
Setelah sampai di restoran, mereka pun makan dengan lahap dan menu masing-masing. Naren dan Ayunda memesan salmon steak karena Narendra berpikir untuk ibu hamil akan sangat bagus untuk memakan makanan seperti ikan salmon, berhubung Ayunda juga merasa bosan dengan daging-dagingan jadi menu makan malam kali ini mereka memilih ikan.
Maklumlah, nama nya juga orang kaya. Menu makan nya tidak jauh-jauh dari daging ayam, kalau enggak ya daging sapi atau ikan juga. Namun kali ini Ayunda sedang menginginkan ikan dan Narendra akan mengikuti apapun yang di makan sang istri. Nama nya juga pria bucin akut, apa-apa pasti ngikutin istrinya.
Pasangan Mark dan Maya juga ikut makan, namun kedua nya kompak memesan steak saus black pepper dengan kentang goreng dan sayuran. Tentu saja pria itu memotong-motong terlebih dulu makanan untuk kekasih nya menjadi seukuran gigitan agar Maya tidak kesulitan saat mengiris daging nya.
"Ini, sudah aku potong-potong."
"Terimakasih, Mas."
"Sama-sama, sayang. Habisin makanan nya biar kenyang." Ucap Mark sambil tersenyum. Maya juga membalas senyuman sang kekasih lalu menganggukan kepala nya. Dia pun memakan steak nya dengan lahap, ini pertama kali nya dia mencoba makanan ala Barat itu. Ternyata rasanya sangat enak, namun bagi perut Maya yang terbiasa makan nasi, rasanya agak sedikit aneh memakan daging tanpa nasi.
"Gak ada nasi ya?" Tanya Maya yang membuat Mark juga Naren menatap wanita itu, lalu terkekeh pelan.
"Mana ada orang makan steak pake nasi sih, yang." Celetuk Mark yang membuat wajah Maya memerah karena malu. Lihat kan? Dia tidak cocok dengan makanan orang kaya seperti ini.
"Hehe.."
"Enak gak steak nya? Cocok di lidah kamu kan?" Tanya Mark lagi.
"Di lidah aku sih cocok, tapi di perut aku yang biasa makan apapun pake nasi seperti nya makanan ini kurang cocok, hehe." Jawab Maya yang membuat ketiga nya tertawa begitu mendengar jawaban Maya yang terlalu jujur plus melokal. Apapun, harus pakai nasi. Tanpa nasi, di anggap belum makan, benarkan?
"Aku malu-maluin ya? Maaf.."
"Hey, enggak kok. Siapa bilang? Kamu masih mending lho, pengen makan steak sama nasi. Lah aku, awal-awal nikah sama Mas Narendra, aku pengen makan burger pake nasi. Aneh kan? Iya lah, aneh. Mana malu-maluin lagi nanyain sama pelayan, ada nasi. Udah tau kan ya itu toko burger." Ucap Ayunda.
Jika mengingat hal itu selalu membuat Ayunda tertawa, sekaligus merasa malu sendiri. Tapi dulu dia tidak merasa malu, biasa saja tuh. Dia makan burger dengan nasi, lahap sekali bahkan Narendra sampai menggelengkan kepala nya melihat hal itu. Ayunda baru menyadari kalau hal itu begitu aneh saat dia melihat tatapan orang-orang padanya.
Mereka menatap Ayunda dengan tatapan keheranan, namun Naren sendiri tidak mengatakan apapun, dia hanya mengatakan apapun yang ingin dia makan ya makan saja. Di desa dulu, dia juga pernah makan burger pakai nasi agar kenyang secara sembunyi-sembunyi. Karena kalau sampai bibi nya tahu dia makan seperti itu, bisa-bisa makanan nya di ambil terus dia kena marah. Untung saja, paman nya sangat baik dan paham akan karakter istrinya sendiri.
Jadi, kalau dia ingin memberikan uang atau makanan untuk Ayunda, dia akan memberikan nya secara sembunyi-sembunyi agar istrinya tidak mengambil kembali apa yang sudah dia berikan pada keponakan nya itu.
"Nona bercanda kan?"
