Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 47 - Mood Baik Naren


__ADS_3

Hari ini, Naren terlihat sangat ceria. Bahkan wajah nya berbinar cerah, membuat Melisa dan Arvin saling melempar tatapan heran mereka. Tidak biasa nya mood Naren sebaik ini, biasa nya dia hanya akan berwajah datar tanpa senyuman sedikit pun. 


Saat di meja makan pun, kedua orang tua nya saling lirik-lirikan, mereka ingin bertanya tapi mereka khawatir kalau pertanyaan mereka akan membuat mood Naren memburuk, jadi mereka memilih membiarkan nya saja. 


Setelah selesai sarapan, dia pun pergi dengan mengendarai kendaraan roda empat kesayangan nya. Pria tampan itu terus saja menyunggingkan senyuman manis nya, sepanjang perjalanan tanpa khawatir gigi nya akan kering. 


Di perusahaan pun, Naren terus saja menebar senyuman manis nya, membuat karyawan dan bawahan pria itu terheran-heran dengan apa yang terjadi pada Narendra sekarang ini. Ada apa dengan atasan mereka pagi ini? 


Energi positif menguat begitu saja dari Narendra. Pria yang biasa nya hanya berwajah datar itu, kini tersenyum manis bahkan membalas sapaan karyawan nya dengan ramah. 


"Selamat pagi, Tuan." Sapa karyawan yang tak sengaja berpapasan dengan kedatangan Presdir di perusahaan itu. 


"Pagi kembali." Jawab Naren dengan senyuman manis nya, membuat karyawan itu terdiam seketika. Sungguh demi apapun, ini adalah pertama kali nya Naren membalas sapaan nya di pagi hari ini dan yang lebih mengejutkan nya lagi, Naren tersenyum manis pada nya.


"Astaga, apa kah ajal ku sudah dekat?" Gumam nya, dia menggelengkan kepala nya lalu memilih pergi dari lobi ke ruangan nya. 


Narendra memasuki ruangan nya yang sangat luas itu, lalu duduk di kursi kebesaran nya. Pria itu langsung membuka laptop dan melihat-lihat file yang sudah di kirimkan oleh Mark tadi malam atas permintaan nya. Jujur saja, jatah malam tadi membuat nya lebih bersemangat untuk memulai hari. 


Ini adalah jawaban kenapa wajah Narendra berbinar sekali lagi ini, karena dia mendapatkan jatah malam nya juga ronde tambahan yang di berikan oleh istri nya. Itu benar-benar membuat Narendra senang bukan main. 

__ADS_1


Tak lama kemudian, pria berwajah rupawan itu masuk ke dalam ruangan Naren dengan membawa beberapa berkas di tangan nya. 


"Selamat pagi, Tuan Naren." 


"Pagi, Mark." 


"Ini berkas yang harus anda tanda tangani, saya sudah mempelajari nya dari awal dan membaca nya berulang kali, Tuan."


"Ya, aku percaya padamu, Mark." Jawab Narendra. Dia mengambil pena dan membubuhkan tanda tangan nya di atas sebuah materai kecil. Pria itu pun kembali memberikan berkas yang sudah dia tanda tangani pada Mark.


"Wajah anda terlihat berseri-seri, apa ada sesuatu yang terjadi, Tuan? Mood anda pagi ini sangat bagus." Tanya Mark.


"Wah, pasti ada hubungan nya dengan Nona Ayunda kan?" Tebak Mark sambil terkekeh.


"Kenapa kau bisa tahu, Mark? Apa kau cenayang atau sejenis nya?" Tanya Narendra, membuat Mark terkekeh. Dia mengambil berkas dan membereskan nya, lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Naren.


"Tentu saja aku bisa mengetahui nya, Tuan. Rambut anda masih basah, artinya ada sesuatu yang terjadi kan? Lagi pun, anda sudah menikah kan, jadi apa lagi yang membuat mood seorang laki-laki membaik seperti ini kalau bukan jatah malam? Iya kan, tuan?" Tanya Mark sambil tersenyum menggoda.


"Astaga, bukankah kau jomblo? Tapi kenapa kau bisa mengetahui hal seperti ini?" Tanya Narendra membuat Mark mendelik sebal. 

__ADS_1


"Ya, saya memang jomblo Tuan. Tapi untuk masalah ini, saya juga tidak sepolos itu, Tuan." Jawab Mark membuat Naren terkekeh.


"Kau tersinggung rupa nya?"


"Aaa, bukan seperti itu, Tuan."


"Hmmm, baiklah. Lanjutkan pekerjaan mu, sebelum aku marah."


"Haha, baiklah tuan. Saya permisi dulu, nanti jam sepuluh ada meeting bersama klien di luar."


"Baiklah, kau siapkan saja semua materi nya." Jawab Narendra. Mark pun mengangguk dan memilih pergi dari ruangan besar milik Narendra itu. 


Mark tersenyum kecil, dia senang kalau akhirnya Naren bisa melupakan Trisa, mantan kekasih nya itu. Dan, dia melihat banyak perubahan sejak Naren menikah dengan gadis bernama Ayunda itu. 


"Syukurlah, aku senang kalau anda bahagia dengan pernikahan itu, Tuan. Saya berharap hubungan anda dan Nona Ayunda berjalan lancar tanpa ada hal yang menganggu." Gumam Mark, sambil berjalan ke ruangan nya dengan langkah tegap nya. 


.....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2