Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 161 - Baby Twins


__ADS_3

Sesampai nya di rumah sakit, kesayangan pasangan suami istri itu pun di sambut dengan hangat. Kedua nya tersenyum saat melihat dokter kandungan yang dulu pernah menangani kehamilan Ayunda. 


"Hallo, selamat siang Nona Ayunda." Sapa nya dengan ramah. 


"Selamat siang juga, dok."


"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya dokter itu dengan ramah. Karena selama ini, Ayunda tidak pernah memeriksakan kehamilan nya ke rumah sakit.


"Hanya ingin USG, dok. Melakukan saran dari anda minggu lalu." Jawab Ayunda sambil tersenyum. 


"Aahhh ya, saya lupa. Baik, mari kita periksa." Dokter itu tersenyum, lalu beranjak dari duduknya dan mempersiapkan brankar untuk di tiduri Ayunda selama pemeriksaan ultrasonografi atau USG. 


Naren membantu sang istri untuk berbaring di brankar itu dengan perlahan. Pria itu menggenggam tangan Ayunda dengan erat, tak pernah melepaskan nya sedetik pun. Dia khawatir kalau terjadi sesuatu yang tak di inginkan, karena perut Ayunda benar-benar sangat besar. Seperti yang sudah hamil tujuh atau delapan bulan, padahal saat ini Ayunda baru hamil lima bulan. 


Dokter itu menyibak pelan pakaian yang di kenakan oleh Ayunda, lalu mengoleskan semacam gel yang terasa sangat dingin, membuat Ayunda sedikit terkejut saat gel itu mengenai permukaan kulit nya. 


"Dingin, Nona?" Tanya dokter itu sambil tersenyum. 


"Hehe, iya dok. Agak kaget sedikit, tapi tidak apa-apa." Jawab Ayunda. Dokter wanita itu pun membawa benda kecil dan memutar-mutar nya di atas perut buncit Ayunda. Dokter itu tersenyum, ternyata dugaan nya benar. 


"Ada apa, Dok? Apa ada yang janggal dengan kehamilan istri saya?" Tanya Narendra dengan khawatir. Dokter Rini memang mengatakan kalau kehamilan Ayunda ini cukup janggal, namun janggal dalam artian lain. Bukan berarti kandungan Ayunda tidak normal atau ada sesuatu yang berbahaya mengancam janin. Tapi janggal dalam artian lain. 


Apa? Dokter Rini memang sudah menduga kalau kehamilan Ayunda kali ini cukup istimewa dan benar saja, dugaan nya tidak meleset. 


"Selamat, Tuan dan Nona."


"Selamat?" Tanya Ayunda dan Narendra bersamaan. 

__ADS_1


"Begini, anda bisa melihat ada tiga bulatan di layar ini. Satu lingkaran besar yang melingkupi dua bulatan kecil itu adalah rahim anda, Nona. Dan dua bulatan kecil itu adalah janin anda, artinya anda tengah mengandung dua janin di dalam sana." Jelas dokter itu sambil tersenyum. 


Ayunda dan Narendra terdiam, mereka sibuk dengan pemikiran masing-masing. Tapi yang jelas, mereka benar-benar terkejut mendengar penjelasan dokter Rini. Artinya, Ayunda sedang mengandung bayi kembar?


"Artinya istri saya hamil kembar, dokter?" Tanya Narendra dengan wajah yang entah apa artinya. Dia terlihat senang tapi juga khawatir di waktu yang sama, membuat dokter Rini tersenyum kecil. 


"Iya, Tuan." Jawab dokter Rini, membuat pasangan suami istri itu saling menatap satu sama lain. Kedua nya melempar senyuman, lalu Narendra memeluk erat tubuh Ayunda yang masih berbaring di atas brankar pemeriksaan. 


"Sayang, kita akan mempunyai dua anak sekaligus. Terimakasih, terimakasih banyak. Mas sangat bahagia sekali, sayang." Ucap Narendra. Tanpa terasa, air mata nya jatuh membasahi wajah tampan nya. Dia merasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar saat ini, istrinya mengandung anak kembar? Aaahhh, rasanya sangat membahagiakan. 


"Cubit aku, Mas. Apakah ini nyata atau hanya mimpi?" Tanya Ayunda. Narendra melerai pelukan nya, lalu mencubit pelan pipi cabi sang istri dengan gemas. Bisa-bisa nya dia masih berpikir kalau ini adalah mimpi. 


"Aawwhhss, sakit, Mas. Tapi artinya aku tidak bermimpi? Ini semua kenyataan, Mas?"


