Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 57 - Perasaan yang Sama


__ADS_3

"Dari tadi, aku lihat kamu senyam-senyum aja terus. Kenapa hmm?" Tanya Narendra sambil melirik ke arah Ayunda yang sejak pulang dari perkebunan itu, dia terus saja tersenyum. Terlihat jelas kalau dia sedang bahagia. 


"Aku senang, Mas."


"Senang kenapa hmm?" Tanya Narendra sambil melingkarkan kedua tangan nya di pinggang ramping istri nya. Saat ini, kedua nya sedang berdiri sambil berpelukan di balkon yang menghadap ke kebun belakang. Tempat yang akan Naren sulap menjadi taman bunga mawar biru kesukaan sang istri. 


"Aku senang karena bisa melihat bunga kesukaan ku secara langsung."


"Nanti, kebun belakang itu akan aku tanami dengan ratusan tangkai bunga mawar biru. Bagaimana?"


"A-apa kamu bercanda, Mas?" Tanya Ayunda. Narendra membalik tubuh sang istri hingga membuat perempuan itu menatap pada nya. Mereka saling menatap, Narendra membingkai wajah cantik sang istri lalu dengan lembut mengusap bibir kemerahan istri nya. 


"Apa wajah ku terlihat sedang bercanda, sayang?"


Ayunda mendongak sedikit untuk bisa menatap wajah tampan sang suami untuk mencari apakah ada kebohongan di balik tatapan hangat sang suami. Tapi, nihil. Dia tidak bisa melihat apapun kecuali keseriusan dalam tatapan sang suami.


"Tidak, Mas."

__ADS_1


"Jangan meragukan ku, aku sudah berniat untuk membangun rumah tangga bersama mu. Aku rasa, aku sudah mulai mencintaimu, sayang."


"Benarkah itu, Mas?" Tanya Ayunda, jujur dia sangat bahagia saat mendengar ucapan sang suami. Dia sudah mulai mencintai nya? Syukurlah. Dia merasa lega, artinya dia tidak mencintai pria itu sendirian kan?


"Tentu saja, kamu senang?"


"Sangat, Mas. Aku sangat senang mendengar nya, terimakasih karena sudah memberikan aku kesempatan untuk menggantikan nama wanita itu di hatimu."


"Iya, sayang. Aku mencintaimu."


"Aku juga mencintai mu, Mas." Balas Ayunda. Narendra pun tersenyum lalu meraih sang istri ke dalam pelukan nya. Akhirnya, dia bisa melupakan mantan kekasih nya dan sekarang dia mencintai istri nya, Ayunda. 


Beberapa menit kemudian, Narendra menyudahi sesi ciuman panas nya dengan sang istri. Dia menempelkan kening nya dengan Ayunda, hingga dia bisa merasakan hembusan nafas hangat beraroma mint itu menerpa wajah nya.


"I love you, My wife.." Bisik Narendra. 


"I love you more, Hubby." Balas Ayunda, kedua nya pun kembali berpelukan di temani semilir angin sore yang terasa cukup sejuk. 

__ADS_1


"Disana akan di penuhi oleh bunga kesukaan mu nanti, sayang." Narendra menunjuk area di belakang rumah yang cukup luas. 


"Kamu yakin? Bagaimana kalau Mami atau Papi tidak setuju dengan hal ini?"


"Mami sama Papi pasti setuju, karena niat aku membuat nya adalah untuk menyenangkan istri sekaligus menantu nya. Jadi, tak ada alasan untuk mereka tidak menyetujui niat ku ini." Jelas Narendra. 


"Tapi aku.."


"Kenapa, sayang? Apa kamu sedikit ragu?"


"Tidak, aku percaya padamu, Mas. Tapi, biaya perawatan bunga mawar biru kan tidak murah, Mas."


"Itu tidak ada apa-apa nya, tidak sebanding dengan kebahagiaan istriku." Jawab Narendra, membuat Ayunda tersenyum kecil. Bolehkah saat ini dia merasa bahagia karena Narendra sudah mulai mencintai nya? Dan sekarang, dia ingin membahagiakan nya?


"Uang itu tidak ada apa-apa nya, aku bisa mencari nya lagi dengan bekerja. Ya, meskipun masih di perusahaan Papi sih. Tapi aku yakin, jika kinerja ku bagus. Papi pasti akan mempercayai aku, sayang. Sekarang, membahagiakan mu adalah prioritas bagiku." Jelas Narendra. 


Perkataan manis pria itu membuat Ayunda melambung, terbang ke atas langit yang tinggi. Bolehkah dia mempercayai semua ini? Tapi, tidak ada salah nya kalau dia percaya pada suami nya sendiri bukan? Meskipun dalam hati nya, masih ada sedikit terselip keraguan, tapi mungkin perasaan itu akan menghilang seiring berjalan nya waktu. 

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2