Ayunda, Istri Rahasia Presdir

Ayunda, Istri Rahasia Presdir
Bab 49 - Belanja Bersama Mamer


__ADS_3

Ayunda terlihat berjalan beriringan bersama Melisa, gadis itu yang mendorong troli belanja dan Melisa yang memilih-milih makanan dan juga barang-barang yang sekira nya dia butuhkan, plus di rumah sudah sedikit stok nya. 


Melisa mengambil beberapa jenis sayuran, buah, daging, ikan dan juga seafood. Makanan yang mereka lihat di majalah tadi adalah udang saus Mala, artinya itu pedas kan? Tapi karena mereka tidak menemukan bumbu dapur bernama Mala itu, jadi mereka akan mengganti nya dengan jinten atau lada hitam. 


"Sayang, tolong pilihin udang yang bagus terus gede-gede ya."


"Siap, Mami." Jawab Ayunda. Dia pun memilih udang yang menurut nya bagus, setelah mendapatkan nya, mereka pun melanjutkan dengan membeli barang-barang kebutuhan rumah lain nya. 


"Sayang, mau beli ini?" Tanya Melisa menunjuk ke arah roti jepang untuk perempuan alias pembalut. 


"Iya, Mami. Aduh, Ayu kok lupa beli barang sepenting ini ya." Gumam Ayunda sambil mengambil dua bungkus pembalut dan memasukkan nya ke dalam troli. 


"Kamu ini, nanti berabe kalau tiba-tiba kamu kedatangan tamu bulanan tapi gak punya stok pembalut di rumah, sayang." Ucap Melisa membuat Ayunda terkekeh. 


Melisa memang sosok ibu yang cerewet, tapi cerewet nya ke hal-hal yang benar, bukan nya risih, tapi Ayunda malah merasa nyaman jika berdekatan dengan sosok mami mertua nya itu. Maklumlah, Ayunda adalah gadis yang kekurangan kasih sayang seorang ibu dari usia nya yang begitu muda, jadi saat mendapatkan perhatian dari Melisa, itu membuat hatinya sangat bahagia.


"Sayang, ambil roti tawar sama selai coklat sekalian." 


"Oke, Mami. Yang ini atau yang ini?" Tanya Ayunda sambil memperlihatkan dua merk roti tawar yang berbeda.


"Gak tahu, tapi Mami suka beli yang ini. Beli saja kedua nya, sayang."


"Iya, Mi." Ayunda pun memasukan dua bungkus roti dengan dua merk berbeda ke dalam troli. 


"Sayang, Mami rasa sudah selesai belanja nya. Troli nya sampai penuh."

__ADS_1


"Gak beli telur, Mi?" Tanya Ayunda saat mereka melewati area yang menjual telur.


"Astaga, Mami lupa. Terimakasih sudah mengingatkan Mami, sayang."


"Sama-sama, mami."


"Mami jadi sering pelupa sekarang, mungkin karena faktor usia ya." Jawab Melisa sambil terkekeh. 


"Tidak kok, Mami masih muda lho."


"Jangan menghibur Mami, sayang. Kita juga harus membeli susu, sayang."


"Yang mana, Mi?" Tanya Ayunda.


"Papi suka yang putih, tapi Naren suka susu coklat." Jawab Melisa.


"Ada yang mau kamu beli, sayang?"


"Tissu, Mi."


"Astaga, Mami lupa juga. Ambil saja, tissu basah, tissu kering, tissu makan sama tissu kompor ya, sayang."


"Siap." Jawab Ayunda. Dia pun mengambil beberapa jenis tissu itu dan selesai, mereka pun mengantri di kasir. Tapi Ayunda malah salah fokus saat melihat coklat, tiba-tiba saja dia sangat ingin makan coklat. Bukankah itu aneh? Padahal biasa nya, dia tidak terlalu menyukai coklat. 


"Sayang, kenapa?"

__ADS_1


"Ayu pengen coklat, boleh gak Mi?" Tanya Ayunda membuat Melisa tertawa. 


"Iya, ambil saja, sayang." Jawab Melisa, dia pun mengambil dua batang coklat dan menyimpan nya di atas meja kasir. 


"Terimakasih, Mami." Ucap Ayunda, dia pun menggandeng tangan Mami mertua nya dengan lembut. Mereka pun pulang, dengan Ayunda yang membawakan beberapa kantong belanjaan di tangan nya. 


"Mau langsung pulang atau mampir dulu ke sebuah tempat?"


"Ayu sih terserah Mami aja."


"Mau makan sesuatu, sayang?"


"Ayu mau bakso, Mi. Bolehkan?"


"Boleh, sayang. Tapi sebaiknya makan di rumah saja ya? Gapapa kan? Papi akan pulang untuk makan siang."


"Ohh, oke Mami." Jawab Ayunda. Melisa pun menghentikan laju kendaraan nya di sebuah kedai bakso dan membeli beberapa bungkus bakso untuk di bawa pulang.


"Yeee, terimakasih Mami.."


"Sama-sama, cantik." 


"Maaf kalau Ayu ngerepotin Mami, Ayu juga banyak mau nya."


"Lho kok kamu bicara seperti itu sih? Gapapa dong, sayang. Kamu menantu Mami, sama artinya dengan kamu itu anak mami, sayang." Jelas Melisa membuat Ayunda tersenyum kecil. Ternyata begini rasa nya memiliki orang tua? Menyenangkan sekali. Dia bersyukur karena memiliki mertua sebaik Arvin dan Melisa. 

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2