"Iya, sayang." Jawab Narendra. Kini, Ayunda yang menjatuhkan air mata nya. Dia menangis karena ternyata Tuhan benar-benar menyiapkan kejutan yang tak terduga untuknya. Dia benar-benar mendapatkan kebahagiaan yang berkali lipat. Dulu, dia mengalami rasa sakitnya kehilangan, tapi sekarang Tuhan menggantikan nya dengan kehidupan yang baru. Saat ini, Ayunda tengah hamil dengan dua janin yang hidup dan tumbuh berkembang di dalam rahim Ayunda. 


Tuhan maha adil, bukan? Ya, benar kata istilah akan ada pelangi setelah badai. Saat ini, pelangi tengah menghiasi kehidupan Naren dan Ayunda. Keduanya sedang bahagia sekarang, semoga saja Kebahagiaan ini bertahan lama dan selamanya. 


Dokter Rini tersenyum ketika melihat kedua mata pasangan suami istri itu terlihat sembab karena menangis. Mereka merasa terharu karena mendapatkan hal kabar yang tak terduga, Narendra dan Ayunda tidak menduga sama sekali kalau ternyata Ayunda hamil twins sekarang. Pantas saja Dokter Rini menyarankan untuk pergi ke rumah sakit dan melakukan pemeriksaan karena baginya perut Ayunda terlalu besar untuk ukuran wanita hamil lima bulan. 


"Selamat, Tuan dan Nona. Saya ikut bahagia melihat kalian, semoga kehamilan Nona Ayunda sehat dan janin nya tumbuh dengan baik di dalam sana." Ucap dokter Rini dengan senyum manis nya. Dia ikut merasakan sakit saat menyaksikan Naren dan Ayunda terpuruk karena kehilangan anak pertama mereka. 


Dia memang dokter yang selama ini selalu menangani keluarga Sanjaya, bahkan saat Melisa hamil oleh Naren pun dokter Rini lah yang menangani persalinan nya. Saat itulah Rini dan Melisa menjadi dekat, hingga akhirnya dia di percaya untuk menjadi dokter pribadi keluarga Sanjaya. 


Keluarga Sanjaya memang memiliki beberapa dokter pribadi untuk menjaga kesehatan mereka semua. Salah satunya, tentu saja Dokter Rini. 


"Terimakasih, dokter."

__ADS_1


"Inilah yang saya bilang janggal, saya sudah menduga kalau memang Nona Ayunda memang tengah hamil kembar, karena ukuran perut nya yang besar. Jadi saya kira kalau Nona Ayunda tidak mungkin hanya mengandung satu bayk saja." Jelas dokter Rini sambil tersenyum. 


"Lalu, kenapa anda tidak mengatakan nya pada kami. Jujur, saya khawatir dengan kata janggal yang anda bicarakan hari itu."


"Maaf, Tuan. Saya tidak bisa mengatakan semua nya sebelum saya memastikan sendiri kalau dugaan saya itu tidak salah, maafkan saya membuat anda khawatir."


"Tidak apa-apa, dok. Yang penting sekarang kamu sudah mengetahui yang sebenarnya. Jadi, kehamilan istri saya baik-baik saja?" Tanya Narendra lagi dengan wajah khawatir nya. 


"Kandungan Nona Ayunda baik-baik saja, tidak ada gejala apapun. Hanya saja, kehamilan kembar memang lebih rentan dari kehamilan biasa. Jadi, saya harap anda lebih waspada dan bisa menjaga istri anda dengan baik. Tidak sampai kecolongan lagi seperti yang sudah-sudah." Jelas dokter itu sambil tersenyum. 


"Baik, dokter. Sebisa mungkin saya akan menjaga kehamilan istri saya dengan baik, saya juga tidak akan kecolongan lagi setelah ini."


"Baiklah, saya hanya akan meresepkan vitamin untuk penguat kandungan dan beberapa suplemen lain nya. Masih mengalami morning sickness?" 


"Sedikit, dokter. Hanya jam-jam tertentu saja, tapi frekuensi nya sudah tidak sesering waktu itu."


"Ohh, ya? Baguslah, memang kandungan anda sudah menginjak usia ke lima. Jadi morning sickness mungkin takkan terlalu sering anda rasakan." Jelas dokter Rini sambil tersenyum manis.


"Baik, dok."


"Ini resep nya, silahkan tebus di bagian farmasi."


"Terimakasih, dokter."


"Saya transfer seperti biasa ya, dok."


"Santai saja, Tuan. Kayak sama siapa aja." Jawab Dokter Rini sambil tersenyum kecil. Narendra dan Ayunda pun pergi dari ruangan dokter Rini dengan membawa hati yang berwarna, tapi yang sudah pasti adalah kebahagiaan.

__ADS_1


.......


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2