"Tidak, mana ada aku becanda. Tanyakan saja pada Naren kalau kamu tidak percaya."
__ADS_1
"Itu benar, jangankan burger pakai nasi. Ayunda juga pernah makan mie pake jeruk, katanya sih enak seger. Tapi aku mana percaya. Mana ada makan mie pake jeruk itu seger? Yang ada aneh. Tapi ya, itu daya tarik Ayunda. Agak sedikit aneh, tapi itu yang membuat nya berbeda dan istimewa." Jelas Narendra membuat Ayunda tersenyum karena malu mendengar ucapan sang suami yang terdengar sangat memuja dirinya.
Istimewa? Aaaa, tolong. Kalau saja saat ini mereka sedang berada di rumah, sudah pasti Ayunda akan teriak-teriak. Siapa coba yang tidak bahagia saat suami nya menyebut dirinya istimewa? Apalagi suami nya sekelas Narendra Aksa Sanjaya. Pengusaha terkenal yang berwajah tampan bak malaikat, dari bibit bebet bobot nya juga Narendra memang sudah sempurna. Di tunjang dengan penampilan yang selalu rapuh dengan setelan jas, membuat wanita mana pun akan terpesona dengan seorang Narendra.
Tapi, Ayunda adalah satu-satunya wanita yang beruntung karena berhasil mendapatkan cinta seorang Narendra. Dia menjadikan wanita itu istri, meskipun karena jebakan tapi tidak masalah karena Ayunda adalah wanita yang baik dan kedua orang tua nya juga langsung menyukai Ayunda bahkan di pertemuan pertama mereka. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi Naren untuk tidak mencintai Ayunda. Fakta nya sekarang, dia benar-benar jatuh cinta pada Ayunda, istrinya.
Blushing. Ya, wajah Ayunda merona saat ini. Apalagi saat melihat tatapan Narendra yang terlihat sangat memuja nya, sungguh hal ini membuat Ayunda salah tingkah. Tatapan penuh kehangatan yang mampu membuat Ayunda meleleh, beruntung sekali Ayunda karena memenangkan persaingan para wanita untuk bisa mendapatkan Narendra.
Ayunda be like : aku bahkan tidak berusaha mencuri perhatian nya, tapi ya sebercanda itu jodoh.
"Gak usah merona gitu, kayak gak pernah aja aku bicara seperti ini."
"Isshh, Mas.." rengek Ayunda membuat Narendra gemas sendiri lalu merangkul sang istri dari samping dan mengusap-usap kepala nya dengan mesra, bahkan mengecup kening nya dengan penuh perasaan.
"Iri gak sih kalian berdua lihat kita?" Tanya Narendra pada Mark. Pria itu berdecak sebal lalu memalingkan wajah nya ke arah lain.
"Di larang berdecak pada atasan, yang sopan sama bos sendiri kamu tuh, Mark!"
"Iya-iya, maafkan saya Tumud."
"Tuan muda."
"Ckkk, tidak perlu di singkat, Mark. Ambigu tau gak?"
"Hehe, maafkan saya Tuan." Jawab Mark sambil cengengesan.
"Yaudah, ini sudah selesai kan, Mark?" Tanya Narendra. Sebentar lagi sudah waktu nya Ayunda meminum vitamin, selama hamil Ayunda tidak pernah absen meminum vitamin yang di berikan oleh dokter. Kenapa? Karena meminum vitamin itu penting, kandungan Ayunda bisa di bilang lemah. Jadi Ayunda tidak bisa menolak untuk meminum vitamin setiap hari nya, pagi dan malam sebelum tidur.
"Sudah, Tuan."
"Kita pulang, sebentar lagi jadwal Ayunda minum obat. Kelihatan nya juga istriku sudah mengantuk, mungkin efek ke kenyangan." Jelas Narendra sambil tersenyum kecil. Dia memang melihat wajah cantik sang istri yang sudah terlihat mengantuk dan kelelahan. Nama nya juga ibu hamil, beraktivitas atau berpergian sebentar saja pasti sudah kelelahan.
"Aku ngantuk, Mas."
