagi kalau keju nya di banyakin, udah pasti ini dua box habis tak bersisa."
Makan malam pun di mulai, seperti biasa makan malam mereka terasa lebih hangat karena pembicaraan mereka yang jauh terlihat lebih akrab dari biasanya. Lagi-lagi, Ayunda mendapatkan pujian atas makanan yang di masak. Perempuan itu hanya tersenyum dengan wajah yang memerah karena merasa malu atas pujian yang di lontarkan oleh Papi mertua dan kakek Darren yang selalu saja memuji atas apa yang di buatnya.
Memang membahagiakan, tapi kadang dia merasa malu dan tak pantas di puja puji seperti itu. Kalau memang masakan nya enak, itu bukan karena keahlian nya kan? Tapi karena sudah terbiasa, memasak adalah hobi atau kegiatan favorit bagi Ayunda.
__ADS_1
Dulu, dia sering di suruh memasak oleh bibi nya di kampung. Itulah alasan nya kenapa dia bisa memasak dan suka dengan semua hal yang berbau dengan dapur. Ayunda juga tak pernah membiarkan dapur berantakan, karena baginya dapur adalah tempat healing dari segala kesibukan. Saking suka nya Ayunda dengan nama nya memasak, perempuan itu menjadikan memasak sebagai tempat healing terbaik.
"Masakan Ayu selalu saja enak, cucu menantu Kakek memang sangat pandai memasak." Puji Darren. Tapi Ayunda tidak haus akan pujian, jadi dia hanya tersenyum kecil lalu merendah.
"Tidak kok, Kek. Ayu memasak itu karena ada resep nya, jadi kalau mau puji sebaiknya puji saja orang yang menulis resep ini."
"Tapi, kalau kamu gak bisa masak. Pasti makanan nya gak bakalan jadi seenak ini, sayang." Ucap Melisa sambil tersenyum. Mami mertua nya malah ikut-ikutan. Kalau sudah begini, dia diam saja. Terserah mau memuji nya lagi itu urusan mereka, tapi dia tidak bisa berbohong kalau di puji seperti itu membuat dirinya merasa malu.
......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1