"Iya, kamu boleh tidur di mobil. Tapi nanti Mas bangunin buat minum vitamin ya? Setelah itu kamu baru bisa tidur." Jawab Narendra sambil tersenyum, dia mengusap lembut rambut sang istri dan mengecup kening nya.
__ADS_1
"Kartu nya, Mark." Narendra pun memberikan kartu miliknya dan di terima oleh Narendra. Pria itu pun membayar semua makanan yang mereka makan itu dengan menggunakan kartu sakti itu.
"Ayo, Maya.." ajak Narendra pada Maya. Dia mengajak wanita itu untuk berjalan lebih dulu ke parkiran mobil, membiarkan pria itu membayar makanan terlebih dulu dan setelah selesai dia pun menyusul ketiga nya. Kali ini, Maya duduk di bangku depan. Kalau tadi, dia duduk bersama Ayunda di kursi belakang dan para pria duduk di depan.
"Sayang, kalau mau tidur ya tidur saja. Jangan di tahan, kemarilah dan berbaring disini." Ucap Narendra. Ayunda menurut, dia merebahkan kepala nya di pangkuan sang suami, Narendra dengan cepat mengusap-usap lembut kepala sang istri membuat wanita itu semakin merasa nyaman dan mengantuk, hingga akhirnya dia tertidur dengan lelap.
"Pelan-pelan saja bawa mobil nya, Mark. Istriku sedang tidur."
"Baik, Tuan." Jawab Mark, dia pun mengemudikan kendaraan nya dengan kecepatan rata-rata dan juga sangat berhati-hati agar tubuh majikan nya tidak terguncang, apalagi sekarang perut Ayunda sangat sensitif. Tapi untunglah, kehamilan wanita itu baik-baik saja meskipun sempat di berikan obat-obatan penghancur janin, tapi syukurlah kandungan Ayunda baik-baik saja.
Selang satu jam kemudian, akhirnya mobil yang di kendarai oleh Mark pun akhirnya sampai di pelataran mansion mewah nan luas milik keluarga Sanjaya. Mark segera membukakan pintu mobil untuk Narendra, karena dia kesulitan. Tak lama, pria itu keluar dengan menggendong Ayunda yang tertidur dengan lelap.
"Thanks, Mark."
"Sama-sama, Tuan muda." Jawab Mark. Pria itu pun pergi dari hadapan Mark dan masuk ke dalam rumah besar itu. Di ruang tamu, ternyata kedatangan nya di sambut oleh tatapan penuh heran dari kedua orang tua nya, mungkin mereka keheranan kenapa Ayunda sampai di gendong seperti ini?
"Istrimu kenapa, Boy?"
"Ketiduran, Mi. Kayaknya kecapean deh."
"Yaudah, sana bawa ke kamar cepat. Tapi jangan lupa minum vitamin dulu." Nasihat Melisa. Dia khawatir dengan kesehatan sang menantu yang memang sering kali drop. Apalagi setelah hamil, dia tidak bisa banyak beraktivitas karena kandungan nya yang lemah.
Narendra menganggukan kepala nya dan pria itu terus berjalan dengan membawa Ayunda dan meniti satu persatu anak tangga menuju kamar nya. Kedua orang tua nya kompak tersenyum melihat putra mereka yang berubah drastis setelah bertemu dengan Ayunda. Tidak bohong, mereka senang melihat perubahan putra mereka.
"Ayu memang wanita yang tepat kan, Pi?" Tanya Melisa sambil tersenyum kecil.
"Iya, tentu saja. Jodoh dari langit tidak pernah salah, Mi."
"Tentu, yang di atas sudah memberikan jodoh yang terbaik untuk putra kita. Meskipun lewat jebakan, tidak apa-apa karena rencana Tuhan pasti lebih indah DJ bandingkan dengan rencana manusia."
"Iya, Mami." Jawab Arvino. Dia juga merasa senang karena sejak memiliki istri, Narendra jadi lebih sering di rumah dan tentu saja itu membuat mereka memiliki lebih banyak waktu untuk menghabiskan waktu untuk berbincang bersama. Hubungan anak dan ayah itu juga menjadi lebih baik karena kehadiran Ayunda. Inti nya, Narendra sudah banyak berjanji karena Ayunda.
......
🌻🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1